
Julia pun cepat-cepat menormalkan ekspresi wajahnya dan mereka berdua berjalan mendekat ke arah nyonya salsa serta menyalim tangannya.
"Iya mah, kita udah pulang.." jawab Abi. Sementara Julia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan tantenya itu.
Nyonya salsa tentu saja tidak bodoh melihat tampilan Julia, dan membaca raut wajah Abi. Kemudian menyuruh kedua anaknya itu duduk di sampingnya.
"Duduk dulu sayang." Menyuruh keduanya duduk. Abi dan Julia pun langsung mengambil posisi duduk di samping kiri kanan nyonya salsa. Dengan naluri seorang ibu nyonya salsa memegang tangan Julia dan memperhatikan raut wajah keponakannya itu.
"Ada apa nak ? Apakah terjadi sesuatu di sekolah ? hmm... Kamu menangiskan sayang..?" ujar nyonya salsa langsung mengutarakan kecurigaannya kepada kedua anaknya itu. Julia tak menjawab pertanyaan nyonya salsa. karena, ia sendiri tidak ingin membuat siapapun mengetahuinya. cukup dirinya dan Abi saja.
Abi menghela nafasnya mendengar pertanyaan sang Mama, sementara Julia hanya menunduk saja. Karena tak mendapatkan jawaban dari Julia, nyonya salsa kini beralih kepada Abi.
"Abi katakan sejujurnya pada mama..?? Apa yang terjadi dengan adikmu di sekolah..??" Tanya nyonya salsa kepada anaknya itu.
Abi melayangkan tatapan nya kepada Julia, seolah dirinya sedang meminta persetujuan darinya. Abi juga harus berpikir kedepan. jangan sampai masalah seperti ini bertambah panjang. Julia yang mengerti dengan tatapan kakak sepupunya itu, langsung menggelengkan kepalanya.
"ma..ngak terja-" ucapannya terpotong.
"ceritakan dengan jujur dan sebenar-benarnya. Mama tidak ingin ada yang disembunyikan." ujar nyonya salsa dengan tegas dan tak mau dibantah. jika nyonya salsa sudah berkata seperti itu, maka Abi tidak bisa berbuat apa-apa. begitu juga dengan Julia.
Tanpa menjawab, Abi pun langsung mengeluarkan handphonenya dan mengotak-atiknya. Setelah itu, ia langsung menyerahkan handphone itu kepada sang mama. Nyonya salsa pun langsung menerima dan membaca isi percakapan dalam grup tersebut sekaligus melihat foto yang terpampang di sana.
"Julia dituduh jalan sama om-om. Padahal foto itu menunjukkan Julia yang sedang berjalan dengan Kak Arvin. Hari Minggu kemarin mereka pergi berbelanja ke mall, dan mungkin mereka melihat Julia dengan jarak yang cukup jauh. sehingga teman-teman Julia menyangka kalau Julia menjual dirinya." Ujar Abi dengan malas.
Nyonya salsa yang mendengar penuturan anaknya dan sekaligus membaca isi percakapan dalam grup tersebut yang penuh dengan cacian serta makian membuat darahnya salsa mendidih. Sungguh kata-kata itu tidak pantas diucapkan oleh anak-anak yang terdidik seperti ini.
"Kurang ajar mereka ya!! Mama jadi geram membacanya. Lalu apa yang sudah kamu lakukan. Diam saja begitu..??" Tanya nyonya salsa dengan sedikit marah kepada Abi.
Padahal Abi sama sekali tak salah apa-apa. Barangkali nyonya salsa tak menemukan ungkapan Abi dalam chattingan tersebut, itulah yang membuat marah terhadap anaknya.
"Ih !! Mama, kok jadi Abi yang salah.. tenang aja mamaku yang cantik. Abi tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakiti Julia." Ujar Adi lagi.
Dan dengan malas Abi kembali mengambil handphone di tangan mamanya dan kembali mengotak-atiknya, setelah itu ia langsung menyerahkan kepada sang Mama untuk menonton video tersebut.
Tak lupa, Ia juga menyertakan nada ancaman di dalamnya yang membuat nyonya salsa benar-benar geram kepada kedua keponakan kembarnya itu. Karena emosi yang menggebu-gebu hampir saja nyonya salsa membanting handphone Abi jikalau Abi tak langsung merebutnya dari sang mama.
"Eh Mama ngapain !! Itu handphone Abi mah jangan dibanting sembarangan dong.!!" Ujar Abi sambil memeluk hp-nya yang berhasil ia ambil di tangan sang mama.
Nyonya salsa sayang tersadar dari emosinya itu langsung menarik dan mengeluarkan nafasnya dengan pelan seolah sesuatu dalam dirinya yang harus ditenangkan. Ia melakukan hal itu berulang-ulang sampai nyonya salsa merasa tenang. Tapi ternyata, Setelah nyonya salsa merasa tenang, ia malah melayangkan beberapa umpatan yang ditujukan kepada saudara kembar Julia.
"Anak-anak itu ya. benar-benar kurang ajar !! tidak tau malu, bikin rusuh saja." geram nyonya salsa. matanya berkilat marah.
" hah !! Mama sudah kehabisan kata-kata untuk mengatakan apa yang harus dikatakan terhadap anak-anak ini. Kok bisa-bisanya ya, ada saudara yang mau menjatuhkan saudaranya sendiri..!!" Geram nyonya salsa sambil mengusap-usap dadanya yang kembali menggebu-gebu.
Abi pun memutar bola matanya dengan malas dan menjawab. biasanya, Abi hanya akan mengatakan drama kepada Mama nya, kalau sedang marah. karena Ujung-ujungnya pasti mengadu ke papanya.
"Ya iyalah mah !! itu kan hasil ajaran dari tuan Baskoro alias si kakek yang sok tahu itu. ikut campur dalam mendidik cucunya. Kalau nggak nggak mungkin sampai begini kondisinya." Gumam Abi sambil menye-menye.
Sementara Julia hanya tertunduk lesu saja, tak ada yang bisa ia ucapkan untuk menghibur tantenya itu, karena nyatanya dirinya juga terluka dengan perlakuan kedua saudara kembarnya tersebut. Nyonya salsa pun langsung beralih kepada sang keponakan kemudian menggenggam tangan keponakannya dengan erat.
"Sayang jangan sedih ya nak.. toh apa yang mereka sampaikan itu tidak benar adanya. Nanti kamu spil aja wajah saudara-saudara sepupu kamu itu satu persatu, biar mereka tahu." Ujar nyonya salsa memberikan masukan yang tidak berfaedah akibat merasa geram membayangkan hal yang menimpa Julia.
masak si kembar Mita dan meta tidak mengenali saudara sepupu mereka sendiri. aneh.! Julia tersenyum mendengar penuturan sang Tante itu. Julia merasa lucu sendiri ketika memikirkan sesuatu yang dikatakan oleh nyonya salsa.
"Iya betul tuh. Abang setuju bikin aja captionnya di sana empat pacarku yang ganteng." Timpal Abi lagi membuat Julia kembali terkekeh. Nyonya salsa yang melihat keponakannya itu sudah kembali tersenyum langsung mengusap lembut kepala Julia.
"Gitu dong sayang, jangan menangis lagi ya.. kamu wanita kuat, Mama yakin kamu bisa melewati ini semua. Di balik semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Yang perlu kamu lakukan yaitu bersabar dan lakukan hal yang benar saja ya nak ya..." Ujar nyonya salsa menasehati Julia. Julia pun menganggukkan kepalanya.
"Iya Mama, terima kasih untuk nasehatnya ya." Ujar Julia. Nyonya salsa pun langsung merangkul tubuh mungil Julia dan membawanya dalam pelukannya.
"Iya sayang sama-sama."
"Ya sudah dek buruan ganti baju sono, kita jalan-jalan keluar saja. Ayo kita carikan smartphone untukmu. Buang saja handphone yang sudah lapuk itu." Ujar Abi lagi membuyarkan suasana haru keduanya.