JULIA

JULIA
64. ingin pindah ke pulau Sumatera



Namun hatinya tidak bisa mentoleransi lagi. untuk menjaga pikirannya tetap waras dia harus melakukan hal ini. Tuan Antonio yang mendengarkan penuturan Julia langsung memejamkan matanya. Hal inilah yang ia takutkan. Ketika keponakannya memilih untuk menjauh dari jangkauannya dan hidup sendiri.


"Tapi nak, ke mana kamu akan pergi..?? Apakah keputusan ini juga sudah kamu pikirkan matang-matang..??" Tanya Tuan Antonio lagi. Julia pun langsung menganggukkan kepalanya dengan yakin.


"Aku sudah memikirkannya paman. Untuk menjaga agar pikiranku tetap waras, aku harus meninggalkan kota ini dan memulai hidupku yang baru. Aku ingin belajar mandiri Paman tanpa harus bergantung lagi pada orang lain." Ujar Julia lagi.


Tuan Antonio menggelengkan kepalanya, tapi bukan berarti ia tidak menyetujui hal tersebut. Sementara nyonya Salsa yang mengerti langsung memegang bahu sang suami. Sementara itu Abi juga keberatan dengan keputusan sang adik.


"Tapi dek. Kalau kamu pergi dan pindah ke tempat lain, siapa yang akan menjagamu. Kami tentu saja tidak akan mengizinkan kamu pergi begitu saja... " Ujar Abi yang tidak terima.


Di sisi lain, keputusan ini memang tepat untuk Julia, tapi di lain sisi keputusan tersebut terlalu beresiko untuknya yang masih seorang anak berusia 17 tahun. Hidup di luar tanpa kedua orang tua tentu saja sangat sulit. Tuan Antonio yang mendapatkan genggaman dari sang istri langsung mengangguk paham. Seolah nyonya Salsa dan Tuan Antonio hatinya saling terkait.


"Baiklah. Paman pikirkan dulu ya... Dan sebaiknya kalian semua kembali istirahat di kamar kalian masing-masing. Ingat Julia jangan lakukan hal yang nekat ya nak, Paman akan memikirkan tentang usul yang kamu berikan. Nanti setelah makan malam Paman akan memberikan keputusan paman. Sekarang sebaiknya, kita semua kembali istirahat dulu ya.." ujar Tuan Antonio dengan suara yang santai dan lembut kepada anak-anaknya itu.


Arvin, Aliando, Melvin dan Abimanyu sebenarnya tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh sang ayah. Julia pun mengerti, jadi ia mengurungkan niatnya untuk kabur.


walaupun anak-anak tuan Antonio tidak setuju, Tapi lagi-lagi mau tidak mau mereka harus menerima apa saja yang diputuskan oleh Tuan Antonio untuk adik mereka itu. Yang pasti, mereka tetap memantau Julia walaupun berada di kejauhan.


"Baiklah pah, ma. Kita istirahat dulu. Ingat, papa dan mama harus memberikan keputusan yang terbaik ya.." ujar Abimanyu kepada kedua orang tuanya.


Bukan ingin mengatur keputusan kedua orang tuanya, Abi hanya ingin Tuan Antonio memberikan keputusan yang pasti untuk Julia, dan mereka juga masih bisa memantau keadaan adik mereka dari jauh.


Setelah mengatakan hal itu, mereka semua pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mereka masing-masing termasuk Julia. Selepas kepergian anak-anak, Tuan Antonio dan nyonya Salsa pun ikut masuk ke dalam kamar mereka. Ternyata bukannya istirahat, mereka malah berdiskusi untuk merembukkan masalah yang terjadi.


"Bagaimana ini pah. Sebetulnya Mama tidak setuju Kalau Julia harus pindah dan hidup sendirian di luar sana. Hidup di sana sangat keras dan kejam. mama takut terjadi sesuatu padanya nanti." Ujar nyonya Salsa kepada sang suami. Tuan Antonio pun menarik nafasnya dengan gusar.


"Entahlah mah.. papa juga merasa bingung untuk memutuskan masalah ini. Di satu sisi, papa sangat sayang dan juga kasihan pada Julia yang harus tertekan akibat perlakuan kedua orang tuanya. Dan papa juga ingin Julia tetap berada di sini dan kita rawat Ia sampai sukses. Tapi papa juga takut, jika Julia terus berada di tempat ini, ia akan lebih tertekan dan mungkin hal yang ditakutkan malah akan terjadi. Papa takut dia depresi dan berakhir melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan." Ujar Tuan Antonio dengan bijak. Nyonya Salsa juga menganggukkan kepalanya, ia mengerti apa yang menjadi ketakutan sang suami.


"Lalu Bagaimana menurut Mama.. Kalau papa, papa akan membiarkannya pindah ke kota lain tetapi dengan syarat Julia harus terus berada dalam pantauan kita. Kita terus mengirimkan Julia uang untuk memenuhi kebutuhannya di luar sana, dan jika ada waktu luang kita akan berkunjung ke tempat itu. Bagaimana menurut Mama..?" Tanya Tuan Antonio kepada istrinya. Nyonya Salsa pun langsung setuju mendengar urusan suami.


"Baiklah mah. Berarti fix ya.. tapi yang jadi pertanyaan, bagusnya ke mana kita akan mengirim Julia..?"tanya Tuan Antonio kembali kepada sang istri. Nyonya Salsa kembali melihat ke arah sang suami.


"Kalau menurut Mama sih pah, lebih baik kita tanyakan hal ini kepada Julia saja. Apakah Julia mau pindah ke luar negeri atau ke luar kota. Takutnya kalau nanti kita yang memutuskan Julia malah keberatan Dan tidak suka." Ujar nyonya Salsa kembali bijaksana. Tuan Antonio pun mengganggu anggukan kepalanya setuju.


"Baiklah kalau begitu... Ternyata mama cukup hebat diajak diskusi seperti ini ya.. papa sangat beruntung mendapatkan mama.. terima kasih sayang.." ujar Tuan Antonio mencoba bermanja kepada istrinya itu. Nyonya Salsa langsung dibuat salah tingkah dengan aksi dan penuturan suaminya itu.


***


Waktu makan malam pun tiba, semua yang ada di kediaman Tuan Antonio berkumpul di meja makan untuk mengikuti ritual makan malam bersama. Raut wajah mereka terlihat berbeda-beda yang pasti tak ada raut wajah bahagia. Apalagi dengan Julia, wajahnya terlihat murung dan matanya kembali membengkak. Mereka yakin pasti Julia menangis sendiri di kamarnya. Berbagai macam hidangan telah terhidang di atas meja.


"Ayo kita makan dulu. Setelah ini baru papa akan menyampaikan keputusan papa... " Ujar Tuan Antonio kepada anak-anaknya.


Setelah mendengar penuturan Antonio semua wajah anak-anaknya kembali suram termasuk nyonya Salsa. Akhirnya mereka pun makan dengan Hening tak seperti biasanya yang setiap keluarga ini makan malam selalu disertai dengan canda tawa.


Tapi malam ini terlihat berbeda, jangankan gurauan yang dilontarkan oleh anak-anak Tuan Antonio, bahkan seulas senyum pun enggan mereka perlihatkan.


Setelah mereka selesai makan malam, mereka semua pun langsung beralih berkumpul di ruang tamu. Kini mereka akan bersiap untuk mendengar keputusan yang akan diberikan oleh Tuan Antonio


"Sebelum papa memberikan keputusan. Papa mau tanya dulu sama adek, Adik mau pindah ke mana..?? Luar negeri apa luar kota..??* Tanya Tuan Antonio memulai pembicaraan. Julia dapat menembak dari segi pertanyaan yang dilontarkan sang paman sudah pasti apa yang dihaturkannya tadi siang disetujui oleh pamannya.


"Julia ingin pindah ke luar kota saja paman, tapi agak jauhan dari kota ini." Ujar Julia kepada pamannya.


"Ke mana itu..??" Tanya sang Paman lagi.


"Julia mau pindah ke pulau Sumatera, Julia ingin tinggal dan bersekolah di Sumatera barat saja." Ujar Julia kepada pamannya.