JULIA

JULIA
59. sedang tidak di rumah



Abi dan yang lainnya pun langsung menepuk kepala mereka. Bagaimana konsepnya, kalau Abi sedang pergi bulan madu tapi malah mengajak Julia, bisa-bisa bulan madu mereka tidak akan berjalan sesuai dengan harapan mereka. Tak akan bisa mesra-mesraan dan berdua-duaan bersama dengan pasangan karena adanya orang ketiga hahaha.


"Nanti akan Abang pikirkan. Untuk sekarang lebih baik kita menikmati pemandangan saja sambil makan makanan enak." Ujar Abi mengalihkan pemikiran sang adik.


Ia mengambil lagi satu nugget utuh dan mengangkatnya di tengah-tengah untuk melakukan Chis kepada yang lain. Semua pun ikut membalas, jadilah keluarga yang berlibur itu penuh dengan kebahagiaan.


***


Esok hari menjelang. Berhubung sekarang adalah hari libur. Raka dan Ridho memutuskan untuk pergi berkunjung ke rumah sang Paman. Mereka tentu saja memiliki niat pergi kesana, dimana mereka ingin bertemu dengan adik mereka Julia. Sesampainya mereka di kediaman sang paman, keduanya langsung disambut oleh pak mamang dan Pak Toto.


"Selamat siang tuan muda.. apakah ada yang bisa kami bantu..??" Ujar pak mamang menyapa keduanya. Raka dan Ridho pun turun dari mobil.


"Iya Pak. Kami ingin bertemu dengan paman Antonio.." ujar Raka kepada satpam tersebut. Pak Maman pun langsung menganggukkan kepalanya mengerti.


"Oh begitu. Maaf tuan, Tuhan Antonio dan keluarga sedang tidak berada di tempat. tuan dan nyonya sekeluarga, saat ini sampai di hari Minggu sedang melakukan liburan di puncak gunung merapi." Ujar Pak Mamang menjelaskan.


Mendengar penjelasan dari satpam tersebut keduanya pun langsung saling pandang satu sama lain. Pupus sudah apa mereka untuk bertemu dengan sang adik hari ini. Kemarin-kemarin mereka tidak bisa datang berkunjung karena mereka memiliki kesibukan masing-masing yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga di saat Julia pindah di rumah sama paman tak sekalipun Raka dan Ridho datang menjenguknya.


"Oh begitu ya pak. Berarti hari ini sampai hari Minggu Paman Antonio tidak berada di rumah..??" ulang Raka lagi. Pak mamang pun Menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan oleh Raka.


"Benar tuan muda." Keduanya pun langsung mengganggu anggukkan kepala mereka. Sebenarnya mereka cukup kecewa karena tidak bisa bertemu dengan sang adik. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini keluarga pamannya sedang melakukan liburan.


"Baiklah kalau begitu Pak, terima kasih banyak. Nanti kalau sempat kami akan ke sini lagi.."ujar Raka kepada Pak Mamang. Setelah itu keduanya pun langsung kembali memutar mobil mereka dan meninggalkan kediaman Tuan Antonio.


"Hah !! ternyata cukup sulit untuk bertemu dengan Julia sekarang. Apalagi Julia memang sedang menjaga jarak dengan kita. " Ujar Ridho sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil.


"Nanti kalau paman sudah kembali berlibur, kita akan mencoba membujuk Paman untuk mengizinkan Julia kembali ke rumah dan kumpul bersama kita lagi. Rasanya keadaan rumah sekarang itu sepi seperti tidak berpenghuni. Apalagi si papa dan Mama selalu sibuk dengan urusan masing-masing dan bahkan tak ada orang di rumah kecuali para pembantu rumah tangga." Ujar Raka.


Dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, saat ini ia merasa menyesal karena dulunya ia mengabaikan sang adik. Andai saja dirinya tidak ikut-ikutan mengabaikan Julia pasti keadaan seperti ini tidak akan mereka alami.


"Iya kak, aku setuju. Mudah-mudahan Paman masih memberikan kita kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Julia." Ujar Ridho menyambung penuturan sang kakak.


Kata-kata itu langsung menyentil hati kecil Ridho. Di mana, di masa lalu mereka tak pernah melibatkan dan mengajak Julia berlibur bersama. Di sana juga tak hanya satu foto yang ridho temui, tapi banyak jenis foto dan bermacam-macam gaya yang ada di sana. tawa lepas pun tercetak jelas di bibir Julia dan semua nya, membuat Ridho tersenyum samar dan sekaligus miris.


(Pantas saja kamu menjaga jarak dengan kami. Ternyata sudah ada keluarga baru yang sanggup membahagiakanmu dan membuatmu tersenyum dengan bahagia.) Batin Ridho.


(Sejujurnya Kakak menyesal dan menginginkanmu kembali pulang ke rumah. Rasanya rumah tidak lengkap tanpa kehadiranmu. Maafkan kakak yang tak pernah menganggapmu ada dan selalu menyakiti hatimu, menyudutkanmu dan memarahimu. Sungguh Kakak benar-benar menyesal telah melakukan itu semua.) Batin Ridho lagi. Satu tetes air matanya jatuh di atas layar HPnya. Membuat Raka yang sedang fokus menyetir langsung bertanya ke arah sang adik.


"Ada apa do. Kamu kok tiba-tiba menangis seperti itu..??" Tanya Raka kepada sang adik. Ridho pun cepat-cepat mengusap air matanya kemudian tersenyum canggung ke arah sang kakak.


"Nggak papa Kak, Ridho cuman tiba-tiba merasa menyesal telah mengacuhkan Julia. Kalau diingat-ingat kejadian di masa lalu, Ternyata kita sangat kejam dan menyakiti hati adik kita sendiri. Ridho benar-benar menyesal kak.." ujar Ridho kembali mengusap air matanya.


Raka yang mendengarkan ukuran Ridho langsung membungkam mulutnya. Semua yang dikatakan Ridho benar adanya, bahwa di masa lalu mereka Begitu jahat dan kejam kepada saudara mereka sendiri.


Di mana, setiap apa yang Julia lakukan selalu salah di mata mereka. padahal dia hanya ingin menyenangkan hati keluarganya dan mendapatkan perhatian mereka. Tapi bukannya sebuah apresiasi yang diberikan, malah sebuah hinaan dan katakan merendahkan serta kata-kata kasar yang Julia dapatkan.


"Kamu bener do. Di masa lalu kita begitu jahat kepada adik kita sendiri. Karena itu sekarang kita harus berubah dan memperbaiki hubungan kita kepada Julia." Ujar Raka lagi. Ridho pun menurut dan manut. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan tanpa ada yang bersuara. Mereka semua larut dalam pikiran masing-masing.


"Lalu kita ke mana sekarang kak..??" Tanya Ridho lagi.


Jujur saja, iya malas pulang ke rumah dengan cepat. Seolah tak ada yang menarik di rumah mereka lagi. Apalagi melihat tingkah Meta Yang sepertinya makin hari makin menjadi. Meta mulai membicarakan keburukan keburukan Julia kepada mereka. Tentu saja semuanya hanyalah berupa karangan yang membuat Ridho menjadi benci untuk pulang ke rumahnya.


"Emangnya kamu ingin ke mana..??" Ujar Ridho balik bertanya kepada sang adik. Ridho segenap berpikir kemudian mendapat ide.


"Kak, bagaimana kita menyusul keluarga paman yang sedang berliburan di puncak gunung merapi. Aku yakin paman dan bibi pasti mengajak keluarga mereka di gunung Merapi yang ada di tempat ini. Karena kalau pergi tracking di tempat lain, waktu yang mereka butuhkan tidaklah banyak. Sebaiknya kita susul saja mereka.." ujar Ridho dengan penuh semangat.


Raka Tersenyum mendengar ide sang Adik, tentu saja itu ide yang bagus. Sekaligus mereka juga melakukan liburan sekali-kali menjelajahi kawah gunung Merapi.


"Oke. itu ide bagus juga. Kalau begitu kita akan minimarket untuk membeli beberapa perlengkapan, kemudian menyewa tenda yang akan kita bawa ke atas. Kita palingan berada dua hari di sana Dan tidak perlu membawa banyak baju. " Usul Raka lagi.


.