JULIA

JULIA
78. menuju puncak Pela



Teman-teman mereka yang lain pun mulai waspada, pasti dua orang ini akan berdebat lagi. Saat Nindy akan menjawab ucapan Bayu lagi. Julia malah ikut bersuara untuk melerai keduanya.


"Sudah sudah, jangan berdebat lagi. Kalian ini benar-benar Tom and Jerry nggak pernah akur satu sama lain. Ayo makan dulu marah-marah juga butuh tenaga. Nanti kelompok kita terlambat lagi." Ujar Julia yang tiap hari mulai nyaman dengan teman-temannya.


Julia juga sudah berani mengeluarkan ide-idenya ketika mereka sedang ada presentasi atau sedang melakukan tugas. Julia yang berada di tempat baru tidak merasa malu atau merasa insecure kepada teman-temannya. Justru Julia tampil percaya diri dan juga ramah kepada teman-temannya yang lain.


"Iya. sudah Sudah, ayang Julia sudah ngomong itu.. kalau ayang sudah angkat bicara jangan ada yang melanjutkan lagi ya, Ayo kita makan." Kali ini yang bersuara adalah Angga.


Sementara Arini hanya tersenyum melihat kekonyolan teman-teman sekelompoknya itu. Untung saja Arini bergabung dengan mereka, Kalau tidak dia tidak tahu akan diposisikan di mana.


Berhubung hari ini adalah gadis yang jarang bersuara atau lebih disebutnya gadis pendiam. Ia hanya akan berbicara Jika perlu saja, namun untuk kekuatan intelektual Jangan ditanya lagi. Biasanya anak-anak yang pendiam itu memiliki pemikiran yang jauh ke depan dan jika mereka mengeluarkan ide maka rasanya itu tidak main-main.


"Siapa ayang lo, ngaku-ngaku lagi.." ujar Larasati lagi dengan suara pelan.


Setelah itu, mereka pun membaca doa sebelum makan, setelah itu baru mereka makan bersama dengan diselingi canda dan tawa serta obrolan-obrolan yang unfaedah namun menciptakan suasana hangat di antara mereka semua.


15 menit yang diberikan waktu untuk sarapan pagi telah berakhir, para siswa dan siswi juga telah dikumpulkan oleh panitia untuk mendengarkan apa yang akan mereka lakukan hari ini. Pertama-tama, setiap kelompok akan diberi tugas yang sama. yaitu mencari dan menemukan pohon apa saja atau tumbuhan apa saja yang bisa dikembangkan dan mampu menghasilkan rupiah, tak lupa para guru juga menyelipkan beberapa tugas lainnya yaitu potensi daerah yang termasuk potensi pariwisata di sana.


Setelah mendapatkan wejangan dari para guru, masing-masing sangga pun atau kelompok langsung diutus dan diterjunkan, ada yang berjalan berlawanan arah ada juga yang searah. Masing-masing dari para siswa dan siswi harus membawa buku untuk mencatat Apa saja yang mereka temui, walaupun mereka dibentuk berkelompok, namun tugas ini adalah pribadi yang nanti akan mereka olah sendiri-sendiri. Kegiatan ini pun berlangsung sampai sore hari, Setelah itu mereka kembali ke tenda masing-masing.


***


Hari Sabtu sudah tiba, saat ini para siswa dan siswi tidak punya kegiatan lagi. Tapi mereka cukup penasaran dengan wisata puncak pela dan juga beberapa wisata lainnya. Para siswa dan siswi ingin berkeliling untuk melihat daerah ini, karena selama beberapa hari mereka berada di tempat ini, mereka hanya fokus melakukan tugas tanpa menikmati keindahan alam yang disuguhkan oleh tempat ini.


Tak lupa juga pada Julia yang selalu mengambil kesempatan untuk mengambil video kegiatannya dan juga teman-temannya. Agar nanti selepas pulang dari sana, ada bahan yang akan diedit untuk di posting lagi. Saat ini para siswa dan siswi kembali dikumpulkan di lapangan dengan ketua OSIS yang mengomandoi.


"Selamat pagi teman-teman dan adik-adik sekalian. Hari ini kita bebas tidak memiliki kegiatan apapun, sengaja kita kejar kemarin agar kita bebas hari ini. Jadi hari ini kita ada rencana ingin melakukan tracking ke puncak Pela. Nanti yang ikut silakan tunjuk ambil posisi di sebelah kanan. Dan yang tidak ikut silakan tetap berada di tenda, jangan ke mana-mana tanpa izin dari pengawas." Ujar ketua OSIS.


Setelah ketua OSIS itu berbicara, sebagian kecil siswa dan siswi mengambil bagian di sebelah kanan ketua OSIS itu. Yang mana mereka memutuskan untuk ikut tracking ke puncak Pela.


"Gue juga ikut dong.." ujar Nindy.


Mereka berdua pun langsung berjalan mengambil posisi di sebelah kanan sang ketua OSIS. Putra yang melihat kedatangan Julia dan Nindy mampu membuatnya mengukir senyum tipis.


"Ada lagi yang ingin ikut.." ujar ketua OSIS itu kembali.


Karena tidak mungkin membiarkan Julia dan Nindy pergi berdua saja, walaupun ada teman-teman yang lain, akhirnya Angga dan Bayu memutuskan untuk ikut. Dengan niat untuk menjaga kedua gadis itu. Entah kenapa Nindy yang melihat Bayu menyusul langsung membuat hatinya menjadi senang padahal mereka sering adu mulut dan berdebat.


"Eh, kalian berdua ikut juga..??" Tanya Julia kepada teman-teman cowoknya itu. Angga menarik sebelah alisnya kemudian menganggu.


"Iya dong, masa kita biarkan kalian berdua pergi sendiri. Setidaknya ada kita yang ngelindungi.. kalian pikir kita tenang melihat kalian pergi berdua aja." Jawab Angga dengan santainya.


Julia dan Nindy pun tersenyum, sementara Bayu hanya memilih untuk diam. Jujur dalam hatinya juga ia merasa heran Kenapa tadi ia reflek mengatakan hal itu kepada Angga.


"Atuh tuh makasih ya bay, ngga. Tapi Bayu dan Nindy jangan sampai berdebat lagi pas berada di puncak ya. Pokoknya kita harus kompak. Ok.." ujar Julia kepada ketiga temannya itu.


Mereka pun menjawab dengan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang menjawab Ya dengan biasa saja, ada yang berdehem saja dan ada juga yang hanya menganggukkan kepala. Namun itu tidak masalah bagi Julia, yang penting dirinya ada teman.


Sementara sang ketua OSIS, Putra, yang melihat kedatangan Bayu dan juga Angga seolah merasa tidak senang. Padahal awalnya Ia juga tidak ingin ikut tracking, karena ia harus berkumpul bersama dengan Para pengurus OSIS, tapi karena melihat Julia juga ikut, akhirnya Ia memutuskan untuk ikut namun yang membuat ia tidak senang karena keberadaan kedua cowok itu. Namun Putra tidak berani mengatakan hal tersebut karena ia sadar dirinya bukan siapa-siapa bagi Julia.


Akhirnya, Setelah semua siswa dan siswi memisahkan diri dan membawa barang-barang yang mereka perlukan saat tracking, mereka semua pun berangkat meninggalkan perkemahan. Sementara Julia sudah mulai nge-vlog dengan kamera mininya.


Julia dibuat takjub dengan pemandangan yang begitu indah di tempat ini, apalagi perkebunan perkebunan yang ada di sana terbentang luas dan sangat hijau begitu sejuk dipandang mata. Saat mereka mulai menanjak pun, pemandangan-pemandangan indah tak sedikit tersaji dan terbentang di depan mata mereka sehingga membuat mereka betah berlama-lama.


Sesekali Angga dan Bayu akan membantu dan menuntun keduanya karena Medan yang mereka lalui cukup terjal menurut Julia. Bahkan lebih terjal tracking menuju puncak Pela ketimbang saat Julia dan keluarga pamannya menaiki gunung berapi. saat sedang mendaki, Tidak sengaja, kaki Julia sedikit tergelincir dan tergores karena ada batu yang licin yang tidak sengaja ke injak dengannya.


"Aduh..!!! Aw...!!" Rintik Julia.