
Hal itu juga pun sudah dilihat oleh Tuan Baskoro sehingga Tuan Baskoro terlihat sangat murka.
"apa-apaan ini... berani sekali meta membuat masalah yang sangat serius seperti ini. mau ditaruh di mana muka keluarga kusuma jika orang-orang mengetahui tingkah keturunan keluarga khususnya seperti ini. aku harus menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah ini." ujar Tuan Baskoro sambil mengepalkan tangannya.
Dengan perasaan marah, Tuan Baskoro pun langsung bergegas pergi ke rumah anaknya Tuan Sanjaya untuk menanyakan kejelasan video yang sedang viral itu. bahkan langkah kakinya begitu cepat menelusuri langkah di gedung mewah itu. dan sesampainya Tuan Baskoro di kediaman Putra bungsunya itu, dengan tidak sabaran Tuan Baskoro memencet bel kediaman tersebut.
Ting tong ting tong
Tampak terdengar bel dipencet dengan tidak sabaran. Sehingga para pelayan dan Tuan Sanjaya yang berada di kediaman itu pun menjadi terganggu apalagi beberapa saat, mereka sekeluarga telah menyaksikan video viral itu. Hal itu tentu saja membuat Tuan Sanjaya menjadi sangat murka kepada istrinya yang memang bertanggung jawab sepenuhnya atas kebobrokan mereka.
Flashback on
"Papa ! Kakak !! mama..!!" Teriak Mita dari dalam kamar. Ia berteriak sambil berlari mencari keberadaan orang-orang di rumah ini. Kebetulan siang ini mereka semua pulang ke rumah.
,"Ada apa sih dek, teriak-teriak kayak gitu..??" Tegur Ridho yang duduk di sofa single di ruang tamu. Mereka semua juga ikut mengerahkan pandangan mereka ke arah mita yang sepertinya ngos-ngosan Dan panik itu.
"Ini Kak. coba Kakak lihat ini, beritanya sangat viral sekali.." ujar Mita dengan panik sambil menyerahkan hp-nya kepada Ridho.
Ridho dan yang lainnya yang penasaran ikut melihat video tersebut dan alangkah terkejutnya mereka menyaksikan betapa ganasnya video itu. Mereka semua membelalakkan mata mereka dan tak percaya.
"Apa ini Meta !!! Astaga ..!!! anak itu benar-benar kurang ajar !!! Hah !! hah !! hah.!!. lihat hasil didikanmu !! Bukankah sudah dari dulu aku katakan !!! jangan sampai anak-anak salah didik dan salah pergaulan !!! tetapi kamu selalu membela dan membela meta terus.!!!Sekarang kamu puas melihat hasil kerja anakmu itu hah !!! Sekarang kamu puas telah melihat kemajuan darinya !!" Ujar Tuan Sanjaya dengan perasaan marah kepada istrinya.
Karena setiap kali Tuan Sanjaya mendapati tingkah sang anak yang menyimpang Tuan Sanjaya selalu bersikap tegas kepada anak-anaknya. apalagi saat Julia tidak lagi bersama dengan mereka. namun, Nyonya Ratih selalu membela dan terus memanjakan mereka sehingga Meta tidak merasa bersalah sama sekali, berbeda dengan Mita.
Setelah si kembar itu mendapat amarah sang papa pertama kali, Mita pun langsung berubah dan tidak mengikuti jajak pergaulan Meta lagi. Nyonya Ratih yang melihat kemarahan sang suami hanya bisa menundukkan kepalanya saja. Ia akui, kali ini memang salahnya yang telah membentuk kepribadian anaknya menuju hal-hal yang menyimpang dan kehilangan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
"bener-bener tidak bisa dikasih tahu. ternyata video yang kemarin bukanlah video yang pertama." ujar Raka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. sementara ridho dan Mita hanya mengamati saja dengan perasaan tak menentu.
Flashback off
"Ini siapa lagi yang memencet bel rumah dengan tidak sabaran..!!!" Seru Tuan Sanjaya dengan penuh emosi. Raka dan Ridho yang melihat kemarahan di mata Tuan Sanjaya pun hanya bisa menatap satu sama lain dan menenangkan Tuan Sanjaya.
"Sudah. papa tenang dulu dan jangan marah-marah. Biar Raka saja yang membukakan pintu.." ujar Raka sambil beranjak dari posisi duduknya dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu tersebut. Dan pada saat pintu dibuka, alangkah terkejutnya Raka melihat keberadaan Tuan Baskoro di sana.
"Kakek.." ucap Raka dengan nada pelan tapi masih terdengar oleh telinga.
Tampang Tuan Baskoro begitu sangat mengerikan. karena menurutnya, tayangan yang seperti itu tentu saja mencoreng nama baik keluarga besar Kusuma. dan masalah itu bukanlah masalah yang sederhana. pantas saja jika Tuan Baskoro melihat berita tersebut akan semarah ini.
akhirnya Tanpa mengatakan Apapun, Tuan Baskoro langsung menyelonong masuk ke dalam kediaman anaknya tersebut. Tuan Sanjaya dan keluarganya yang melihat kehadiran Tuan Baskoro juga ikut terkejut.
"Ayah.. ngapain ayah ke sini..??" Tanya Tuan Sanjaya kepada tuan Baskoro ayahnya. Tuan Sanjaya bertanya dengan nada yang malas, entah kenapa ia malas melihat dan bertegur sapa dengan ayah kandungnya itu.
Sementara Nyonya Ratih langsung beranjak dari posisi duduknya dan juga ikut menatap kedatangan sang ayah mertua. Tampang Tuan Baskoro benar-benar tidak enak dipandang. Nyonya Ratih yang melihat wajah tidak bersahabat dari sang mertua lagi-lagi menjadi khawatir mengenai nasib putrinya itu. sementara Tuan Sanjaya sendiri sudah dapat menembak Kalau tuan Baskoro sedang marah.
"Apa-apaan berita itu.!! Apa kalian tidak mendidik anak dengan benar hah !!" Ujar Tuan Baskoro memarahi anak dan menantunya itu. Ia berdecak pinggang ke arah keduanya. seolah dirinya tidak merasa bersalah mengenai berita tersebut.
Tuan Sanjaya yang mendengarkan penuturan Tuan Baskoro yang saat ini, Tuan Sanjaya juga masih dikuasai emosi langsung tersenyum sinis ke arah Tuan Baskoro.
"Apa maksud papa mengatakan hal itu..?? Bukankah papa sendiri yang memanjakan anak-anak saya..? Sampai-sampai papa mengabaikan dan menelantarkan anak tengah saya. Sekarang, cucu kesayangan ayah, yang ayah bangga-banggakan di semua kalangan bisnis ayah telah mencoreng nama baik ayah di sana.!! Dan ayah, dengan tidak tahu malunya sekaligus tidak tahu diri datang kepada kami marah-marah.!! Apakah ayah pernah mendengarkan apa yang saya katakan. Agar ayah untuk tidak ikut campur dalam mendidik anak-anak saya. Tapi apa !! ayah malah mengatakan, mereka semua adalah masa depan keluarga Kusuma yang harus diperhatikan. Aku tidak mempermasalahkan ayah memperhatikan mereka, tetapi tidak dengan cara memanjakan mereka dan sama sekali tak memberikan hukuman jerah kepada mereka. Sekarang ayah datang marah-marah kepada saya..?? Di mana otak ayah, ayah tarok. Ayah pikir, ayah sendiri yang merasa malu melihat hal itu.!! Tidak yah !!!, justru yang paling merasa marah dan malu di sini adalah Sanjaya. !! Dan yang seharusnya marah di tempat ini adalah Sanjaya, karena melihat hasil didikan ayah kepada anak-anak Sanjaya. Apa sekarang ayah bangga..??" Tanya Tuan Sanjaya lagi dengan santai tapi menusuk.
Tak lupa dengan senyum sinis yang ia berikan. seolah merasa puas dengan hasil didikan ayahnya yang selalu memanjakan anak kembarnya sekaligus tak mendengarkan tegurannya kepada sang ayah.