JULIA

JULIA
66. melihat kontrakan



Mereka mengambil tiket dan duduk di bangku VIP. tentu saja seorang dari keturunan Kusuma harus duduk di tempat itu daripada berdesak-desakan.


"Iya dek, takut ya. nggak usah takut santai saja. nanti kakak akan mengajak adik naik turun pesawat kalau ada waktu tenggang. Tapi takut tidak..??"tanya Abi kepada Julia. Julia langsung tersenyum malu. Tentu saja Julia merasa takut menaiki pesawat, apalagi ini adalah perdana dirinya menaiki kapal terbang itu.


"Iya Kak, Julia cukup deg-degan menaiki pesawat ini. Soalnya ini kan baru pertama kali bagi Julia Kak. Kalau bisa, Jangan sampailah Julia menaiki pesawat setiap hari. Bisa-bisa Julia langsung meninggal gara-gara deg-degan ini." Ujar Julia mencoba bercanda kepada kakaknya. Abi pun langsung terkekeh mendengar penuturan sang adik sepupu.


"Gini ya Lia. Pertama pertama memang kita agak takut menaiki pesawat, tapi untuk membiasakan diri agar tidak takut lagi, kita harus sering-sering menaikinya." Ujar Abi menasehati adik sepupunya itu. Tangan mereka sambil bergandengan. Selain Julia ketakutan menaiki pesawat, Abi juga rasanya tidak ingin melepaskan genggaman tangannya di tangan sang adik sepupu.


"Yah.. Itu kan Kakak.. bukan Julia.." ujar Julia lagi. Abi pun kembali terkekeh, Ia pun mengusap-usap lembut kepala adiknya itu. akhirnya pesawat di berangkat kan.


tak lama, setelah menempuh perjalanan sekitar 2 sampai 3 jam, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi pun mendarat di bandar udara Minangkabau. Dan dengan cepat keluarga Tuan Antonio pun keluar dari pesawat dan langsung meninggalkan bandara.


Tujuan mereka saat ini adalah hotel Ibis. Karena hanya hotel ini yang masih mereka kenali dan juga cukup terkenal. Sesampainya mereka di hotel Ibis, mereka langsung melakukan check in 3 kamar. Dan seperti biasa Julia pasti akan sekamar dengan sang bibi.


"sebaiknya, kita semua istirahat dulu. setelah itu, baru nanti gerak." ucap tuan Antonio. mereka pun, langsung memasuki kamar hotel untuk beristirahat.


namun, bukannya istirahat, Pada saat itu juga, ke empat kakak Julia langsung dibuat sibuk. Ada yang mencari sekolah yang cocok untuk Julia, ada juga yang mencari tempat kosan yang aman di kota ini.


Keempat saudara sepupu Julia benar-benar mencari kan sekolah Julia sedemikian rupa. Tak lupa juga dengan rumah yang akan Julia tempati. Sebenarnya Arvin menyarankan untuk membeli apartemen saja, tapi Julia malah menolaknya. Lebih baik kontrakan saja ketimbang tinggal di apartemen.


Karena hal itulah, kakak-kakaknya berusaha mencari kontrakan yang baik dan juga aman untuk Julia. Akhirnya, setelah mencari dengan teliti, Julia pun memutuskan untuk mendaftar di SMA negeri 10 yang ada di Sumatera barat. Ia juga mendapatkan kontrakan yang muat untuk 4 orang. Tapi tetap saja, hanya Julia yang akan tinggal di sana sendirian.


"Pah, kontrakan Julia sudah dapat. Sekarang kita perlu memantau kontrakan itu dulu. Dari informasi yang Arvin dapat sih, tempat itu cukup aman dan juga tidak terlalu jauh dari sekolah. Nanti Julia ke sekolah, belikan saja dia mobil." Ujar Arvin kepada tuan Antonio. Tuan Antonio pun ikut melihat kontrakan yang akan mereka sewa untuk Julia.


"Baiklah kalau begitu.. kita pergi sekarang. Bagaimana dengan kendaraan kita." Ujar Tuan Antonio. mereka sepertinya cukup tergesa-gesa. namun, tidak jadi masalah, karena mereka juga hanya sebentar di sini.


"Beres pah, hotel ini menyediakan transportasi yang bisa disewa untuk tamu hotelnya. Aliando juga sudah konfirmasi ke sana dan ini kuncinya. Kita akan menyewa mobil ini untuk hari ini, dan jika besok masih dibutuhkan kita akan menyewa lagi." Ujar Aliando menjawab kekhawatiran sang papa.


"Ya sudah tunggu apa lagi. Besok juga usahakan untuk mendapatkan sewa mobil itu lagi, soalnya kita harus ke SMA Adik kamu untuk mengantarkan sekaligus mendaftar besok." Ujar Tuan Antonio kepada Aliando. Aliando pun menganggukkan kepalanya.


"Oke pah." dengan segera, Tuan Antonio pun menghubungi sang istri untuk memberitahukan istrinya bahwa mereka telah menemukan kontrakan yang cocok untuk Julia.


Yang paling penting, kontrakan tersebut aman. Tuan Antonio juga mengatakan bahwa hari ini mereka akan langsung pergi mensurvei bersama-sama. Sekaligus nanti membelikan barang-barang keperluan Julia di kontrakan itu.


***


 sesampainya keluarga Tuan Antonio di sana, sang pemilik kontrakan telah stand by di luar, menunggu kedatangan mereka sambil membersihkan halaman. Mobil Mereka pun langsung berhenti di alamat tersebut. Dan dengan cepat arvin dan Abi turun dari mobil disusul oleh yang lain.


"Assalamualaikum Bu. Apakah benar ini alamat kontrakan ibu melita..??" Tanya Abi kepada Ibu tersebut. Orang yang dicari tentu saja adalah dirinya. Ibu melita pun langsung berjalan mendekat ke arah mereka


"Iya benar. Apakah tuan-tuan ini yang barusan tadi menghubungi saya..??" Tanya ibu melita lagi.


"Iya Bu, Kami yang telah menghubungi Ibu. Bisakah kami melihat rumah kontrakan yang bisa kami sewa..??" Tanya Abi lagi. Ibu melita pun langsung membukakan pintu gerbang untuk mempersilahkan tamunya masuk.


"Silakan bapak-bapak."ujar Ibu melita. Abi yang mendengarkan Ibu melita mengatakan mereka bapak-bapak langsung bermenolog dalam hatinya.


(bapak-bapak, memangnya tampang aku udah bapak-bapak banget yak. panggil mas kek..) gerutu Abi dalam hatinya. sensitif juga ternyata. 🤭


" Sebentar ya pak, saya ambilkan kunci kontrakannya dulu." Ujar nyonya melita dengan sopan. Tuan Antonio dan keluarganya pun ikut membalas dengan sopan. Dengan segera Ibu melita langsung masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil kunci kontrakan. Tak lama Ia pun kembali.


"Mari bapak, ibu Saya tunjukkan." Ujar Ibu melita lagi.


Mereka pun langsung berjalan menuju kontrakan tersebut. Setiap kontrakan punya batas dan pagar masing-masing. Walaupun kawasan ini cukup aman, Tapi tetap saja harus dipertanggungjawabkan diri sendiri.


Terlihat, kontrakan-kontrakan yang lain juga telah berpenghuni. Rata-rata yang menjadi penghuni kontrakan adalah mahasiswa, dan anak-anak sekolah lainnya. Di sini juga ada orang yang sudah berkeluarga. Namun kontrakan mereka dipisah.


"Ini rumah kontrakannya Pak, Bu, silakan diperiksa dulu. Untuk air dan lampunya itu bayar sendiri. Masing-masing kontrakan ada meteran, dan juga pompa air." Jelas ibu medita.


Mereka semua pun masuk melihat keadaan kontrakan tersebut. Cukup kecil, tapi besar untuk ukuran yang akan tinggal satu orang di dalamnya. Di sana terdapat satu kamar yang cukup luas, satu buah dapur yang juga bersih, satu buah kamar mandi dan 1 buah ruang tamu. Setelah mereka selesai mengamatinya Mereka pun kembali berkumpul.


"Bagaimana pah. Apakah kontrakannya cocok..??" Tanya nyonya Salsa kepada suaminya. Tuan Antonio pun langsung mengganggukan kepalanya.


"Bagus mah, sepertinya juga cukup nyaman. Tapi memang tidak ada fasilitas atau kosong. Oh ya Bu, Bagaimana sistem keamanan di sini.?? Apakah anak saya bisa aman tinggal di tempat ini..??" Tanya Tuan Antonio kepada Ibu melita.