
Di tempat lain. Tepatnya di kediaman tuan besar Kusuma. Terlihat ada si kembar meta dan mita yang sedang mengadu kepada tuan Baskoro. Entah kenapa meta dan Mita yang sebelumnya tidak terlalu caper sebelumnya, seperti ini malah mengadu ke Tuan Baskoro.
"Kakek. kakek harus bantu kami. Gara-gara Kak Julia, kami berdua langsung dimarahi sama Kak Abi. Padahal kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi." Aduh meta yang mengada-ngada.
"Ya kakek, bahkan Kak Abi mengancam kami gara-gara Kak Julia." Timpal mita. Tuan Baskoro yang mendengarkan pengaduan cucu-cucu kesayangannya itu sontak menjadi marah. Apalagi tuan Baskoro memang tidak memiliki respect pada Julia.
"APA !!! Kurang ajar anak itu !! Berani beraninya Ia melakukan hal yang membuat kalian seperti ini.!!" Marah Tuan Baskoro.
"Iya kek. kak Abi juga sempat mau nampar meta." Tambah meta lagi.
semua yang mereka katakan mengenai Abi memang benar adanya, tapi aduan mereka yang mengatakan semua itu gara-gara Julia, tentu saja tidak. mereka berdua hanya ingin merusak nama baik Julia di depan kakek mereka.
Aduan kedua cucu kembarnya tentu saja membuat Tuan Baskoro menjadi marah dan murka kepada Julia. Dengan perasaan marah Ia langsung menyuruh Julia untuk datang ke rumah mereka. Tentu saja, tuan Baskoro menghubungi Tuan Sanjaya, selaku orang tua Julia.
Ditambah lagi, Tuan Baskoro memang tak memiliki nomor kontak Julia. Melihat amarah yang tercetak jelas di wajah Tuan Baskoro, meta dan Mita pun saling memandang satu sama lain dan tersenyum sinis. Mereka seolah-olah mengatakan Julia akan mampus hari ini karena mendapat amarah dari sang kakek.
Tut
"Ada apa ayah..??" Tanya tuan Sanjaya di seberang telepon.
"Di mana anak kurang ajar mu itu ? Suruh dia datang ke sini dan bertemu denganku.!!" Ujar Tuan Baskoro dengan marah. Tanpa mengatakan apapun lagi Tuan Baskoro langsung mematikan panggilan itu secara sepihak membuat Tuan Sanjaya bertanya-tanya.
"Apa yang terjadi dengan ayah ? Kenapa sepertinya ia sangat marah kepada Julia ada apa ini ya.." ujar Tuan Sanjaya yang tak lagi mencari siapa anak brengsek yang dimaksud oleh Tuan Baskoro. Agar tidak membuat ayahnya bertambah marah, Ia langsung menghubungi Tuan Sanjaya untuk membawa Julia bertemu dengan Tuan Baskoro.
"Halo ada apa Sanjaya...??" Tanya Tuan Antonio ketika mengangkat panggilan sang adik. Suaranya terkesan datar dan sangat dingin.
"Maaf mas, saya mengganggu. Tadi ayah menghubungi saya meminta Julia untuk bertemu dengannya. Dan nada suara ayah seperti sedang marah. Kira-kira mas tahu nggak apa yang terjadi..??" Tanya Tuan Sanjaya lagi.
Jujur saja, Tuan Sanjaya juga merasa cemas kepada anak tengahnya itu. ia takut Tuan Baskoro akan menghukum Julia lagi. Tuan Antonio pun sedikit tercengang mendengar laporan sang adik.
"Memangnya ada apa Sanjaya ? Kenapa ayah tiba-tiba meminta Julia untuk bertemu dengannya..?" Tanya Tuan Antonio balik membuat Tuan Sanjaya hanya mampu menempuk jidatnya saja.
Setelah itu Tuan Antonio langsung menutup panggilan dan memulai pekerjaannya kembali. Tapi ternyata Tuan Antonio malah kepikiran dan tidak fokus mengerjakan pekerjaannya saat ini.
Pikirannya tertuju pada Julia yang mendapatkan panggilan dari tuan Baskoro. Tuan Antonio tahu bahwa panggilan sang ayah bukanlah hal yang bisa dibanggakan atau dianggap remeh. Malahan pasti akan terjadi sesuatu dengan Julia.
"Aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku. Sebaiknya aku segera bertemu saja dengan ayah." Putus Tuan Antonio.
Akhirnya Tuan Antonio membiarkan pekerjaannya dan pergi menuju kediaman Tuan Baskoro. Sesampainya Tuan Antonio di sana, terlihat si kembar meta dan Mita serta kedua orang tuanya. Ia mengamati wajah sang ayah yang begitu merah sepertinya sedang menahan emosi. Terlihat meta dan Mita seperti menyampaikan sesuatu yang memancing emosi Tuan Baskoro muncul di permukaan.
"Ayah ada apa ? Tadi Sanjaya menghubungiku. Dan mengatakan kalau ayah ingin bertemu dengan Julia. ? Bisa ayah katakan kepadaku Apa yang terjadi..??" Tanya Tuan Antonio kepada ayahnya itu. Tuan Baskoro yang diliputi amarah langsung menatap nyalang ke arah anak keduanya itu.
"Di mana anak itu kenapa kamu yang datang !!" Ujar Tuan Baskoro dengan ekspresi menyeramkan. Sementara Mita dan Mita malah menundukkan kepala mereka tak berani menatap sang paman. Mereka tahu bahwa Paman mereka ini pasti akan membela Julia mati-matian.
"Anak itu yang mana? Dia punya nama ayah." Ujar Tuan Antonio dengan nada suara yang rendah namun terkesan dingin.
Ia tidak suka mendengar sang ayah mengatakan Julia sebagai orang lain. Tuan Baskoro yang mendengar penuturan anaknya Langsung menghela nafasnya untuk menormalkan emosinya tersebut.
"Kamu tidak usah membelanya. Kedua keponakanmu ini mengatakan kepada ayah bahwa, Julia berulah lagi di sekolah. Sampai akhirnya Abi memarahi dan membentak mereka berdua dan nyaris menampar pipi mereka. Ayah ingin bertemu dengan anak sialan itu untuk memberinya pelajaran.!!" Seru Tuan Baskoro lagi mengatakan apa yang disampaikan oleh kedua cucu kesayangannya ini.
Mendengar penuturan Tuan Baskoro membuat Tuan Sanjaya mengalihkan pandangannya ke arah kedua keponakan kembarnya. Kemudian menatap mereka satu persatu yang sedang tertunduk.
"Benarkah seperti itu ?? Apakah kalian tidak menambah-nambahkan atau membuat masalah dengan memfitnah saudara kalian sendiri." Ujar Tuan Antonio lagi dengan dingin. Tuan Baskoro yang mendengar Tuan Antonio malah menyalahkan kedua cucu kesayangannya itu langsung berkilah.
"Kamu tidak usah menyalahkan mereka !! Pastilah mereka akan mengatakan kebenarannya. Memang dasar anak pembawa sial itu saja yang tidak tahu diri. ia yang selalu membuat ulah. Sudahlah bodoh, Tidak tahu terima kasih, suka membuat ulah pula !!!" Ujar Tuan Baskoro yang sukses membuat Tuan Antonio tersenyum mendengar umpatan dan makian Tuan Baskoro. Seolah mulut Tuan Baskoro begitu ringan menghina cucu dan keturunannya sendiri.
"Ayah kenapa berbicara keterlaluan seperti itu..?? Walaupun Julia seperti yang ayah katakan itu, tapi dia masih cucu ayah keturunan keluarga kusuma. Ayah teganya mengatakan hal seperti itu !! jikalau saja Julia mendengarkan apa yang ayah katakan ini, Ia pasti sakit hati ayah.!!" Ujar Tuan Antonio lagi mendadak suaranya agak naik satu oktaf. Tuan Baskoro menatap benci ke arah Putra keduanya ini.
"Kenapa kamu senang sekali membela anak yang tidak tahu diuntung itu !! Hanya karena anak itu, kamu berani melawan aku sebagai ayahmu !! Dengar Antonio ! Aku ini ayahmu ayah kandungmu. Tidak sepantasnya kamu menentangku hanya karena cucu yang tidak ada gunanya itu.!" Ujar Tuan Baskoro yang kali ini telah berdiri dari duduknya. Amarahnya begitu meluap-luap. Mendengar penuturan tuan baskoror tuan Antonio menutup matanya sembari menenangkan hati dan pikirannya.
"Baik-baik. Aku akan mengajak Julia ke sini nanti. Dan akan aku tanyakan kebenarannya kepada Abi dan anak-anak lainnya. Jika ujung-ujungnya kalian berdua memfitnah Julia. Maka mulai sekarang Paman akan mengambil tindakan kepada kalian berdua Dan kamu juga ayah." Ujar Tuan Antonio yang sekarang melembutkan suaranya.