
Bahkan di sekolah ini tak ada yang berani mengambil perhatiannya, seolah jiwa Putra mati dan tidak mudah jatuh cinta. Tapi lihatlah, ketika pertama kali mendatangi kelas Julia dan melihat gadis itu biasa-biasa saja saat kedatangannya, membuat dirinya tertantang dan memberikan perhatiannya kepada gadis ini. Bayu yang juga mengerti arah pembicaraan Angga langsung ikut menyahut.
"Iya. gue juga setuju tapi asalkan setelah jadi, jangan sampai menjauhlah dari kita. Karena konon kabarnya, lelaki yang dingin dan pendiam itu nanti kalau jatuh cinta akan sangat bucin. Takutnya nanti kita nggak bisa berteman lagi." Timpal Bayu.
Nindy yang mendengar celotehan kedua sahabat laki-lakinya itu langsung terkekeh. Kalau Nindy dibilang cemburu mengingat dirinya juga sedikit ngefans kepada Putra tentu saja tidak. Rasa suka Nindy kepada Putra hanya sebatas kagum saja, karena sepertinya tipe Nindy bukanlah seperti ketua OSIS walaupun memiliki wajah yang rupawan dan sikap yang tegas. Julia yang mendengar candaan teman-temannya lagi-lagi dibuat malu.
"Kalian apa-apaan sih..!!! Bikin malu aja tau nggak..." Ujar Julia dengan wajah yang memerah akibat digoda teman-temannya. Bayu yang berada tepat di samping Julia langsung berdiri. tanpa aba-aba, Ia langsung menyambar tangan nindi yang membuat Nindy terheran-heran.
"Ada apaan sih bay. lo tumben-tumbenan mau ngajak gue..." Ujar Nindy yang menurut saja.
Mereka berjalan sedikit tiga langkah menjauh dari arah Julia dan teman-temannya. Sementara semua yang ada di sana mengarahkan pandangan mereka ke arah Bayu dan Nindy membuat Nindy yang tangannya masih digenggam oleh Bayu menjadi malu dan grogi.
"Ada apaan sih bay.. jangan bikin malu deh.." ujar Nindy lagi dengan lirih.
Jujur saat ini ia grogi karena semua pandangan teman-teman mereka mengarah ke arah mereka. Sementara Bayu, Ia menatap wajah Nindy dengan lekat. tak ada senyum, emosi ataupun raut wajah jahil. Yang ada hanya raut wajah keseriusan. Nindy yang melihat raut wajah serius itu mampu membuatnya bertambah gugup dan grogi.
"Nin. Aku tahu hubungan kita tidak baik dan Kalau bertemu selalu berdebat. Tapi tahukah kamu kenapa aku senang mengajakmu berdebat.. Karena aku merasa nyaman mendengar kata-katamu dan juga suaramu. Aku tahu, mungkin sesekali kamu akan kesal kepadaku dan aku juga menunjukkan rasa kesalku kepadamu. Tapi yakinlah dalam hatiku bersorak gembira dan sangat sangat merasa senang melihat raut wajah kesal mu itu." Nindy dibuat terbengong-bengong mendengar penuturan Bayu Begitu juga dengan yang lain.
Beberapa teman-teman mereka juga mengabadikan momen di mana Bayu dan Nindy sedang saling bertatap-tatapan. Ada yang senyum-senyum sendiri karena sudah dapat menebak Bagaimana kelanjutannya. Ada juga yang merasa gemas melihat kelakuan kedua insan itu sehingga ingin sekali rasanya berada di posisi itu.
"Ternyata satu hal yang aku sadari, bahwa semua sikapku kepadamu semua tingkah jahilku dan semua keinginan untuk berdebatku hanya ada satu tujuan. Yaitu Karena Aku memiliki perasaan kepadamu. Tujuanku ingin melihat wajah cantikmu dan mendengarkan suara indahmu." Ungkapan Bayu lagi-lagi membuat para ciwi-ciwi di sana histeris Begitu juga dengan Julia, Putra dan Angga.
Sementara Nindy sendiri sudah dibikin deg-degan dan hampir jantungnya keluar dari tempatnya. Wajah dan ekspresinya Jangan ditanya, wajahnya memerah sekaligus pucat karena malu dan juga grogi. Tapi sampai di sini Nindy belum menjawab penuturan Bayu ia masih ingin mendengar kelanjutannya.
"Aku mencintaimu nin, Aku mencintaimu ketika kita pergi main bersama dengan teman-teman di pantai air manis. Dulu aku berpikir bahwa kamu adalah gadis yang sangat cerewet dan mungkin siapa saja tidak akan betah bersamamu. Namun karena sifat cerewetmu itulah membuatku tertarik dan selalu ingin berdebat denganmu. Jadi maukah kamu jadi pacarku ?? karena aku mau jadi kekasihmu saat ini sampai nanti jodoh yang akan menentukan kehidupan kita." Ungkap Bayu akhirnya menyampaikan inti dari ungkapannya itu.
Semua yang mendengar hal itu langsung bersorak gembira. Ternyata Bayu menembak Nindy di tempat yang begitu romantis walaupun butuh perjuangan ekstra untuk sampai ke tempat ini. Nindy bingung harus mengatakan apa, Tapi jujur hatinya sangat senang.
Barangkali yang dikatakan teman-teman mereka memang benar adanya, benci itu sangat tipis perbedaannya Dengan cinta. Terdengar sorak sorai dari teman-teman mereka yang menyaksikan aksi Bayu yang menurut mereka sangat romantis. Sementara Julia juga ikut mengabadikan momen tersebut dan mengambil rekamannya dari awal.
Sementara Angga, dia tersenyum bodoh melihat teman-temannya seperti itu. Putra sendiri malah mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Julia sangat dalam. Namun Julia yang belum siap dengan segala kemungkinan yang terjadi malah mengabaikan begitu saja. pura-pura ngak tau ajaš¤
"Iya nin. Terima aja.!! Kalian cocok kok..!!" Teriak teman-teman mereka yang lain. Akhirnya semuanya pun langsung mengatakan terima secara bersamaan.
"Terima !!! terima !! terima!!!" Ujar mereka dengan serentak.
Akhirnya Nindy memberanikan diri untuk menatap bola mata Bayu. Kemudian tersenyum lucu bercampur malu-malu, dia langsung mengganggukan kepalanya. rasanya bibirnya tak kuasa menjawab, apalagi tatapan mata Bayu yang begitu tegas dan serius. Bayu yang melihat respon Nindy langsung tersenyum.
"Aku mau dengar suara dan jawaban kamu bukan anggukan kepala.." ujar Bayu lagi dengan senyum hangat di bibirnya. Julia yang melihat teman-temannya dibuat gemes sendiri ingin sekali ia mencubit kedua pipi teman-temannya itu.
"Bayu..." Ujar Nindy dengan pelan dan grogi. Tapi Bayu malah memajukan wajahnya dan menatap wajah Nindy dengan jarak satu jengkal tangan. Seolah ia mengatakan Ayo jawab aku mau mendengar sekarang.
"Bayu, aku mau jadi pacar kamu..." Akhirnya kata-kata itu lolos dari mulut Nindy membuat semua teman-teman mereka bersorak gembira. Bayu yang sudah diterima oleh Nindy langsung dibuat girang kemudian memeluk tubuh Nindy dengan refleknya. Namun langsung ia lepaskan dengan segera karena tidak sengaja.
"Wah !! ternyata momen di puncak pela ini sangat banyak. Kita dapat menikmati pemandangan alam sekaligus melihat Bayu menembak perempuan pujaannya." Ujar teman-teman mereka yang lain.
Angga, Putra dan Julia terkekeh mendengar penuturan itu. Sementara Nindy langsung bergegas mendekati Julia dan menyembunyikan wajahnya di balik punggung Julia. Membuat Julia lagi-lagi terkekeh.
"Selamat ya, akhirnya nggak jomblo lagi. Nanti jangan sering-sering berdebat ya, takutnya nanti beneran jodoh. Tapi nggak papa itu pemanis dan ciri khas tersendiri untuk hubungan kalian hahaha." Ujar Julia menggoda Nindy sambil menepuk-nepuk lengan Nindy yang melingkar di tubuhnya.
Sementara Nindy hanya menggoyang-goyangkan tubuh Julia mendengar penuturan itu. Putra yang memang sejak tadi duduk di dekat Julia dan Angga langsung mengucapkan selamat kepada sepasang kekasih yang baru jadian itu.
"Selamat ya bro.. nggak jomblo lagi." Ujar sang ketua OSIS sambil menyalami tangan Bayu. Bayu menerima uluran tangan dari Putra dan mengucapkan terima kasih. Ia pun langsung duduk di samping Nindy dan meraih tasnya.
"Hem hem.. bebeb makan cemilan dulu yuk. Atau makan nasi.." ujar Bayu tanpa malu.