
Tuan Sanjaya pun tersenyum dan mengusap pelan kepala putrinya.
"Kalau papa sudah kembali ke Jakarta, kamu jangan lupa jaga kesehatan ya nak. jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja. Pelan-pelan saja.. papa yakin bisnis yang kamu rencanakan pasti akan sukses." Ujar Tuan Sanjaya lagi kepada putrinya. Julia pun tersenyum menanggapi penuturan Tuan Sanjaya itu.
"Iya Pa. Terima kasih atas perhatian dan bimbingan papa ya.. pokoknya doakan saja Julia semoga menjadi anak yang sukses dan bisa membahagiakan papa dan Mama nantinya. Ya walaupun Mama masih belum bisa menerimaku Begitu juga dengan keluarga Kusuma lainnya termasuk kakek Baskoro. Yang penting Julia berdoa saja mudah-mudahan kakek dan yang lainnya tetap sehat dan beraktivitas seperti sedia kala." Ujar Julia sambil memeluk tubuh Tuan Sanjaya lagi. Rasanya Julia ingin sekali menghabiskan waktu bersama papanya sebelum waktu mereka berakhir. Namun tentu saja Julia tidak bisa karena masih banyak pekerjaan yang harus ia lakukan belum lagi tugas-tugas kuliahnya yang harus ia selesaikan.
"Ya sudah pah, sebaiknya papa istirahat aja lagi. Besok papa akan melakukan perjalanan jauh." Ujar Julia memerintah ayahnya. Tuan Sanjaya pun mengusap-usap kepala putrinya lagi sambil tersenyum.
"Bukankah itu kebalik ya nak. Seharusnya papa yang mengatakan menyuruhmu untuk beristirahat.." ujar Tuan Sanjaya lagi yang sukses membuat Julia terkekeh mendengarkan aturan ayahnya.
"Hehehe maaf Pa.. mau bagaimana lagi, Julia memiliki banyak pekerjaan dan tidak bisa ditinggal. Kalau tidak pekerjaan Julia akan menumpuk." Ujar Julia lagi kepada tuan Sanjaya sambil memanyunkan bibirnya.
"Ya sudah, tapi kalau sudah jam 10.00 segera hentikan kegiatanmu dan istirahat ya nak. Papa masuk dulu mau beristirahat." Ujar Tuan Sanjaya lagi kepada putrinya.
Julia pun langsung menganggukkan kepalanya. setelah itu, Tuan Sanjaya langsung meninggalkan meja di ruang tamu dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Sementara itu, sepeninggalan Tuan Sanjaya Julia malah menghela nafasnya agak sedikit gusar. Mungkin perasaannya sedang sedih saat ini mendengar bahwa besok ayahnya akan kembali ke Jakarta lagi.
"Tenanglah Julia, kamu gadis yang kuat. bukankah sudah biasa kamu ditinggalkan seperti ini. lagi pula, papa sudah menerima diriku dengan baik." Monolog Julia kepada dirinya sendiri sedikit memberikan nasehat untuk menenangkan perasaannya. Setelah itu Julia kembali melanjutkan aktivitas membuat tugasnya itu sampai waktu menunjukkan jam 12.00 malam. ia pun tak sadar bahwa waktu telah berlalu selama itu.
"Aduh.. Aku sampai lupa waktu.. untung papa ngak bangun. bisa-bisa aku kena omel sepanjang rel kereta api nanti.." ujar Julia lagi sambil mematikan komputernya.
Kemudian ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung masuk ke dalam kamarnya dengan cara menggandap agar tidak menimbulkan suara yang mampu membangunkan Tuan Sanjaya. Sesampainya Julia di dalam kamarnya, dan tanpa melakukan hal apapun lagi, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur spring bed nya itu.
Namun sebelum memejamkan mata, Ia ingat bawa hp-nya dalam mode silent agar konsentrasi Julia yang sedang mengerjakan tugas dan beberapa pekerjaannya tidak pecah. Saya Julia mengaktifkan kembali handphonenya, ia melihat beberapa panggilan tak terjawab dari nomor Brian. Bahkan beberapa pesan masuk pun di sana berderet menanyakan dirinya.
Pesan itu seperti menanyakan apakah yang dilakukan Julia saat ini, kemudian apakah dirinya sudah makan atau belum, lalu menanyakan lagi, apakah keesokan harinya Ia memiliki agenda atau acara. Dan masih banyak lagi buntut-buntut dari pesan singkat yang dikirimkan oleh Bryan. Julia sendiri yang membaca pesan-pesan random itu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
"Apakah Brian tidak bosan-bosan mengirimkan pesan kepada aku ya.. sudah sebulan yang lalu selalu menerorku mengirimkan chatingan dan juga menelpon.. aku tidak habis pikir sekarang.." monolog Julia lagi dengan pelan kemudian ia kembali mematikan handphonenya dan kemudian tertidur.
***
"Selamat pagi Putri papa yang cantik.. masak sarapan apa sayang..??" Tanya Tuan Sanjaya langsung mengambil posisi tempat duduknya seperti biasa. Julia yang melihat kedatangan ayahnya pun langsung mempersiapkan sarapan untuk mereka dan juga menyuguhkan sarapan untuk apanya itu.
"Biasa pah, Julia pengen sarapan nasi goreng. makannya Julia membuat nasi goreng seafood. Papa nggak alergi seafood kan..??" Tanya Julia lagi kepada tuan Sanjaya.
Tuan Sanjaya pun langsung menggelengkan kepalanya. memang dia tidak punya alergi apapun mengenai makanan seafood. Dirinya yang dilayani begitu telaten oleh putrinya menjadi terharu. Rasa hangat menjalar dalam hatinya dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia sangat bangga melihat putrinya yang begitu sangat memperhatikannya. Tuan Sanjaya sendiri yakin, kalau di saat putrinya menikah nanti, suaminya pasti akan sangat beruntung memiliki istri seperti dirinya.
"Terima kasih sudah memasak kan papa nasi goreng seafood ini.. jujur papa baru pertama kali makan nasi goreng seafood buatan mu.. hehehe.... Biasanya papa selalu makan sarapan nasi goreng pakai telur dan sayur selada saja." Ujar Tuan Sanjaya lagi kepada putrinya sambil tersenyum senang dan juga fokus menyantap sarapannya.
Julia pun tersenyum mendengar penuturan Tuan Sanjaya. Apapun yang Julia suguhkan untuk sarapan maupun makanan berat untuk sang ayah selalu diterima dengan baik dan berujung mendapat pujian. Karena memang masakan Julia seenak itu.
"Makasih papa.. makan yang banyak ya pah, jangan lupa minumannya juga.." setelah itu Julia ikut duduk dan sarapan bersama dengan Tuan Sanjaya.
***
Dan tak lama, waktu perpisahan antara ayah dan anak itu pun akhirnya tiba. Saat ini Julia dan Tuan Sanjaya telah berada di bandara Minangkabau dan saling berpelukan untuk melepas satu sama lain.
"Papa hati-hati Ya, nanti kalau udah sampai Jakarta jangan lupa hubungi Julia.." ujar Julia sambil memeluk erat tubuh ayahnya itu begitu juga dengan Tuan Sanjaya. Yang meninggalkan beberapa kecupan hangat di pipi dan kening putrinya itu.
"Iya sayang. kamu juga hati-hati di sini ya.. kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi dan kabari papa atau saudara-saudaramu yang lain." Ujar Tuan Sanjaya lagi kembali menenggelamkan kecupan sekali lagi di kening putrinya.
"Iya Pak sip.. papa terima kasih udah berkunjung ya, nanti sering-sering datang lagi.. hehehe.." ujar Julia sambil tersenyum kepada Tuan Sanjaya. Dan 5 menit kemudian pemberitahuan keberangkatan pesawat pun segera terdengar sehingga membuat Tuan Sanjaya langsung meninggalkan putrinya di sana walau pun tidak tega.
"Ya sudah, papa berangkat dulu ya sayang. Ingat jaga kesehatan dan pulangnya juga jangan ngebut-ngebut.. papa berangkat ya kamu baik-baik di sini nak.." ujar Tuan Sanjaya lagi sambil kembali mencium sayang putrinya berkali-kali.