JULIA

JULIA
67. mengunjungi rumah makan lamun ombak



"Bapak tidak perlu khawatir, kawasan di sini aman pak, soalnya di lingkungan ini, para warga sering melakukan ronda dan ada yang menjaga. Tapi, memang tergantung pribadi sendiri saja. Kalau untuk batas waktu tidak ada, karena rata-rata anak-anak sekolah yang mengontrak disini, setelah pulang sekolah, mereka juga bekerja sampai jam 11.00 atau jam 12.00 malam baru pulang. Jadi untuk keamanan sendiri, tergantung dengan orangnya Pak. Namun untuk secara umum, lingkungan di sekitar sini aman." Jelasnya Ibu melita kepada tuan Antonio lagi.


"Baik, terima kasih Bu. Gimana dek cocok..??" Tuan Antonio beralih bertanya kepada Julia. Julia tentu saja sangat cocok dengan tempat tinggal ini. Apalagi mendengar penjelasan dari ibu melita, sepertinya memang cukup aman.


"Cocok paman..?? Julia suka." Ujar Julia sambil menganggukkan kepalanya.


Karena sudah merasa cocok, kini mereka beralih ke harga kontrakan per tahunnya.


"Baik bu, anak saya sudah cocok dengan kontrakan ini. Lalu bagaimana dengan uang kontak kontrakannya..?? Kami ingin mengontrak per tahun." Ujar Tuan Antonio lagi.


"Untuk per tahun Pak, itu harganya 6 juta, karena kontrakannya di luar air sama lampu." Jawab ibu jelita lagi. Sepertinya kontrakan ini memang benar murah. Namun untuk yang tidak punya uang tentu saja itu cukup mahal.


"Baik bu, kami akan membayar kontrakan selama 1 tahun. Dan kami harap Ibu juga bisa memantau kondisi anak kami di sini. Kalau ada apa-apa Ibu bisa menghubungi anak-anak saya." Ujar Tuan Antonio.


Tuan Antonio pun sengaja memberikan nomor anak-anaknya agar tidak menjadi fitnah di kemudian hari. Setelah itu, Tuan Antonio pun membayar uang kontrakan itu selama setahun. Setelah prosedur yang mereka lakukan selesai, tugas mereka sekarang adalah pergi belanja untuk mengisi kontrakan kosong itu.


"Sekarang kita ke mana lagi..??" Tanya Arvin kepada Julia. Mereka semua masuk ke dalam mobil.


"Adik mau dibelikan transportasi apa dek.. mobil apa motor..??" Tanya Aliando kepada Julia. Julia pun menjadi bingung sendiri mendengar penuturan sang kakak. Apakah boleh seperti itu


"Kakak mau beliin Julia transportasi Kak.. kalau begitu Julia minta motor saja.. biar nanti Julia tidak terlalu repot menunggu kendaraan kalau mau pergi sekolah." Ujar Julia kepada sang kakak.


"Kenapa nggak beli mobil saja dek, motor terlalu berbahaya." Kali ini yang menjawab adalah Melvin. Julia yang mendengar penuturan Melvin langsung menggelengkan kepalanya.


,"Tidak Kak, Julia rasa motor saja sudah lebih dari cukup." Ujar Julia lagi.


Sebenarnya Julia merasa tidak enak merepotkan keluarga pamannya, tapi mau bagaimana lagi, untuk saat ini hanya merekalah tempat sandaran Julia. Julia berjanji kepada dirinya sendiri akan menjadi wanita yang sukses agar bisa membanggakan paman dan bibinya yang sudah mau menjadi support system baginya.


"Ya sudah kalau begitu, terserah kamu saja dek." Ujar Melvin lagi. Pertanyaan Arvin yang belum direspon oleh kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya kembali ia ulang.


"Lalu kita ke mana lagi...?? Dari tadi pertanyaan kakak tidak ada yang menjawab..??" Ujar Arvin memasang wajah cemberut. Semua yang mendengar penuturan Arvin pun langsung terkekeh kemudian nyonya Salsa bersuara.


"Kita saat ini beli perlengkapan masak Adik kamu, terus kasur, lemari, kulkas mini, dan juga bahan-bahan untuk memasak. Sekarang Ayo kita go.. tapi sebelum kita pergi, alangkah baiknya kita pergi makan siang terlebih dahulu. Sepertinya Mama sudah cukup lapar." Ujar nyonya Salsa kepada suami dan anak-anaknya.


"Oke ma, setuju. Kita ke rumah makan lamun ombak ya.. rumah makan itu katanya sedang viral-viralnya di tok tok, di sana ada rendang dan berbagai macam hidangan khas Padang." Ujar Abi kepada keluarganya.


Akhirnya Arvin melajukan mobil menuju rumah makan lamun ombak yang di request oleh Abi. Sesampainya mereka di sana, satu keluarga itu pun langsung turun dari mobil dan pergi memasuki rumah makan lamun ombak itu. Saat mereka masuk, mereka langsung disambut dengan ramah oleh petugas yang ada di sana, kemudian menuntun keluarga Tuan Antonio untuk mencari tempat duduk.


"Silakan bapak dan Ibu ingin memesan apa..??" Tanya pelayan yang ada di sana. Semua pun langsung memesan keinginan masing-masing walaupun sebenarnya semua makanan di sini disajikan.


"Om, Julia pesan sate ya..." Ujar Julia kepada pamannya. Tuan Antonio pun langsung menganggukkan kepalanya, dengan senang hati Julia memesan sate Padang untuk mereka.


"Baik Pak Bu mohon tunggu sebentar.." pelayan itu pun langsung bergegas meninggalkan meja Tuan Antonio dan keluarganya.


Dan tak menunggu lama beberapa pelayan mulai menghidangkan beberapa menu persembahan di atas meja. Wangi rempah-rempah dari olahan makanan itu begitu sangat menggugah selera.


Tak lama sate yang dipesan Julia pun ikut datang, ternyata tak hanya satu jenis sate yang dihidangkan, melainkan ada berbagai jenis sate yang berasal dari Sumatera barat ini. Setelah makanan tersebut dihidangkan, para pelayan pun meninggalkan meja milik Tuan Antonio dan keluarganya. Tuan Antonio dan keluarganya pun langsung menyantap makan siang mereka yang begitu nikmat. Bahkan di atas meja tak bersisa sedikitpun makanan di sana.


"Wah.. makanan di sini begitu enak.. tapi lebih enakan masakan mama sih hehehe... " Ujar Abi mengajak bergurau keluarganya.


"Iya benar, makan di sini enak banget, bisa-bisa kalau berada di kota Padang ini tubuh bisa menjadi gendut gara-gara sering makan makanan seperti ini. Habisnya makanan ini tidak bisa diabaikan begitu saja." Timpal Melvin lagi.


Semuanya pun langsung terkekeh. Mereka juga memesan minuman di sana sambil menunggu dan mengistirahatkan perut mereka. Dan akhirnya, setelah makanan yang mereka konsumsi telah dicerna dengan baik, nyonya Salsa pun langsung melakukan pembayaran. Setelah itu mereka pun kembali melanjutkan tujuan mereka.


***


Kini keluarga Tuan Antonio telah berada di sebuah mall yang menyediakan berbagai macam barang dan juga kebutuhan. Entah apa nama mall nya author kurang tahu. Keluarga Antonio pun mulai membeli semua peralatan dan barang-barang yang dibutuhkan oleh Julia di kosannya.


Tak lupa, mereka juga membeli beras dan bahan-bahan masak lainnya, serta kebutuhan-kebutuhan persabunan Julia. Terlihat keluarga Tuan Antonio begitu excited membelikan barang-barang untuk adik kecil mereka, bahkan hal-hal yang tidak penting saja mereka belikan untuk Julia.


"Mah pah, gimana kalau kita bagi waktu saja. Aliando sama Abi akan ke showroom motor untuk membeli motor Julia. Jadi nanti tidak terlalu memakan banyak waktu." Usul Aliando kepada tuan Antonio.


Walaupun mereka baru pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, mereka tak perlu takut akan tersesat, karena mereka selalu punya pegangan yaitu mengandalkan Google map yang mereka rancang sendiri. Jadi dijamin mereka tidak akan tersesat.


"Itu usul yang bagus. Beli motor Adik kalian jangan yang aneh-aneh. Pastikan juga motor itu bisa tahan lama." Ujar Tuan Antonio kepada anak-anaknya.


"Baik pah. Kalau begitu Aliando sama Abi duluan saja." Ujar Aliando.