
Brian yang mendengar penuturan melodi sama sekali tak terpengaruh. Ia langsung menutup pintu ruangannya dengan kasar sampai membuat melodi yang masih berdiri di sana terkejut. Untung saja kaca pintu itu tahan banting, sehingga tidak pecah. Melodi mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat ketika melihat perlakuan Brian seperti itu.
"Aku tidak akan menyerah Kak. Aku pasti akan mendapatkanmu. Kamu hanya boleh menjadi milikku." Ujar melodi sebelum meninggalkan kantor Brian.
Dengan perasaan kesal melodi berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya. Tapi ia tidak akan menyerah, dia akan segera menemui nyonya Sofia, Ibu dari Bryan untuk mengadukan hal ini.
Sementara di posisi Bryan, saat ini ia benar-benar kesel dan mood-nya hancur sehancur-hancurnya. Ia juga berkali-kali mengatakan kepada nyonya Sofia dan juga tuan Herman kalau dirinya tidak mau dijodohkan apalagi dinikahkan dengan melodi.
Tapi, sepertinya apa yang disampaikan oleh Bryan Tak pernah didengar oleh kedua orang tua Bryan. Mereka hanya menganggap Brian mengatakan hal itu karena belum siap menikah. Karena pusing memikirkan masalah itu, Ia langsung menghubungi asisten pribadinya.
"Rio ke ruanganku sekarang.." ujar Brian dengan dingin.
Setelah menghubungi asistennya dia langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya sambil memejamkan matanya sejenak. tak menunggu berapa lama, ada yang mengetuk pintu ruangannya. Brian yang mengetahui bahwa itu adalah Rio, di mejanya, Brian langsung memonitor pintu itu agar terbuka.
Ceklek
"Permisi tuan muda, Anda memanggil saya..??" Ujar Rio kepada Bryan. Brian pun langsung bangkit dari posisi duduknya.
"Ya, segera pesankan tiket untukku ke Sumatera barat sekaligus dengan apartemen di sana. Aku ingin hari ini, karena malam ini juga aku harus berangkat. Oh iya, jangan lupa sampaikan kepada Danu, suruh Ia meng-handle semua pekerjaan saya dan juga, mulai dari sekarang, Saya tidak akan memimpin perusahaan." Ujar Brian dengan ekspresi dinginnya. Bahkan Rio yang mendengar suara dingin itu langsung bergidik ngeri.
"Apakah kamu paham dengan yang saya ucapkan Rio." Ujar Brian lagi saat dirinya tidak mendapatkan tanggapan dari sang asisten. Rio yang tersadar dengan penuturan tuannya itu buru-buru menjawab.
"Ya Tuan, saya mengerti. Perintah Tuan akan segera saya laksanakan." Setelah mengatakan hal itu, Rio langsung pamit undur diri dan melaksanakan apa yang diminta oleh Tuan mudanya.
Tak lupa Bryan juga berpesan kepada Rio agar tidak mengatakan kepada kedua orang tuanya kemana dirinya pergi. Ia hanya berpesan kepada Rio, jika kedua orang tuanya membatalkan niat mereka untuk menjodohkan dirinya dengan melodi, maka ia akan segera kembali.
Tapi tentu saja, itu tidak mudah. Brian harus melihat keseriusan kedua orang tuanya dulu. Di sisi lain juga, dua orang yang Brian utus untuk mencari keberadaan Julia di Sumatera barat mulai melakukan Misi pencarian mereka. Tak menunggu waktu yang lama, Rio kembali ke ruangan sang atasan.
"Maaf tuan, tiket keberangkatan dan juga apartemen sudah selesai di handle. Tuan akan berangkat 2 jam lagi." Rio kepada Brian. Padahal Brian berniat berangkat di malam hari Tapi tidak masalah, alangkah baiknya lebih cepat lebih baik.
biarlah, nanti Rio yang akan memberikan nya kepada tuan Herman. Karena dirinya memang sudah tidak berhak lagi untuk memilikinya. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan perusahaan besar tersebut.
***
Sementara di tempat lain, melodi saat ini tengah berada di kediaman Tuan Herman dan nyonya Sofia. Seperti rencananya, ia akan mengadukan hal ini dan sifat Brian kepada kedua orang tuanya serta membujuk kedua orang tua Brian untuk segera melangsungkan pertunangan mereka tanpa menunggu persetujuan dari Bryan. Sesampainya melodi di kediaman Tuan Herman, Ia langsung menyelonong masuk ke dalam kediaman itu sambil terus memanggil nyonya Sofia.
"Tante !! Tante melodi datang..!!" Teriak melodi di kediaman besar itu.
Suaranya menggema di mana-mana karena kondisi ruang tamu memang luas. Tak lama orang yang dicari melodi pun datang dengan tergopoh-gopoh, siapa lagi kalau bukan nyonya Sofia.
"Eh melodi... Kamu ke sini kok nggak bilang-bilang nak.. Ayo duduk dulu.." ujar nyonya Sofia kepada melodi. Tak lupa nyonya Sofia juga memerintahkan salah satu asisten rumah tangganya untuk menyuguhkan minuman kepada tamu mereka ini.
"Maaf Tante, melodi datang tanpa kabar terlebih dahulu. Melodi ke sini hanya ingin mengatakan pada tante, kalau melodi ingin cepat-cepat melangsungkan acara pertunangan dengan Kak Brian. Tante bisa bantu kan.." ujar melodi kepada nyonya Sofia.
Mendengar penuturan melodi, nyonya Sofia sedikit berpikir. Ia sudah melakukan segala macam cara untuk menjodohkan putranya dengan melodi, Tapi tetap saja Brian selalu memiliki banyak alasan untuk menolak hal itu. Namun, karena nyonya Sofia sangat menyukai melodi makanya nyonya Sofia berusaha keras untuk menyatukan keduanya dan tidak mengindahkan penolakan putranya sendiri.
"Sabar nak. Om sama Tante juga sedang memikirkan cara bagaimana Brian bisa menerima pertunangan ini." Ujar nyonya Sofia kepada melodi. Melodi sendiri memasang wajah memelas sehingga membuat nyonya Sofia menjadi tidak tega.
"Ya sudah, kamu jangan memasang wajah yang ditekuk seperti itu, nanti kalau Bryan sudah pulang tante akan mengatakan hal ini lagi kepadanya dan bahkan akan bekerja sama dengan om untuk membuat Brian mau menerima perjodohan ini. Jadi kamu tenang saja ya nak." Ujar nyonya Sofia menenangkan hati melodi.
Nyonya Sofia sendiri memang bukanlah orang yang selalu memaksakan kehendaknya. Tapi entah kenapa, nyonya Sofia menilai bahwa melodi ini adalah gadis yang baik dan juga cocok dengan putranya. Sebenarnya, ia juga tidak memandang latar belakang keluarga asalkan mereka dari keluarga baik-baik dan itulah yang membuat nyonya Sofia gencar ingin menjodohkan putranya dengan melodi. Apalagi melodi adalah sahabat putranya sedari mereka kecil.
"Iya Tante. pokoknya melodi tunggu kabar baiknya ya... Soalnya tadi melodi habis dari kantor Kak Brian. Tapi Kak Brian malah mengusir melodi di sana. Melodi sangat sedih tante, padahal melodi sangat merindukan Kak Brian." Ujar melodi dengan penuh dramatis agar membuat nyonya Sofia merasa prihatin terhadapnya. Dan benar saja, nyonya Sofia merasa bersimpati kepada melodi. Nyonya Sofia dapat menembak kalau cara pengusiran yang dilakukan Brian pasti sangat ekstrem.
"Ya sudah kalau begitu tante, Melodi ke sini cuma ingin menyampaikan hal itu saja. Karena melodi masih ada janji sama teman-teman melodi, jadi melodi tidak bisa berlama-lama di sini nggak papa kan Tante.??."ujar melodi lagi kepada nyonya Sofia. Nyonya Sofia pun langsung tersenyum.
"Iya, tidak apa-apa. Untuk sekarang puas-puaskan saja bertemu dengan teman-temanmu. Karena nanti kalau sudah terikat dengan Brian, kamu tidak boleh lagi sembarangan keluar tanpa izin suami. Apalagi sampai melalaikan tugasmu sebagai seorang istri."ujar nyonya Sofia kepada melodi.