JULIA

JULIA
54. sikap manis Abi kepada adik sepupunya



Sementara teman yang lainnya mengerutkan kening mereka setelah mendengar penuturan Ariel.


"Hah..!! Jadi Superman..?? Memang nya apa hubungannya dengan Abi dan Julia. Kalau kamu tiba-tiba jadi spider-man atau Superman,, berarti miring dong.." timpal Charles dengan polosnya.


Semuanya pun tertawa kecuali Brian. Ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Bagaimana ya cara ku untuk memulai mendekati Julia. Seperti akan sangat sulit. Apalagi, tu cowok tidak pernah jauh dari jangkauan Julia.) Batin Brian.


Karena beberapa hari belakangan semenjak Abi datang dan sekolah di tempat ini, ia sama sekali tak mau menjauh dengan Julia barang sedikitpun. Kecuali kalau Julia sedang ketoilet, atau sedang dalam kelas.


Selebihnya, Abi selalu memonopoli sang adik. Wajar Abi melakukan hal itu, karena ia pikir adiknya tidak memiliki satu teman pun di sekolah ini. Hanya ada dirinya dan otomatis dirinya lah yang akan melindungi sang adik sepupu.


"Ayo masuk dek..." Ucapan Abi itu langsung membiarkan lamunan Brian.


Ia langsung melayangkan tatapannya ke arah Julia dan Abi yang sedang berjalan meninggalkan parkiran sekolah. Satu pertanyaan Kenapa Abi senang menaiki motor matic ketika berangkat sekolah bersama adiknya. itu karena Abi menginginkan Julia duduk dengan nyaman tanpa harus bersandar di punggungnya ada yang ujung-ujungnya pasti akan membuat pinggangnya encok.


"Eh ngapain kita masih di sini. Ayo masuk juga atau kalian ingin bolos." Ujar Brian tiba-tiba setelah mengatakan hal itu dirinya langsung beranjak dari posisi tempat duduknya dan meninggalkan parkiran sekolah menyusul Abi dan Julia masuk mengitari koridor sekolah.


Lagi-lagi teman-teman Brian dibuat bingung dengan sikapnya.


"Is !! Brian itu kebiasaan meninggalkan kita seperti ini. Dia itu kenapa sih..??" Protes Galang. Mereka semua juga membenarkan Apa yang diucapkan oleh Galang.


"Iya kamu benar. Semenjak makhluk halus cantik itu tak lagi menempeli dirinya, Brian mulai menunjukkan perubahan sikapnya yang seperti ini. Sepertinya perubahan sikap Brian muncul karena efek sang Nona halus yang tidak lagi mengejar dirinya, sehingga merubah semua perasaan Brian." Ujar mereka dengan sembarangan dan asal jiplak saja.


Mereka mengatakan hal itu bukan tanpa alasan, tetapi karena setelah Julia memutuskan tak lagi mengejar Brian, sifat Brian langsung berubah 180 derajat dari sifat yang biasanya.


"Ya udah sih.. Ayo masuk.." mereka semua pun kembali meninggalkan parkiran sekolah dan masuk ke ruangan masing-masing.


Tentu saja di mana ada Abi dan Bryan satu ruangan. Setelah itu proses belajar mengajar pun dimulai. Tak lama proses belajar mengajar pun berakhir. Waktunya bagi para siswa dan siswi untuk mengistirahatkan otak mereka dan mengisi perut mereka itu.


Seperti biasa Abi bangkit dari posisi duduknya setelah membereskan meja nya dan keluar menuju ruang kelas sang adik. Yang ternyata, terlihat Julia yang sedang mengobrol Santai dengan beberapa teman-teman sekelasnya yang lain.


Tampaknya Julia sudah mulai diterima oleh teman-temannya dan mulai bersosialisasi dengan baik. Abi tersenyum dan langsung melenggang masuk.


"Hem.. selamat siang princess-nya abang.. ayo sayang kita ke kantin.." ujar Abi dengan penuh kasih sayang.


Para siswi yang tadi mengobrol santai dengan Julia dibuat histeris dengan perlakuan manis sang kakak sepupu itu. Sementara Julia sendiri dibuat malu dengan tingkah sang kakak.


Tujuan mereka saat ini adalah kantin. Sesampainya mereka di luar berpapasan dengan Brian yang berada di belakang mereka. Brian yang melihat keakraban Abi dan Julia entah kenapa menjadi tidak suka. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai memutih.


(Seharusnya aku yang di sana.. lihat saja aku akan memenangkan hatimu kembali...) Batin Bryan.


Dalam beberapa hari ini juga sifatnya pada melodi berubah. Dirinya tak lagi menghiraukan melodi yang selalu ingin dekat dengannya. Perasaannya terhadap melodi pun tidak pernah berubah, di mana ia menganggap melodi hanya sekedar adiknya saja.


Dengan perasaan yang yang dongkol, Brian ikut berjalan di belakang Abi dan Julia. Sesampainya mereka di kantin Abi langsung mempersilahkan adiknya duduk dan ia sendiri akan memesan makanan untuk mereka.


"Kamu pesan apa dek..??" Tanya Abi kepada Julia.


"Soto ayam saja kak.. pakai nasi ya.." ujar Julia kepada kakaknya.


Abi pun langsung menganggukkan kepalanya dan bergegas memesan makanan untuk mereka. Abi dan Julia tidak tahu saja bahwa si kembar meta dan Mita sedang melihat ke arah mereka dengan tatapan yang berbeda-beda.


Meta melihat ke arah Julia dengan tatapan benci dan ingin sekali melabrak Julia. Tapi ia tidak bisa bertindak saat ini karena Abi masih berada di sisinya. Meta juga memikirkan akan sangat sulit untuk mengerjai Julia apalagi para saudara sepupu itu tidak pernah jauh dari sisi Julia dan Julia sendiri juga tidak terlalu suka pergi sendirian.


(Bagaimana aku bisa mengerjai Julia. Anak itu selalu dikelilingi oleh saudara sepupu yang lain. Lagian ngapain sih harus dilindungi segala. Memangnya dia itu emas apa..!!) Batin meta yang kesal melihat perlakuan semua saudara sepupunya dari pihak pamannya itu.


Dalam hatinya juga merasa cemburu karena Julia mendapatkan perhatian yang lebih dari keluarga sang paman. Dia juga ingin berada di posisi itu.


(Lihat saja aku akan membuat paman dan bibi membencimu dan membuat mereka menjauh darimu. Bila perlu mereka mengusirmu dari rumah mereka.) Batin meta lagi dengan tatapannya yang tak pernah beralih dari Julia. Sementara Mita memikirkan hal lain dalam hatinya.


(Dia adalah kakakku. Kakak kandungku. Tapi hubungan kami seperti orang asing. Aku sadar selama ini aku banyak berbuat salah gara-gara ngikut ucapan meta. Alhasil kami jadi dihukum oleh papa.) Batin Mita Yang sepertinya sifatnya berbeda dengan meta. Tak lama Abi datang membawa dua mangkuk k soto ayam pakai nasi dan 2 buah minuman segar untuk mereka.


"Pesanannya datang yang mulia Putri...!!" Seru Abi dengan ekspresi lebaynya membuat Julia malu saja. Tapi Julia sangat senang mendapatkan perlakuan tersebut. Abi langsung meletakkan soto ayam itu di hadapan Julia agar segera dilahap oleh sang pemilik.


"Silakan di mamam tuan putri..." Ujar Abi lagi. Julia tersenyum malu melihat tingkah laku kakaknya yang memperlakukannya seperti anak kecil saja.


"Ih, abang seperti anak kecil deh.. malu bang diliatin banyak orang..." Ucapnya.


Abi terkekeh dan mengedarkan pandangannya ke sana kemari. Benar saja, semua pandangan siswa dan siswi yang ada di sana mengarah kepada Mereka. Sebagian besar dari mereka menatap penuh kagum ke arah mereka.


Dan sebagian lagi ada yang bersikap biasa-biasa saja dan juga ada yang menatap dengan cemburu. Siapa lagi kalau bukan Brian, meta dan melodi. Entah kenapa mereka melayangkan tatapan cemburu ke arah keduanya.


"Biarkan saja.. kan Kakak sedang pacaran sama adek kakak...." Ujar Brian merasa bodo amat.