
Namun Aliando malah menggelengkan kepalanya. Ia berencana sedini mungkin harus mengajarkan adik sepupu untuk berbisnis. Baik itu bisnis kecil-kecilan maupun bisnis besar-besaran.
"Tidak-tidak. Mulai sekarang kamu harus belajar berbisnis sama Abang. Nah, mengenai resep masakan itu, kita mulai dari sana saja untuk bisnismu. Nanti kalau ada resep yang baru adik bisa mengembangkannya di rumah makan Abang. Jadi, adik bisa mendapatkan penghasilan dari sana." Ujar Aliando lagi membuat Julia tertarik. Namun sebelum mengiyakan terlebih dahulu ia meminta persetujuan sang paman dan bibinya.
"Kalau menurut om dan tante gimana..??" Tanya Julia kepada kedua paruh baya yang masih terlihat cantik dan tampan yang sedang menyimak pembicaraan mereka. Tuan Antonio pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa tidak sayang. Kau bisa memulai belajar berbisnis dari abang mu itu. Kamu lihat Abi, di usia sekolah pun ia sudah punya usaha menyewakan gedung-gedung dan juga tempat-tempat lainnya. Dan kamu juga harus belajar dari sana nak. Yakinlah om dan tante pasti akan mendukung kalian asalkan itu adalah kegiatan positif ya." Ujar Tuan Antonio lagi kepada keponakannya itu.
Tuan Antonio cukup senang melihat kepribadian Julia yang lebih bersifat dewasa dalam menanggapi sesuatu. Sebelum mengambil keputusan, Ia juga akan menanyakan kepastiannya kepada orang yang berpengalaman. Tentu saja Julia melakukan hal itu agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Iya nak. Tapi walaupun begitu jangan sampai sekolah kamu terbengkalai ya... Sekolah sekaligus berbisnis itu baik, tapi kalau berbisnis saja sampai melupakan sekolah itu jangan sampai terjadi. Dan jangan terlalu memaksakan diri juga ya dek." Ujar nyonya salsa menasehati Julia yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
Julia pun tersenyum mendengar nasehat nasehat yang diberikan oleh paman dan bibinya itu. Setidaknya Ia memiliki tempat untuk bertukar pikiran sebelum mengambil keputusan.
"Kalau untuk abang Abi gimana..?? Apakah abang punya usul untuk Julia.." tanya Julia yang kini beralih dan ingin mendengar pendapat dari Abi.
Abi yang dari tadi fokus kepada hp-nya langsung mana gak akan kepalanya menatap sang adik sepupu.
"Iya adikku yang cantik dan manis. Kalau menurut Abang, ya terserah kamu lah dek. Yang penting ingat apa yang dikatakan Mama sama papa tadi ya. Dan juga abang Aliando adalah partner yang cocok buat kamu untuk belajar berbisnis. Ingat ambil ilmunya, jangan ambil sifat dinginnya." Ujar Abi menyindir Abang keduanya itu.
Mendengar penuturan adik bungsunya ia langsung mencebikkan bibirnya dan melemparkan bantal sofa ke arah sang adik yang dengan mudah dihindarinya begitu saja.
"Eh, apa maksudmu bocah..!!" Seru Aliando penuh canda dan tawa. Mereka semua pun tersenyum dan suasana hangat di dalam keluarga itu tercipta begitu saja.
"Ya sudah kalau begitu kak. Julia setuju untuk membagi resep itu, biar menjadi salah satu menu baru di rumah makan Kakak." Putus Julia lagi. Aliando pun tersenyum.
"Good girl. Gitu dong senyumnya yang cantik dan semangat. Ya sudah, Abang nanti akan menyiapkan surat perjanjian untuk kita ya.. dan nanti kamu tinggal tanda tangani saja.." ujar Aliando lagi sambil mengusap-usap lembut kepala adiknya itu. Mendengar surat perjanjian yang akan dibuat oleh sang kakak sepupu, membuat Julia kembali bertanya.
"Eh, harus ya Kak pakai surat perjanjian segala...!!" Seru Julia dengan tampang polos. Aliando pun tersenyum dan langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya dek. di mana-mana orang yang berbisnis itu harus membuat surat perjanjian dan proposal kerjasama. Hitung-hitung, kamu juga harus belajar dari sana agar tidak sembarangan nanti menjalin mitra bisnis atau semacamnya dengan orang lain. Dan surat perjanjian ini juga, mampu menghindarkan kita dari hal-hal yang kedepannya yang mungkin tidak bisa kita tebak. Jadi surat perjanjian itu sangat perlu. walaupun kita adalah saudara, tapi kita harus konsisten mengenai bisnis. Oke paham ya dek.."ujar Aliando lagi menasehati Julia mengenai tata cara berbisnis dengan baik. dan juga agar terhindar dari hal-hal yang mungkin saja akan merugikan mereka. Julia pun langsung mengganggu kan kepalanya.
"Oh.. gitu toh. Julia mengerti kak makasih ya..." Ujar Julia lagi.
Aliando pun langsung menyambut pelukan Julia dengan senang hati. Ia mengecup pelan puncak kepala sang adik sepupu dengan sayang. Sementara Abi dan kedua orang tuanya yang melihat itu merasa sangat senang. Mudah-mudahan ini adalah awal yang baik bagi Julia untuk segera melupakan masa lalu nya.
"Eh enak ya. sama kak Aliando dipeluk begitu, sementara Abang yang dekat seharian nggak dapat pelukan. Sedih rasanya di anak tirikan..." Ujar Abi dengan penuh dramatis yang langsung mendapatkan tabokan sayang dari sang mama.
"Iya.. lagi pula sudah sewajarnya kamu berada di dekat adikmu seharian. Kalau bukan kamu yang ngelindungi adik kamu terus siapa lagi hah..." Ujar nyonya salsa kepada anak bungsunya itu.
Sementara Abi yang mendapatkan tabokan sayang dari sang Mama tidak bisa berbuat apa-apa selain memasang wajah lucu kepada mamanya.
"Iya mamaku sayang... Lagi pula kan Abang cuma bercanda.." ujar Abi lagi.
" Dih pede amat jadi Abang... Nggak usah sok-sok jadi Abang deh. kamu anak kecil, bocah di sini .." ujar Aliando. Abi langsung memanyunkan bibirnya lagi.
"Lah kan sekarang adik udah jadi Abang. Yang anak bungsu sekarang itu kan Julia, bukan Aku ya kan dek..." Ujar Abi lagi udah melihat ke arah Julia.
Julia pun menanggapinya dengan senyuman. dia seolah kehabisan kata-kata untuk menjawab ucapan sang kakak. karena, ia begitu senang mendapatkan perlakuan seperti ini dari mereka. Mereka pun berbincang-bincang sampai akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat.
***
Seperti biasa, keesokan harinya Julia dan Abi bangun dan bersiap-siap akan berangkat ke sekolah. Mereka langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarga Tuan Antonio itu. Saat ini, Julia masih tidur di kamar abangnya Melvin, karena kamarnya belum selesai direnovasi. Kabar-kabarnya hari ini kamarnya akan selesai sehingga ia bisa langsung pindah ke kamarnya.
"Selamat pagi Mama cantik, papa, Abang....." Seru Julia kepada mereka semua yang sudah berada di meja makan. Mereka semua tersenyum melihat wajah ceria Julian dan langsung membalas sapaannya.
"Pagi juga anak mama yang cantik."
"Pagi sayang"
"Pagi adek Abang yang imut dan ceria. Hari ini Abang yang nganter ya sekolah.." ujar Aliando.
Julia pun duduk dan bergabung bersama dengan keluarga pamannya yang menerimanya dengan setulus hati itu.
"Eh enak aja !! Julia berangkat sama Abi ya Bang. Abang langsung berangkat ke kantor aja nggak usah ganggu-ganggu Julia. Julia itu tanggung jawab Abi oke..." Ujar Abi menekankan kepada sang kakak keduanya.