JULIA

JULIA
124. ingin meminta maaf



Tapi apa boleh buat, manusia hanya bisa menjalaninya saja tanpa tahu di mana akhir dan titik hidupnya. Julia keluar dari balkon rumahnya dan kembali menatap langit malam.


"Kak. Apakah kakak di sana melihatku.. kakak pasti sudah bahagia di sana. Aku hanya ingin mengatakan Kak. kalau aku sangat mencintaimu dan juga merindukanmu di sini. Bahkan dari dulu sampai sekarang, cinta yang berusaha untuk aku kubur tidak bisa menghilang begitu saja dalam hatiku. Tetapi pada kenyataannya, Kakak memang bukanlah milikku. Aku merelakanmu Kak, Aku ikhlas melepasmu. Biarlah cinta ini aku sendiri yang menanggung. Hiduplah dengan baik di sana dan doakan aku supaya tetap menjadi wanita yang kuat. Aku akan terus berdoa kepada yang maha kuasa agar kita dapat dipersatukan kembali. I love you my universe."


Kini beberapa bulan telah berlalu. Walaupun masih ada rasa sedih dalam hati Namun Julia memaksakan diri untuk kembali bekerja dan beraktivitas seperti semula. Tidak ada alasan baginya untuk tidak bekerja karena tidak ada yang membiayai hidupnya selain dirinya sendiri. Julia kembali gencar menekuni membuat beberapa video masakan dan juga travelling yang menurutnya sangat menarik minat para penonton termasuk di kalangan ibu-ibu dan juga para pemburu keindahan alam.


Di sisi lain. Keluarga Tuan Sanjaya malah bertambah dingin. Apalagi melihat tuan Sanjaya dan istrinya tak pernah bertegur sapa. Tuan Sanjaya sendiri masih marah dan kesal kepada sang istri mengenai masalah yang di perbuat oleh meta. Apalagi, tak sekali dua kali tuan Sanjaya menegur dan memperingati sang istri agar tidak memanjakan anak-anak itu. Dan sekarang, hal yang paling di takuti pun terjadi.


Saat suasana hening. Tiba-tiba, hp Tuan Sanjaya berdering. Melihat siapa yang telah memanggil dirinya, tuan Sanjaya pun langsung tersenyum hangat. Itu adalah panggilan dari anak tengahnya yang memang akhir-akhir ini ia rindukan. hanya saja belum ada waktu untuk menghubungi sang anak. Tak menunggu waktu yang lama Tuan Sanjaya pun langsung mengangkat panggilan itu.


"Halo.. assalamualaikum sayang..." Ujar Tuan Sanjaya yang saat itu di sebelahnya ada Mita istrinya dan kedua putranya yang lain.


Mita dan nyonya Ratih pun langsung mengerutkan kening ketika mendengar panggilan itu. Sementara ridho dan Raka saling memandang satu sama lain, tapi tiba-tiba mereka memilih untuk diam sepertinya mereka mengerti dengan siapa sang ayah berbicara.


"Iya pa. wa'alaikumsalam ... Papa apa kabar..?? Papa nggak main kesini lagi pa..??" Tanya Julia dalam telpon nya itu. Jujur saja Julia saat ini merindukan papanya.


"Iya nak. Papa juga sangat rindu, namun dalam waktu dekat ini, papa belum bisa kesana.. karena papa Masi banyak pekerjaan. Nanti kalau pekerjaan papa sudah selesai, papa akan main lagi ke sana ya.. pokoknya anak papa yang cantik jaga kesehatan saja.." ujar Tuan Sanjaya dengan suara yang begitu manis dan juga perhatian kepada putrinya itu.


Nyonya Ratih dan Mita lagi-lagi dibuat melongo melihat ekspresi sang ayah yang sudah jarang dan bahkan tidak mereka dapati lagi setelah Julia menyatakan pergi dan keluar dari keluarga itu.


"Papa teleponan Sama siapa pah..??" Tanya Mita kepada Tuan Sanjaya. Tuan Sanjaya pun melirik putrinya sekilas dan kemudian berbicara lagi.


"Ya sudah nak, papa tutup dulu teleponnya ya. nanti papa hubungi lagi. Pokoknya kamu di sana sehat dan Jangan memikirkan apapun." Ujar Tuan Sanjaya lagi setelah itu ia langsung memutuskan panggilan telepon tersebut. Karena Mita tidak ingin bertanya lebih jauh ia malah mengalihkan sebuah pembahasan ke arah lain.


Raka dan yang lainnya saat mendengar penuturan tersebut langsung terdiam. Pemikiran Raka langsung teralihkan mengenai pertanyaan Julia beberapa bulan yang lalu yang menanyakan kebenaran tentang kecelakaan pesawat itu. Ia mulai berpikir apa adiknya bertanya seperti itu karena lelaki yang bernama Brian itu..!! Pikir Raka saat itu.


"Oh.. jadi pantas saja Julia tadi menghubungi Kakak menanyakan kebenaran kecelakaan pesawat itu.. jangan-jangan.. bentar-bentar Kakak hubungi dulu.." ujar Raka sambil Bang otak-atik handphonenya mencari kontak adiknya itu. Sementara Nyonya Ratih dan Mita yang mendengar penuturan Raka langsung terkejut ketika mendengar nama Julia disebut di sana.


"Kak. maksud kakak Julia yang mana..?? Julia Anita saudara kita..??" Tanya mita lagi dengan kaning yang berkerut. Raka dan Ridho tidak memperdulikan pertanyaan itu mereka malah sibuk fokus menelpon Julia. Sementara Nyonya Ratih sendiri masih menunggu jawaban dari putranya.


"Iya, dia adalah Julia anak yang pernah disakiti hatinya dan diasingkan dari keluarga ini. Dan sekaligus saudara yang tidak kalian anggap." Ujar Tuan Sanjaya dengan dingin. Nyonya Ratih Yang mendengar nama putrinya disebut langsung menutup mulutnya tidak percaya sekaligus meneteskan air matanya.


"Lalu di mana Julia sekarang pah...?? Apakah dia baik-baik saja..??" Tanya Nyonya Ratih dengan suara yang begitu lirih penuh penyesalan kepada sang suami.


Tuan Sanjaya menarik nafasnya dengan gusar sejujurnya dirinya tidak ingin menjelaskan apapun mengenai Julia kepada istrinya karena menurut Tuan Sanjaya percuma saja karena sang istri jugalah yang membuat atau yang paling parah menyakiti hati putrinya itu.


"Dia baik-baik saja dan jauh lebih baik daripada saat dia berada di sini." Jawab Tuan Sanjaya seadanya. Mita sendirian mendengar penuturan papanya langsung tersenyum senang.


"Pah, apa boleh mita minta nomor teleponnya..?? Mita ingin bicara pada Kak Julia dan sekaligus meminta maaf dengan apa yang sudah Mita dan meta lakukan di masa lalu." Ujar Mita dengan penuh penyesalan. Namun Tuan Sanjaya tidak peduli sama sekali.


"Tidak perlu. Tanpa kalian meminta maaf pun dia sudah memaafkan kalian. hanya saja tidak usah berhubungan lagi dengannya kalau seandainya kehadiran kalian atau yang lainnya malah akan menambah luka di hatinya. Beruntung papa dan kedua kakakmu sudah berhubungan baik jadi biarkan saja. Papa tidak ingin memaksa apapun lagi kepada Julia yang pasti, papa sudah tahu kabarnya dan sudah berhubungan baik." Ujar Tuan Sanjaya lagi.


Mita yang mendengar penuturan sang papa seketika menjadi terdiam karena apa yang dia sampaikan oleh sang papa benar adanya barangkali Julia memang masih belum bisa memaafkan kesalahan mereka.


"Pah, mama juga ingin menghubunginya dan juga ingin mendengar kabarnya.. Mama sekaligus mau meminta maaf dengan apa yang mama katakan kepadanya di masa lalu. Sungguh Waktu itu mama diliputi oleh rasa cemas dan takut mengenai musibah yang menimpa Raka dan Ridho."ujar Nyonya Ratih kepada sang suami. Tuan Sanjaya menginginkan senyum sini.