
Julia pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mereka akan ke pasar dengan mengendarai motor saja, agar lebih mudah. Dan tentu saja yang menyetir adalah Abi. Hanya sekitar 15 menit perjalanan ditempuh dengan menggunakan roda dua, akhirnya Abi dan Julia sampai juga di pasar yang menjual berbagai jenis bahan pokok makanan.
Tanpa ba-bi-bu, Julia mulai membeli apapun yang dibutuhkannya termasuk membeli beras dan stok untuk kulkas. Baik itu, stok untuk sayuran atau lauk pauk, maupun stok minum-minuman atau kue-kue. Tak lupa Julia juga mengajak saudara sepupunya itu ke tempat penjualan ayam dan juga penjualan hewan-hewan laut lainnya. Di sana, Julia membeli ikan garapu, udang, cumi dan kepiting.
Semenjak tinggal di Sumatera, Julia begitu mengidolakan kepiting dan udang. apalagi jika kepiting dan udang itu diolah dengan baik rasanya pasti sangat menggugah selera. Setelah semuanya telah terbeli, Abi dan Julia pun langsung putar balik kembali ke rumah mereka. namun sebelum mereka sampai ke rumah, terlebih dahulu mereka juga membeli sarapan untuk keluarga. Tak lupa Julia juga memberi nasi goreng yang tidak pedas untuk ayahnya. Setelah itu mereka Langsung kembali ke kediaman.
Sesampainya mereka di kediaman Julia, Abi langsung membantu mengangkat beberapa barang belanjaan lainnya dan menaruhnya di dapur. Nyonya Salsa yang sudah berada di sana langsung menegur anak-anaknya.
"Loh !! dari mana pagi-pagi..??" Tanya nyonya Salsa kepada kedua anaknya.
"Habis dari pasar mah, belanja.." ujar Julia dengan suara santai. Nyonya Salsa pun mendekati kedua anaknya itu.
"Kalian pergi belanja se pagi ini ke pasar ??memangnya sudah buka..??" Tanya nyonya Salsa kepada anak-anaknya lagi.
Tentu saja, nyonya Salsa tidak tahu karena ia sendiri berbelanja hanya di supermarket atau mall untuk memenuhi sebuah kebutuhan hidup mereka. Jadi nyonya Salsa jarang ke pasar. alasan lainnya, karena memang nyonya salsa adalah seorang perempuan yang sadari kecil sampai menikah, memiliki kehidupan yang berlimpah-limpah, jadi rasanya memang tidak cocok belanja di pasar. Tapi bukan berarti nyonya Salsa tidak ingin ke pasar hanya saja Ia memang tidak tahu bahwa ada pasar seperti itu.
"Terus kenapa nggak ajak mama ke pasar..??" Tanya nyonya Salsa kepada kedua anaknya itu. Abi dan Julia pun sama-sama saling melihat satu sama lain kemudian terkekeh.
"Memangnya Mama mau jalan-jalan ke pasar..?? Setahu Abi, dari mama kecil sampai Mama hampir mau punya cucu nih.. mama tidak pernah pergi ke pasar. Pasar Mama kan di mall.." ujar Abi sambil meletakkan beberapa barang belanjaan ke atas meja. Nyonya Salsa yang mendengar ucapan putranya itu langsung menggepak punggung putranya dengan pelan.
"Cucu dari mana..?? Lihat saja kakak-kakak mu tak ada yang berniat ingin menikah. Padahal umur mereka sudah mau menuju 30 tahun. Tapi, tampaknya mereka belum sadar diri juga." Ujar nyonya Salsa sedikit mengomeli anak-anaknya yang dalam usia menuju kepala tiga, bahkan sudah ada yang usianya sudah tiga puluh tahun, tapi masih belum memikirkan untuk menikah. Abi pun terkekeh mendengar penuturan nyonya Salsa, Begitu juga dengan Julia.
"Mungkin belum ketemu yang cocok bi. " Ujar Julia kepada nyonya Salsa.
"bukan belum ketemu yang cocok, mereka nya saja yang terlalu pemilih.. kalau tidak, mama sudah lama dapat cucu.. heh..!!" seru nyonya salsa lagi. lagi-lagi, Julia dan Abi terkekeh mendengar penuturan sang mama.
"ya sudah. Mama sabar saja." ujar Abi lagi. nyonya salsa pun tak menjawab. ia sebenarnya sangat ingin melihat salah satu putra nya itu menikah. tapi, mau bagaimana, mereka sama sekali belum menginginkan nya. bahkan, nyonya salsa sudah berkali-kali menjodohkan mereka, tapi tetap saja tidak berhasil.
"Setelah ini ada rencana ke mana..??" Tanya Arvin kepada semua yang ada di sana.
Mereka semua yang mendengar penuturan Arvin langsung menegakkan kepala mereka dan saling melempar pandang satu sama lain seolah-olah ingin bertanya, adakah yang memiliki ide untuk kegiatan mereka hari ini.
"Kamu sendiri dek, apa ada kegiatan hari ini..??" Tanya Arvin kepada Julia yang saat ini tengah fokus menyuapi Tuan Sanjaya. Julia yang mendapat pertanyaan dari sang kakak sepupu pun seketika menghentikan aksinya sejenak dan menatap sang kakak.
"Julia saat ini belum ada kegiatan apapun, palingan Julia hanya pergi memantau rumah makan saja. Memangnya Kakak, paman dan bibi ada rencana mau ke mana gitu..??" Tanya Julia lagi kepada saudara sepupunya itu.
"Ya nggak juga sih..?? Tapi kalau semuanya lagi pada nggak ada kegiatan, Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan. Mumpung Kakak dan yang lainnya ada di sini." Ujar Arvin lagi mereka semua yang ada di sana pun langsung menyambut dengan antusias.
"Betul itu Kak, Aliando setuju. Lagi pula katanya Sumatera barat ini memiliki banyak destinasi wisata yang sangat indah." Ujar Aliando lagi. Lagi-lagi mereka semua menatap Julia karena semua kuncinya ada pada Julia.
" kakak semua nya mau berwisata..??" tanya Julia kepada kakak-kakaknya. mereka semua pun menganggukan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu, kita akan melakukan perjalanan, ada yang ingin mengusulkan ingin pergi ke mana..??" Tanya Julia kepada kakak-kakaknya. mana tahu mereka punya usul atau pengen ke tempat tersebut. Abi yang sedari tadi mensearching media sosial langsung bersuara.
"Bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang dijuluki negeri pariangan itu..?? Kira-kira berapa lama dibutuhkan perjalanan..??" Tanya Abi kepada adiknya.
"Oh.. kakak ingin melihat negeri pariangan itu ya, jarak tempuhnya 2 jam dari kota Padang menuju nagari pariangan itu Kak. Apa kita ke sana saja..??" Tanya Julia lagi kepada kakak-kakaknya.
Tentu saja, sebelum mereka semua menyetujui usul dari Abi, mereka meminta view tempat itu dulu di media sosial. Dan alangkah terkejutnya Mereka melihat betapa indah dan eloknya desa itu. Mereka semua berbinar-binar dan juga tentu saja merasa penasaran dengan keindahan desa yang berada di lereng gunung merapi.
"Oke kita ke sana..!! Tampilannya juga sangat bagus.." ujar Arvin dengan riang gembira. Yang lain pun ikut melihat bentuk desa tersebut dan apa saja destinasi-destinasi wisata yang disuguhkan oleh desa atau nagari pariangan itu.
," Wah ini beneran di Indonesia dek.. bukannya pemandangan yang seperti ini adanya di luar negeri ya. Soalnya Kakak juga pernah melihat pemandangan-pemandangan seperti ini, tapi kakak tidak tahu kalau tempat ini adanya di Indonesia bukan di luar negeri. Kalau begitu Kakak juga setuju mau ke sana dan melihat destinasi wisatanya." Jawab Raka lagi kepada adiknya.