
Setelah itu Aliando langsung memanggil adik bungsunya itu, kini mereka berdua memilih untuk menaiki taksi online ke showroom tersebut. Sepeninggalan Aliando dan Abi, keluarga Tuan Antonio kembali disibukkan dengan memilih berbagai macam perlengkapan.
Dan setelah mendapatkan semua yang mereka inginkan, Mereka pun langsung pergi menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran. Tuan Antonio tak tanggung-tanggung membelikan kebutuhan Julia, karena tuan Antonio tidak ingin keponakan perempuannya ini merasa kesusahan di negeri orang. Setelah pembayarannya selesai, Mereka pun meminta agar barang-barang itu langsung diantarkan ke alamat tempat tinggal Julia.
Setelah itu dan Antonio dan keluarganya pun sama-sama Kembali ke kontrakan Julia. Sesampainya di kontrakan Julia, Mereka pun mulai menurunkan barang-barang yang diangkut oleh mobil pick up, dan langsung menyusunnya dengan rapi.
Tentu saja malam ini Julia belum boleh tidur di kontrakannya, mereka akan tidur bersama di hotel. Lagi pula setelah esok harinya mengantarkan Julia sekolah ke SMA negeri 10 Tuan Antonio dan keluarganya akan langsung bertolak kembali ke pulau Jawa.
***
Esok hari pun tiba. Dengan perasaan sedih dan tak karuan, mereka mengantarkan Julia sekolah ke tempat yang baru. Setelah mengantarkan Julia dan mengurus semua administrasi Julia, dan juga menemani Julia masuk ke dalam kelasnya.
Tuan Antonio pun langsung meminta izin kepada guru yang mengajar di kelas sang keponakan untuk menemani mereka kembali ke bandara, karena mereka akan kembali pulang ke Jakarta. Tanpa ada drama, Julia pun dan pergi bersama dengan keluarganya menaiki mobil. Sementara motornya masih belum ia gunakan.
"Sayang kamu baik-baik di sini ya nak. Ingat kalau ada apa-apa jangan lupa kabari Paman sama bibi. Jaga kesehatan juga ya sayang ya.." ujar nyonya Salsa menasehati keponakan dari suaminya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri. Nyonya Salsa pun langsung memeluk tubuh Julia begitupun juga dengan Julia.
"Ya bibi terima kasih sudah menyayangi Julia." Ujar Julia, ia memeluk tubuh nyonya Salsa dengan erat. Seolah Ia tak ingin melepaskan nyonya Salsa dan keluarganya kembali ke Jakarta. Setelah itu, kini giliran Tuan Antonio yang memeluk keponakannya itu. Terlihat mata Tuan Antonio berkaca-kaca, Tak rela dan tak tega meninggalkan keponakannya sendirian di negeri orang.
"Sayang, jaga kesehatan di sini ya nak. Kalau ada apa-apa hubungi dan kabari ke rumah. Nanti jika ada waktu, paman dan bibi akan datang lagi menjenguk mu di sini. Kalau ada masalah atau apapun yang memberatkan mu, bicara saja pada paman ya." Ujar Tuan Antonio dengan mata yang berkaca-kaca. Julia tersenyum melihat betapa perhatiannya sang Paman kepadanya.
" Iya paman, Julia pasti akan jaga diri baik-baik di sini. Paman juga jaga kesehatan di sana jangan nangis hehehe. Julia sayang paman." Hujan Julia langsung memeluk tubuh pamannya dengan erat.
Nyonya Salsa yang melihat hal itu tentu tak kuasa menahan tangisnya. Tidak bisa ia bayangkan kehidupan Julia di tempat ini sendirian, Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengannya. Entah kenapa pikiran seperti itu tiba-tiba melintas begitu saja di kepala nyonya Salsa.
"Iya sayang, Paman juga sangat menyayangimu. Sangat sangat menyayangimu.." ujar Tuan Antonio sambil memeluk erat tubuh keponakan kecilnya itu.
Suasana perpisahan itu begitu menyesatkan dan sangat sedih. Tapi mau bagaimana lagi mereka semua memiliki pekerjaan dan kesibukan masing-masing. Yang penting mereka semua tidak putus komunikasi.
"Oh iya paman, Jangan katakan apapun kepada kedua orang tuaku kalau Julia berada di sini apapun alasannya. Tapi Julia nggak yakin sih kalau mereka akan mencari Julia." Ujar Julia lagi.
"Walaupun mereka tidak mencarimu, ada paman dan bibi yang akan selalu sayang padamu." Ujar Tuan Antonio lagi.
Setelah Tuan Antonio memeluk keponakannya, ia memberikan beberapa lembar uang cash ke tangan Julia selebihnya nanti akan ia transfer ke rekening saja. Julia tidak menolak, ia menerimanya dengan senang hati dan berjanji akan menggunakan uang paman dan bibinya dengan bijaksana.
Setelah sang Paman selesai memeluk erat keponakannya itu, kini giliran para kakak-kakak sepupu Julia. Mereka semua tiba-tiba menjadi cengeng, karena tak ada yang berhasil menahan air mata mereka. Perpisahan ini sangat berat apalagi mengingat adik mereka tinggal sendirian di negeri orang.
"dek... padahal Abang sudah tahan, tapi ngak bisa. hiks hiks. baik-baik ya disini. jangan lupa hubungi Abang.. hiks.." ujar Melvin memeluk erat adiknya itu. ia memeluk Julia hanya sebentar, mengingat waktu mereka tidak banyak lagi setelah itu gantian dengan yang lain.
"dek Abang pasti akan merindukanmu. padahal Abang sudah senang punya teman berangkat ke sekolah dan ada gandengan. tapi tidak apa-apa, kamu jaga diri di sini ya.. Abang sayang Adik.." ujar Abi ikut memeluk tubuh kecil Julia. Julia pun langsung membalas pelukan Abi tak kalah erat. berkat Abi dan saudara sepupunya yang lain, Julia dapat merasakan yang namanya kasih sayang saudara.
"ya bang maafin Julia ya. Abang rajin-rajin sekolahnya di sana, nanti kalau ada libur Abang ke sini temui Julia." ujar Julia sambil membalas pelukan Abi.
"dek. untuk penghasilan tiap bulan nanti akan Abang TF ya, pokoknya kamu di sini baik-baik dan jaga kesehatan dan juga jangan lupa makan. kalau ada apa-apa segera hubungi Abang ya.." ujar Aliando sambil merengkuh tubuh mungil adiknya.
"Iya Bang Al, makasih ya Bang.. Julia sayang Abang.." ujar Julia sambil meninggalkan wajahnya di dada bidang sang kakak. Aliando pun mengacu puncak kepala adiknya itu. kini giliran saudara sepupu bungsunya yang memeluk.
"adik baik-baik di sini ya. padahal Abang baru merasakan gimana rasanya memiliki adik perempuan. Tapi nggak papa, Abang akan selalu menjadi Abang yang baik buat adik. tapi ingat ya dek, jaga diri di sini kalau ada apa-apa segera kabari." ujar Arvin sambil mengecup sayang puncak kepala adiknya itu.
"Iya Bang... Julia mengerti.. Julia sayang Abang." balas Julia lagi. tapi ternyata kata-kata Julia itu mampu membuat Arvin dan yang lainnya menangis. karena Arvin menangis, Julia pun langsung menggoda kakak-kakaknya.
"Is paman... Kenapa abang-abang ganteng Julia pada menangis semuanya.. padahal kan Julia nggak cubit.." ujar Julia mencoba untuk mencairkan suasana.
Mereka yang mendengar penuturan Julia hanya terkekeh kecil. Kembali para saudara-saudara itu menyematkan beberapa nasehat kepada Julia sebelum mereka pergi. Tak lupa juga mereka memberikan masing-masing satu kartu yang bisa Julia gesek dan gunakan kapan saja.
"Terima kasih Kak. Kalau tidak ada kalian, Julia tidak akan tahu bagaimana rasanya disayang oleh seorang kakak, Julia doakan paman dan bibi selalu sehat dan juga abang-abang Julia cepat dapat jodoh hehehe." Ujar Julia lagi ya.