JULIA

JULIA
51. akun yang banyak jebakan



Penuturan Julia tentu saja tidak bisa diterima begitu saja oleh Melvin. Tapi, Melvin juga tidak mungkin menunjukkan hal itu di hadapan sang adik.


"Baiklah kalau begitu. Pokoknya kalau ada apa-apa, jangan sungkan untuk menghubungi Abang." Ujar melvin dan langsung memeluk sekilas tubuh adik sepupunya itu.


Sementara itu, Arvin kembali mengotak-atik handphonenya, suasana di rumah makan tersebut mendadak menjadi hening. Apalagi ekspresi ketika saudara Abi dan Julia itu memperlihatkan ekspresi marah.


Tujuan Arvin saat ini adalah mencari akun tersebut. Dan tak lama mereka menemukan sang pemilik akun, walaupun akun itu adalah akun fake, namun tanpa celah mereka dapat mengenali pemilik akun tersebut. Siapa lagi kalau bukan salah satu teman meta dan Mita. Yaitu Karina.


Karina ini adalah salah satu teman meta dan Mita yang jarang bergabung dengan mereka. karena, konon katanya dirinya sibuk di rumah.


Bahkan di sekolah pun mereka hanya bertegur sapa sebentar. setelah itu Karina akan meninggalkan mereka. Saat itu, memang persahabatan sikembar meta, Mita dan Karina tidak terlalu menonjol. namun Karina cukup tahu bahwa meta dan Mita selalu diganggu oleh Julia yang ia anggap hanya sebatas senior di sekolah mereka.


Ia juga tidak tahu kalau Julia itu adalah saudara kandung dari kedua sahabatnya. Pada saat postingan foto di grup sekolah siang itu, Ia hanya mengambil foto tersebut dari sana, tanpa menindaklanjuti apa yang terjadi selanjutnya. Karena itulah, karena kekurangan informasi mengenai Julia dan dengan siapa dirinya saat itu, Karina dengan santainya membuat caption seperti itu..


"Pemilik akunnya Karina Puspita. Mari kita lihat.." ujar Arvin dengan senyum sinis.


Sementara Aliando, Melvin dan yang lainnya ikut memperhatikan tangan Arvin yang bergerak cepat di layar monitor hp-nya. Namun saat Arvin menyadari sesuatu tentang kebenaran karina itu, Ia malah menutup handphonenya dan melihat kedua adik-adiknya.


"Eh.! kok ditutup sih Kak. kita kan lagi ngikutin Kakak untuk mencari akun itu. Udah ketemu tapi ditutup.." protes Aliando kepada kakak pertamanya itu. Arvin pun langsung menepuk kepala kedua adiknya dengan telapak tangannya.


"Kalian berdua masih dibawah umur, dan informasi mengenai si Karina ini banyak jebakan. Nanti akan Abang urus sendiri." Ujarnya dengan wajah kocak melihat ekspresi kedua adiknya setelah mengatakan bahwa kedua adiknya itu masih berada di bawah umur. Aliando memanyunkan bibirnya.


"jebakan..?? jebakan apa..?? jebakan Batman..??" ujar Aliando dengan nada kesalnya.


"Kakak mengatakan kami masih berada di bawah umur..?? Denger ya Kak gini-gini kita itu sud-" ucapan Aliando lagi, tapi malah terpotong dengan suara nyonya salsa.


Nyonya salsa langsung nggak motong ucapan Aliando karena ia yakin anaknya itu pasti akan berbicara ngelantur sementara di sisi mereka masih ada Abi dan juga Julia.


"Sudah jangan dilanjutkan lagi.. biarkan kakakmu bekerja dulu. Dan kalian berdua Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak karena di sini masih ada dua anak yang di bawah umur.." ujar nyonya salsa kepada anak-anaknya.


Mereka semua langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Abi dan juga Julia. Abi tentu saja menjadi kesal.


"Apa liat-liat. Aku juga bukan anak di bawah umur lagi. Aku sudah berumur 18 tahun." Ucap Abi dengan ketus, Ia cukup kesal mendengar penuturan mamanya itu.


Kalau ada masalah yang seperti ini, apa-apa mereka selalu mengatakan masih ada anak di bawah umur. ingin sekali rasanya Abi mengatakan bahwa, dirinya juga sudah bisa menghasilkan anak. 😆 mendengar penuturan Abi, semuanya pun terkekeh.


"Tuh benar, kamu masih di bawah umur. Yang dibilang dewasa itu adalah anak yang sudah berumur 21 tahun keatas, memangnya kamu sudah berumur 21 tahun..? Belum kan ? itu artinya kamu masih berada di bawah umur." Cetus Arvin kepada adiknya.


Abi pun langsung memutar bola matanya dan malas. Ini yang paling tidak habis senangi dari kakak-kakaknya, boleh saja mereka kompak dalam semua hal, tapi kalau sudah menyangkut umur atau pembicaraan orang dewasa, Abimanyu akan disisihkan sendiri oleh keluarganya. Padahal dirinya sangat ingin tahu apa saja urusan-urusan orang dewasa itu. Kepo memang.


"Memangnya kenapa kak kalau masih di bawah umur..?? Ada yang salah ya..??" Tanya Julia dengan ekspresi lucu. Semuanya pun langsung mengarahkan atensi mereka ke arah Julia saat mendengar pertanyaan beliau. Sementara nyonya salsa langsung melototi anak-anaknya. seolah-olah ingin mengatakan 'Jangan mengatakan apapun kepada adikmu atau jangan mengotori pikiran adikmu'


"Kan. Mama sudah bilang... Jangan bahas masalah umur didepan adik kalian. Dan kamu sayang, jangan dengarkan pembahasan kakak-kakak kamu. Mereka sedang berbicara ngaur." Ujar nyonya salsa kembali memelankan suaranya, setelah tadi menegur anak-anak nya dengan suara yang naik satu oktaf.


Julia yang mengerti pun langsung menganggukkan kepalanya, Ia tidak akan bertanya lagi. Karena dirinya harus belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Yaitu istilah jangan terlalu ikut campur urusan orang lain nanti ujung-ujungnya akan mendapatkan petaka.


"Iya dek. jangan tanyakan apa-apa kepada mereka. Kita sama mereka itu tidak sama. Mereka sudah dewasa dan juga perjaka tua hahaha. Dan kamu tahu nggak dek mereka bertiga itu tidak pernah laku-laku.." ujar Abi menyindir kakak-kakaknya. Sementara Julia yang mendengar sindiran saudara sepupunya kepada kakak-kakak mereka itu langsung terkekeh kecil.


"Kok bisa nggak laku. ?? Padahal kan ketiga Abang Julia ganteng semua..?? Jangan-jangan gantengnya palsu lagi.. atau Kakak bertiga operasi plastik ya.." ujar Julia dengan ekspresi wajah yang serius.


Ia menatap serius menunggu jawaban dari ketiga kakaknya. Abimanyu yang mendapati saudara sepupunya itu begitu polos dan lugu langsung tertawa terbahak-bahak. Sementara ketiga saudara mereka yang lain malam melayangkan mata melotot ke arah Abi.


"Diam kamu Abi !! Itu semua gara-gara kamu ya.. sayang wajah tampan yang kakak-kakak kamu ini miliki adalah warisan turun-temurun. Bukan hasil dari operasi plastik.." jelas Arvin kepada adik sepupunya itu.


"Oh berarti wajah tampan itu bisa diwariskan ya Bang..?? Nanti kalau Julia sudah punya anak akan Julia wariskan kecantikan Julia pada anak Julia hehehe.. tapi nanti cari bapaknya yang ganteng biar kalau cowok bisa mewarisi ketampanan bapaknya ya kan bang..?" ujar Julia lagi dengan ekspresi yang begitu lucu.


Semua yang ada di sana pun langsung menepuk jidat mereka setelah mendengar penuturan Julia. sementara Arvin, orang yang awalnya memancing pemikiran itu langsung menggaruk-garut kepalanya tidak mengerti. Iya tidak tahu harus mengatakan apalagi kepada saudara sepupunya ini. sulit sekali mengatakan hal seperti itu kepada orang yang polos dan lugu.