JULIA

JULIA
114. kecewanya tuan Sanjaya pada Meta



Lagian bagi Brian, cerita itu memang cerita yang sangat lucu. dimana saat Julia sedang semangat-semangatnya untuk mendapatkan dirinya, Ia malah bersantai dan tak peduli. Tetapi ketika sudah menjauh dan menyerah, Ia malah mencarinya kembali. Kan goblok !!


"Kenapa Kakak harus merasa kehilangan waktu itu..?? aku memang menyerah. lagian percuma saja terus mendekati Kak Brian yang ujung-ujungnya pasti kena marah, kena usir dan lain sebagainya. Aku juga tidak ingin lagi mengganggu aktivitas kakak... Dan ngapain sih kita bahas ini semua...!! Udahlah Ayo balik.!!." ujar Julia kembali.


Ia sebenarnya tak ingin membahas itu. karena tiba-tiba perasaannya menjadi tidak karu-karuan. Ia takut kehilangan kendali, apalagi ketika mendengar waktu itu Brian mencari keberadaan dirinya dan juga merasa kehilangan. Dari kata-katanya juga, Brian mengatakan mencintai dirinya sampai sekarang. Ia tidak ingin cinta yang sudah mulai pudar di hatinya untuk Brian ini timbul kembali.


"Memangnya kamu udah nggak mau dengar curhatan aku lagi..??" Tanya Brian dengan senyum sumringai.


Bryan dapat menebak kalau sebenarnya Julia salah tingkah. Julia yang mendengar pernyataan itu langsung menggelengkan kepalanya. ia benar-benar salah tingkah dibuat nya saat ini.


"Ayo. kalau kakak nggak mau ikut, ya udah aku tinggal ya.." ujar Julia lagi.


Ia pun langsung berjalan meninggalkan Brian di sana. Tetapi Brian tentu saja tidak ingin ditinggal dan langsung berlari menyusul Julia. Bibirnya tak henti-hentinya tersenyum.


Sepertinya, Julia memang masih ada rasa. tetapi ia sedang mencoba untuk mengubur perasaan untuk Brian itu. Tapi, ketika mendengar ungkapan dan curhatan Brian yang mengatakan bahwa ia mencari dirinya, Entah Kenapa ada perasaan senang yang kembali muncul dalam diri Julia. Dan Bryan dapat melihat itu semua karena saat ia berbicara, Brian selalu menatap wajah Julia sehingga sekecil apapun ekspresi yang ditunjukkan oleh Julia dapat terlihat olehnya.


Brian mengejar langkah Julia dan mencoba untuk menggandeng tangan Julia. Tetapi Julia sendiri malah melototinya dan menarik tangannya. Brian lagi-lagi terkekeh.


"Jangan pegang-pegang Kak. Di sini bukan Jakarta, di mana orang tidak akan peduli jika sepasang manusia bergandengan tangan tanpa hubungan yang jelas. Jadi tolong jangan bersentuhan kecuali kamu suami ku.." Ujar Julia memperingati Brian. Brian tersenyum mendengar penuturan itu dan kemudian meminta maaf.


"Iya deh maaf ya.. Ya udah yuk berangkat.." ujar Brian lagi.


Akhirnya mereka berdua kembali ke rumah Julia. Walaupun pembicaraan mereka tidak selesai, tapi setidaknya Brian sudah senang melihat ekspresi dari wanita pujaannya itu. Ia tahu sekarang apa yang harus dilakukannya. Yaitu selalu memberikan perhatian dan mencari keberadaannya.


***


Di posisi lain. Kini sudah kesekian kalinya Meta pulang di atas jam 01.00 malam membuat Tuan Sanjaya dan kedua kakak laki-lakinya menjadi geram dengan tingkah Meta. Bahkan di kala Raka pertama kali mengetahui bahwa salah satu adik kembarnya belum pulang di jam 10.00 malam, Raka sendiri Langsung berjaga menunggu kepulangannya. Yang ternyata Meta pulang di atas jam 01.00 malam.


Flashback


Saat raka sedang duduk di ruang tamu menunggu kepulangan Meta, Ia langsung mendengar suara pintu yang perlahan-lahan dibuka.


Kriet


Saat itu, suasana rumah sudah dalam keadaan gelap. karena Raka sengaja mematikan lampu yang ada di ruang tamu, agar Meta tak menyadari keberadaan kakaknya di sana. Dengan perlahan Meta mulai memasuki rumah tanpa menimbulkan suara. Raka memandangnya dari awal sampai akhirnya Raka mengeluarkan suaranya.


"Dari mana saja kamu." Ujar suara itu dengan dingin dan juga datar. Meta yang awalnya sedang menginjit-injit perlahan memasuki kamarnya langsung mematung. Meta tentu saja tahu siapa pemilik suara itu.


Tak


Akhirnya lampu dinyalakan oleh Raka. Raka dan Meta saling menatap satu sama lain, Raka menatap Meta dengan tatapan tajam Yang menyiratkan kemarahan di dalamnya. Sementara Meta, ia menatap kakaknya dengan ekspresi sedikit takut namun tampaknya juga menantang.


"Jadi begini kelakuan kamu setiap hari. Pergi pagi pulangnya tengah malam, Apa yang kamu kerjakan di luar sana.?? Ingat ya Meta, jangan sampai Kakak mengetahui kamu melakukan sesuatu yang tidak-tidak di luar sana. Dan ini adalah peringatan terakhir dari kakak untukmu. Sekarang masuk ke dalam kamarmu dan istirahat." Ujar Raka dengan tegas.


Walaupun Raka tak memberikan ganjaran apapun saat ini, namun di dalam kepalanya Raka sudah menyusun rencana untuk memata-matai kegiatan adiknya di luar sana jangan sampai adiknya yang satu ini terjerumus dalam pergaulan bebas yang mungkin akan ia sesali seumur hidup.


Setelah Raka mengatakan hal itu, Ia langsung meninggalkan Meta yang masih setia berdiri mematung di tempatnya. Selepas kepergian Raka, baru meta bisa menarik nafasnya walau dirinya sempat menjadi nervous dan khawatir karena kakaknya mengetahui bahwa dirinya nekat pulang malam.


Setelah itu, baru Meta meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kamarnya. Sementara Raka, Ia saat ini telah menghubungi seseorang untuk selalu memantau gerak-gerik kedua adik kembarnya. Karena ia tahu bahwa orang tersebut pasti tidak akan membedakan antara Meta dan Mita.


Flashback off


"Bagus ya.. setiap hari pulang di atas jam 01.00 malam. Kegiatanmu ini mengalahkan kegiatan papa dan kakak-kakak mu." Ujar Tuan Sanjaya menegur putrinya Meta yang seperti biasa pulang di atas jam 01.00 malam. Meta pun kembali mematung ketika ia kembali tertangkap basah oleh papa dan kedua saudara laki-lakinya. Tuan Sanjaya sudah berdiri dengan bersedekap dada Begitu juga dengan kedua kakaknya.


"Katakan !! Papa ingin mendengar alasanmu selalu pulang di atas jam 01.00 malam. Dan kamu tahu, anak perempuan, apa lagi gadis sepertimu sangat pantang pulang di atas jam 01.00 malam. Dan papa rasa kamu juga tahu mengenai hal itu." Ujar Tuan Sanjaya lagi merasa kecewa dengan Putri yang satunya ini.


Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Apalagi saat dirinya dan kedua anaknya masih bekerja di kantor, tiba-tiba Raka mendapatkan kiriman sebuah rekaman video yang menunjukkan Meta sedang berada di sebuah klub dengan beberapa laki-laki di sampingnya.


Bahkan yang selalu membuat Tuan Sanjaya marah ketika memikirkan video yang ia dapatkan dari putranya itu berkali-kali membuatnya marah dan naik pitam. Apalagi disusul dengan laporan anak buah Raka yang diutus untuk memantau kegiatan Meta dan Meta.


"Meta, papa benar-benar kecewa padamu !!! Papa tidak habis pikir, Apa sih yang kamu cari di luar sana hah !! Apa sih yang kamu inginkan sebenarnya !! Jadi selama ini uang yang kamu minta sama mama dan papa itu untuk kamu berikan kepada laki-laki yang kamu sewa untuk memuaskanmu begitu !! Dan lebih parahnya lagi, kamu ini sudah menjadi perempuan murahan yang digilir banyak laki-laki !!" Ujar Tuan Sanjaya dengan nada membentak.