JULIA

JULIA
55. sedikit aksi adu mulut



Julia pun hanya terkekeh kecil mendengar penuturan kakaknya itu. Setelah itu, mereka fokus menyantap makanan masing-masing. Mita yang menatap mereka dengan rasa cemburu, Ia langsung mengangkat mangkuknya yang berisi bakso dan berjalan ke arah Julia dan Abi. Sementara Mita yang melihat hal itu hanya berekspresi biasa saja.


"Kak, meta ikut gabung makan di sini ya...!!" Seru meta sambil meletakkan mangkuk yang berisi bakso itu dengan keras sampai mengeluarkan bunyi nyaring.


Abi melihat kearah meta dan langsung memasang raut wajah tidak suka, sementara Julia tidak memperdulikan hal itu. Ia tidak ingin mengundang masalah. karena ia tahu, meta saat ini suka sekali mencari masalah dan memojokkan dirinya.


"Kamu kalau mau gabung ya gabung aja. Nggak usah sampai membanting mangkok seperti itu.!!" Seru Abi dengan ketus.


Ia menatap tidak suka ke arah meta. Apalagi masalah yang terjadi kemarin masih terbayang-bayang jelas di pelupuk matanya. Ditambah lagi meta dan Mita yang mengadu kepada kakek mereka dengan aduan yang tidak sesuai dengan fakta.


"Iya Kak maaf... Kak nanti meta boleh main ke rumah kakak ya.. jadi kita pulangnya bareng.." ujar meta dengan tidak tahu dirinya. Abi yang masih fokus melahap makanannya langsung mencebikkan bibirnya.


"Boleh saja kalau kalian mau main ke rumah. Tapi saya tidak bisa pulang bareng bersama dengan kalian. Saya hanya akan pulang bersama dengan Julia. Jadi kalian datang sendiri saja." Ujar Abi dengan santai dan juga datar. Meta memayunkan bibirnya mendengar penuturan Abi.


"Ya Kak, kan Meta dan Mita nggak tahu rumah Kakak di mana. Biar ajalah Kak Julia berangkat sendiri menggunakan motor matic itu dan kakak pulang bersama dengan kami menggunakan mobil." Ujar meta lagi. Selama ini, mereka memang tidak tahu di mana lokasi kediaman Tuan Antonio.


Karena mereka semua tidak pernah main ke rumah sang Paman, apalagi anak-anak Paman mereka laki-laki semua. Dan dengan kata lain mereka juga tidak terlalu memperdulikan hal tersebut.


"Kan ada Google map. kalian bisa menggunakan Google map untuk menuju rumah, nanti kakak share loc." Ujar Abi lagi. Sementara Julia tidak memperdulikan pembicaraan keduanya. Ia memilih untuk fokus melahap makanannya agar cepat habis.


"Kakak kok gitu sih.!! Giliran meta sama Mita yang mau main ke rumah kakak, kakak malah bersikap seperti ini. Tapi kalau Julia, kakak pasti akan menyambutnya dengan sukacita." Ujar meta dengan Ketus tanpa menyembunyikan rasa cemburunya itu. Mendengar penuturan meta seperti itu, Abi langsung meletakkan sendoknya dan melihat ke arah meta.


"Memangnya kenapa ? Tau nggak perbedaan kamu dengan Julia apa ? Julia itu tidak punya siapa-siapa dan hanya punya kakak. Dia juga tidak memiliki motor atau mobil atau kendaraan lainnya jadi kakak tidak akan membiarkan dia pulang sendiri. Sementara kalian, kalian masih memiliki kasih sayang yang lebih dari orang tua kalian dan juga keluarga kakek, kalian juga memiliki mobil dan motor yang bagus dan mewah untuk kalian kendarai. Dan satu hal yang harus kamu tahu ya Mita, Kakak sebenarnya tidak ingin pilih kasih mengenai hubungan keluarga. Tapi kakak rasa Julia lebih membutuhkan Kakak ketimbang kalian. So.. Jangan membuat kakak benci kepada kalian dengan tingkah laku kalian ini." Ujar Abi lagi. Setelah itu ia langsung menatap ke arah Julia yang memang sudah selesai makan itu.


Meta yang mendengar penuturan tersebut langsung mengepalkan tangannya di balik meja. terlihat sekali bagaimana Abi memperlakukan mereka dengan beda. Saat Abi berbicara dengan dirinya ia mengeluarkan bahasa yang ketus dan menyakitkan. Sementara saat Abi berbicara dengan Julia ia akan berbicara dengan pelan dan penuh dengan perhatian. Dan karena itu pula meta tidak menyukai hal tersebut. Meta merasa dibanding bandingkan dengan Julia. Padahal tidak ada yang mengatakan hal itu.


"Iya Kak sudah." Jawab Julia lagi.


Setelah itu, Abi pun kembali menggandeng tangan Julia dan membawanya keluar dari kantin. Beberapa orang yang duduk dekat dengan Julia dan Abi dan juga ikut mendengarkan penuturan Abi langsung melayangkan tatapan tidak suka dan mencemooh ke arah mata. Menurut mereka meta benar-benar berbicara tanpa menyaring. Ia tidak memikirkan Apakah Julia akan sakit hati mendengar penuturannya atau tidak.


"meta benar-benar nggak punya hati ya... Apa salahnya sih kalau memang mau ikut ajak Julia juga naik sama mobil." Ujar para siswi yang ikut bergosip itu.


Sementara Mita yang tidak ikut campur permasalahan tersebut, Ia langsung berdiri dan meninggalkan kantin berhubung ia telah menghabiskan makanannya. Kali ini ia tidak peduli Apakah meta akan memarahinya karena meninggalkan dirinya begitu saja.


Sebagai siswa yang terdidik tentu saja ia dapat memikirkan semua penuturan meta. Dan sekaligus menyimpulkannya. Meta tentu saja terang-terangan mengatakan tidak perlu mengajak Julia Dan tidak perlu menganggap Julia ada. Dan Mita juga tidak akan ikut melibatkan diri dengan apa yang dilakukan oleh meta. Saat ini mereka sedang mendapatkan hukuman dari sang papa akibat perbuatan mereka kemarin.


Flashback


Sesampainya Tuan Sanjaya dan keluarganya di kediaman mereka. Tuan Sanjaya tak mengirimkan anak kembarnya kembali ke kamar mereka terlebih dahulu. Hari ini ia akan memberikan hukuman kepada keduanya sebagaimana mereka telah memfitnah saudara mereka sendiri di hadapan sang kakek.


"Kalian berdua kemari !!" Ujar Tuan Sanjaya dengan suara yang dingin dan penuh dengan penekanan. Meta dan Mita yang melihat ekspresi ayah mereka yang seperti itu langsung mendadak menciut. Mereka tak berani menatap Tuan Sanjaya dan langsung menurut begitu saja.


"Kalian tahu apa yang kalian lakukan ini !! Papa pikir hanya papa orang yang berbuat jahat kepada kakak kalian. Dan ternyata kalian juga ikut-ikutan melakukannya. Papa pikir kalian yang punya saudara, apalagi saudara kandung, pasti memiliki ikatan layaknya saudara kandung. Tetapi papa salah. Dulu papa selalu memarahi Julia memukulnya dan menyuruhnya tidur di dalam gudang yang gelap dan kotor, akibat mengusik kalian atau karena kalian mengadu kepada papa. Papa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan dengan teganya papa menghukum Kakak kalian. Dan karena sekarang, kalian kembali melakukan kesalahan yang sama, yaitu memfitnah Kakak kalian sendiri dan dengan ini juga papa akan langsung mengambil tindakan. Setiap kalian berangkat ke sekolah, kalian hanya boleh diantarkan oleh sopir dan tidak boleh membawa mobil sendiri. Setelah pulang sekolah kalian tidak diizinkan pergi ke manapun, tapi kalian harus bekerja di dalam rumah, membersihkan rumah, mengurus diri kalian sendiri dan memasak. Papa juga akan menyita mobil kalian dan ATM kalian." Ujar Tuan Sanjaya.