
Aliando Masih setia melihat kearah pintu, dan tiba-tiba, Kepala Abi pun menongol dari balik pintu sambil cengengesan, kemudian disusul dengan Julia. Aliando menatap kedua adiknya dengan dahi mengerut.
ia masih bertanya-tanya. Dirinya tadi pergi ke sekolah mereka untuk menjemput Julia, namun nyatanya Julia dan Abi telah kembali lebih cepat. Aliando terus memperhatikan kedua adiknya itu sampai mereka duduk di sofa panjang yang ada di ruangan Aliando. Ia juga memperhatikan mata Julia yang sedikit membengkak
"Ada apa..??" Tanya Aliando, ekpresi nya dingin dan Pertanyaan nya juga cukup singkat. Pertanyaan Aliando yang seperti itu, membuat Julia dan abi menjadi bingung. Keduanya sama-sama saling memandang satu sama lain.
Mereka bingung ingin berekspresi seperti apa. Bukankah Aliando yang menyuruh mereka kesini. Pikir keduanya. Tapi, Aliando kembali meralat pertanyaan nya itu.
"Ada apa dengan kalian berdua?. Apa yang terjadi di sekolah sampai kalian pulang lebih awal.? Dan, apa yang terjadi dengan mata mu Julia.?" Tanya Aliando lagi dengan Ekspresi dingin.
Seolah Aliando ingin mengatakan jangan menyembunyikan apapun dari ku. Begitu kira-kira. Julia dan Abi yang sudah paham maksud sang kakak, memilih untuk bungkam terlebih dahulu. Mereka saling melihat satu sama lain, seolah ragu ingin mengatakan yang sebenarnya terjadi pada Julia.
"Abang bertanya, bukan menyuruh kalian untuk saling pandang." Ucap Aliando lagi tak kalah datar. Membuat keduanya langsung merinding. Aliando pun menatap Abi dengan tatapan tajam. Membuat Abi meringis melihat tatapan itu.
iya kak, kalau nanya itu satu satu. kan Abi Bingung mau jawab yang mana dulu.." protes Abi. namun sang kakak tak memberi respon. ia menatap Abi seperti ingin memangsanya.
(Ujung-ujungnya, aku juga yang kenak introgasi..) batin Abi yang menjerit. Ia pun berdehem menetralisir rasa gugupnya. takut, tentu saja, salah penjelasan saja, maka nyawa taruhannya.
"Begini kak._" ucapannya langsung terpotong karena mendapat peringatan dari Aliando untuk tidak berbohong.
"Jawab dengan jujur, jangan ada kebohongan. Kalau sampai kakak tau dari orang lain, apa yang terjadi hari ini, kalian berdua tidak akan selamat dari kakak." Ujarnya lagi.
Abi pun langsung menelan salivanya dengan kasar. Ini nih, yang tidak ia mau dari kakak-kakaknya. Jika ketahuan berbohong dengan mereka, walaupun itu untuk kebaikan. Abi pasti akan mendapatkan hukuman dari ketiga kakaknya. Sedangkan mama dan papa mereka, akan menonton tanpa mau membantu. Dengan garis bawah, selagi itu tidak menghilangkan nyawa seseorang.
"Itu kak. Disekolah, Julia di fitnah jalan dengan om-om, yang membuat semua siswa disekolah memberikan umpatan, makian dan penghinaan bagi Julia. Makanya, aku mengajak Julia pulang kerumah lebih cepat untuk menjaga mentalnya." Ujar Abi dengan sedih.
Aliando yang mendengar penuturan seperti itu langsung mengerutkan keningnya. Jalan dengan om-om ? Sejak kapan.? Bukannya, adik sepupunya ini tidak pernah keluar atau pun keluyuran kecuali dengan mereka.
"Maksudnya apa Abi..??" Tanya Aliando dengan nada yang sangat mengancam dan membuat jantung keluar dari tempatnya.
Abi yang tidak ingin berlama-lama dalam suasana seperti itu langsung menceritakan nya. Ia juga mengeluarkan hp-nya dan membuka group sekolah dimana foto Julia dengan kakak pertamanya di pasang. Kemudian langsung menjelaskan nya.
"Mereka semua mengira, kalau Julia pergi bersama dengan om-om. Nyatanya, itu adalah foto Julia dengan Kak arvin di hari Minggu kemarin. Di mana, bang Arvin mengajak Julia jalan-jalan ke mall. Dan orang yang melakukan hal itu adalah teman-teman nya meta dan Mita. Bahkan yang bikin Abi marah, meta dan Mita sama sekali tak membela Julia atau pun melarang teman mereka untuk memposting foto tersebut. Malahan, keduanya datang mengaduh kepadaku, dan juga ikut-ikutan menjelek-jelekkan Julia. Makanya, aku membawa Julia pulang setelah izin Dan menceritakan kebenaran foto itu pada pihak sekolah kak." Cerita Abi panjang lebar.
"Kalau begitu, tuntut orang itu nanti. Biar kakak yang menyelesaikan masalah ini." Ujar Aliando lagi. Mendengar kata tuntut, Julia langsung membelalakkan matanya. Bukankah tindakan itu akan membuat masalah ini semakin berlarut-larut.
"bang. Sebaiknya tidak usah di perpanjang masalah ini. Lagi pula, ini sudah selesai kok. Takutnya, masalah ini nantinya akan berlarut-larut bang." Ujar Julia memberi pengertian. Aliando pun terdiam.
Sesungguhnya dalam hati, ia tidak terima Julia di perlukan seperti itu. Ia sangat marah. Namun apa yang dikatakan oleh Julia, juga benar adanya.
"Baiklah, untuk saat ini, kakak akan biarkan masalah ini. Tapi tidak lain kali." Ujar Aliando dengan nada suara yang sudah melunak, tapi itu hanya sebatas ucapan saja.
ia berjanji, akan membuat orang yang mengusik adik sepupunya ini merasakan akibatnya. Ia sengaja menormalkan ekpresi nya agar kedua adiknya ini tak merasa tertekan di ruangan ini.
"Karena itu kak. Abi membantu Julia untuk membeli hp. Kemudian, didalamnya kita akan isi foto-foto kita sampai Julia jadi malas melihat kita. Biar nanti, bisa di posting di sosial media. Biar mereka tau, kalau Julia punya empat pacar yang sangat langka di dunia hahaha." Ujar Abi sambil berbangga. Tapi malah mendapat tabokan kecil di kepalanya.
Plak
"Aduh...!!" Ujar Abi mengusap-usap kepalanya. Sedangkan Julia terkekeh sendiri.
"Semangat sekali dirimu." Ujar Aliando. Aliando pun seketika bangkit dan berjalan kearah meja kerjanya. Kemudian mengambi sebuah benda disana dan kembali ke tempat nya semula.
"Dek. Abang sudah menyiapkan surat perjanjian kita. Sekarang, kami baca sekaligus belajar. Jangan hanya dibaca, tapi di cerna juga. Kalau ada poin yang tidak kamu pahami, silahkan ditanya sama Abang. Pelan-pelan saja dek." Ujar Aliando sambil menyerahkan aurat perjanjian kerjasama mereka ketangan Julia. Julia pun langsung menerima nya dan kemudian mulai mempelajari nya.
"eh.. tunggu dulu kak. sebelum kalian mulai pada tujuan, alangkah baiknya kita makan siang dulu. dari tadi, kami belum makan.." ujar Abi merengek. Aliando sendiri langsung terbelalak mendengar penuturan adiknya itu.
"APA !!! jadi, kalian berdua dari tadi belum makan siang..!!" seru Aliando. ia menatap nyalang kepada kedua nya.
Aliando benar-benar tak menyukai perilaku seperti itu. ia memijit kepalanya yang mendadak jadi pusing. memikirkan adik-adik saja yang belum makan siang, membuat Aliando marah, apa lagi nanti, Kalau udah punya do'i ya... hahaha..
"yasudah, tunggu apa lagi, kalian sana makan. makan yang banyak." ujar Aliando lagi. ia menyuruh kedua adiknya makan terlebih dahulu. bahkan, proposal yang ia letakkan tadi, ia tarik kembali.
***