
Akhirnya Abi dan yang lainnya pun kembali fokus menghabiskan sarapan mereka. Setelah itu mereka sama-sama pamit berangkat ke sekolah sesuai dengan apa yang mereka rencanakan hari ini.
Julia berangkat berbarengan dengan kakak sepupunya Aliando, dan akan dijemput kembali oleh Aliando setelah pulang sekolah.
Sementara Abi, ia berangkat sendiri menggunakan motornya. karena sudah pasti, jikalau kakak-kakaknya telah merencanakan hal itu maka hal itu akan terjadi. Setelah Melvin memberikan uang belanja kepada Julia, mereka semua pun berangkat meninggalkan kediaman Tuan Antonio.
***
Sesampainya mereka di sekolah internasional school tunas bangsa. Yang juga sudah ramai karena para siswa siswinya sudah pada datang.
Saat mobil Aliando memasuki gerbang sekolah, semua orang yang masih berada di luar terkagum-kagum melihat mobil tersebut. Menurut mereka itu adalah mobil pengeluaran terbaru yang sangat bagus dan keren yang hanya ada 10 di dunia. Dan kemudian disusul oleh Abimanyu yang datang dengan menggunakan motor.
"Eh !! itu siapa lagi yang datang ke sekolah menggunakan motor yang begitu keren ini." Ujar siswa a setelah melihat kedatangan Abi yang menggunakan motor itu.
"Iya ya..!! bukan hanya motor yang keren yang dibawa orang itu, tapi lihatlah Di sana juga ada mobil yang tak kalah keren dari motor tersebut. Fix. pasti itu adalah anak-anak orang kaya. Aku juga baru melihat motor dan mobil tersebut." Ujar siswa yang lain.
Sementara itu, meta dan Mita yang baru juga sampai di sekolah itu ikut menyaksikan kedatangan mobil Aliando dan juga motor Abimanyu. Yang tentu saja tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
"Eh met itu siapa ya..?? Masa iya sekolah kita kedatangan siswa baru terus.." ujar Mita kepada kakaknya.
Meta pun hanya mengedipkan bahunya saja lalu mereka berdua memilih untuk berdiri dekat mobil sambil menyaksikan Siapa yang ada di mobil tersebut. Tak lama Abi pun langsung melepaskan helmnya dengan gaya slow motion. Sehingga ketampanannya yang begitu kentara menghipnotis para ciwi-ciwi yang ada di sekolah itu.
"Wah !! pangeranku ganteng sekali..!!" Sorak yang lain dengan nada yang begitu kencang karena terlalu senang melihat wajah tampan bak dewa itu.
"Eh itu bukannya kakak senior yang baru pindah kemarin ya, yang berjalan bareng dengan Julia." Ujar yang lain ketika menyadari hal itu. Mereka semua pun langsung membenarkan penuturan teman-teman mereka.
"Bener kok nggak bareng lagi sama Julia.. jangan-jangan.." ucapan mereka menggantung mencoba menembak-nembak apa yang terjadi. Tapi tak lama mereka Langsung melihat Aliando yang juga ikut turun dari mobil mewah itu berjalan mengelilingi mobil untuk membukakan pintu bagi Julia. Semua yang melihat itu pun mendadak jadi histeris.
"Wah !! apa ini... ?? Kenapa sekolah kita pagi ini mendadak banyak sekali cowok-cowok tampan membahana.. Aku sedang tidak mimpi kan..!!" Seru para cewek-cewek itu lagi.
Meta dan Mita yang memang mengenal Abi dan juga Aliando langsung mengerutkan kening mereka. Sekilas mereka dapat menembak Kalau yang di dalam mobil satunya lagi adalah Julia.
"Eh, itu kan Bang Al sama Bang Abi..." Ujar meta lagi. Membuat teman-teman mereka yang sudah bergabung sejak tadi terkejut.
"Eh, kalian kenal sama orang-orang itu..??" Tanya ara kepada Mita dan Mita. Yang langsung dibalas anggukan kepala dari mereka. Ara dan yang lainnya pun berdecak kagum.
"jadi mereka juga adalah keturunan keluarga Kusuma ya.." lirih Ara dan yang lainnya.
"Eh !! lihat. itu kan si senior centil dan cerewet yang selalu suka membuat masalah itu.!" Seru Lilis yang masih berada di sana dengan teman-temannya. Mereka semua pun langsung menajamkan penglihatan mereka.
"Bener tuh !! Itu si gadis centil. Ngapain dia di tengah-tengah orang yang kalian kenal..? Jangan-jangan Ia mau buat masalah lagi.." ujar lili lagi kepada meta dan Mita yang langsung dibalas anggukan kepala oleh yang lainnya.
Sementara itu, meta dan Mita memilih untuk diam dan tidak mengatakan apapun, jujur dalam hati mereka tiba-tiba merasa iri melihat kedekatan Julia dengan saudara sepupu mereka yang ganteng-ganteng itu.
tanpa mengatakan apapun, mereka Dengan segera mereka Langsung meninggalkan tempat parkiran tersebut. Menyesal rasanya mereka menunggu dan melihat Siapa yang ada dalam mobil itu.
" Makasih ya bang." Ujar Julia kepada Aliando.
Aliando pun tersenyum dan langsung merangkul tubuh mungil adik sepupunya itu. Membuat beberapa siswa yang melihat hal tersebut menjadi histeris. Sementara Abi hanya mampu mencerminkan bibirnya saja.
"Ya adikku sayang.. sama-sama.. sekolah yang bener ya. Bi, jagain Julia ya. yang bener lu jagainnya." Ujar Aliando kepada adik bungusungnya itu.
"Iya iya. Abi tahu. tanpa diingatkan pun Abi akan selalu melindungi Julia. Udah ah, ayo dek mari kita masuk."ujar Abi lagi langsung menyeret Julia dari sana. Aliando yang masih berdiri di sana pun hanya mampu memaki adiknya tanpa didengar oleh tersangka.
"heh !! dasar adik laknat. Kakaknya masih di sini main pergi aja. Awas aja kamu ya.." ujar Aliando merasa kesal dengan sikap adiknya yang menyeret Julia begitu saja.
Julia yang masih belum sempat pamit kepada kakak sepupunya itu pun langsung menoleh dan melihat serta membalikkan tubuhnya sambil diseret oleh Abi, kemudian melambaikan tangannya ke arah sang kakak.
Aliando yang melihat adik sepupunya itu yang melambaikan tangan nya, langsung membalas lambaian Julia juga. kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan sekolah internasional school itu.
sementara Abi dan Julia. Mereka berjalan menelusuri koridor sekolah, tujuan mereka saat ini yaitu kelas Julia.
"Kakak antar ke kelas ya.." ujar Abi dengan lembut sambil merangkul pundak sang adik dan berjalan beriringan. Tanpa Julia dan Abi sadari bahwa sebenarnya ada beberapa mata yang memandang mereka dengan tatapan iri. Termasuk Brian yang tidak sengaja menyaksikan hal tersebut.
"Cih.!! Makin dekat aja mereka. Apa jangan-jangan sudah pacaran ya.." gumam Brian dengan pelan. Ia merasa tidak terima diabaikan begitu saja oleh Julia.
"Aku tidak percaya secepat ini Julia mampu melupakan perasaannya padaku. Masa iya, baru beberapa jam bertemu dan masih bertingkah seperti gadis centil kepadaku, kini beralih melupakan diriku dan mengancuhkan ku begitu saja. Jelas ini tidak masuk akal. Jangan-jangan dia sengaja melakukan hal itu untuk menarik perhatianku." Gumam Brian lagi yang tidak disadari oleh teman-temannya. Namun dari kejauhan ada yang memanggil nama Bryan siapa lagi kalau bukan melodi.
"Kak Bray. Tungguin melodi Kak..!!" Seru melodi sambil berlari-lari menghampiri Brian dan teman-temannya yang berada di koridor sekolah.
Brian yang merasa terpanggil itu pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara dan di sana ia melihat melodi yang sedang berlari menghampiri mereka.