
Tapi meta lagi-lagi meremehkan penuturan Raka.
"meta tidak peduli dan tidak mau peduli." Ujar Meta lagi kepada kakaknya.
Mendengar penuturan meta seperti itu, Ridho yang sedari tadi menyaksikan perdebatan keluarganya langsung berlalu masuk ke dalam kamar Meta dan kemudian keluar kembali dengan satu buah koper di tangannya. Sementara Meta dan Raka masih terus berdebat.
"Kalau begitu, silakan keluar. Kami juga tidak ingin memiliki adik yang sudah rusak mental dan juga fisik serta kehormatan seperti mu. Udah rusak, nggak tahu diri, nggak mau dinasehatin lagi.? Ini, cepat keluar dari rumah ini.!! Bawa barang-barang kamu semuanya." ujar Ridho sambil memberikan koper itu kepada Meta.
Meta yang melihat Ridho telah mengeluarkan barang-barangnya lagi-lagi tidak percaya. Padahal Ridho adalah kakak yang akan pertama kali membelanya.
"Kak Ridho..!! Kakak tega melakukan hal ini kepadaku..!!" Seru Meta lagi dengan raut wajah putus asa. Ridho mengangkat kedua bahunya bodo amat.
"Nggak mau tahu !! Dulu Kakak membelamu karena kakak merasa kamu anak yang jujur dan juga benar. Tetapi ternyata tidak, kamu adalah anak manja yang tidak tahu diri dan susah dikasih tahu. Sekarang kamu keluar dari rumah ini, cari tempatmu sendiri. Biar nanti tidak ada satu orang yang mengganggu aktivitas di luar mu. mau kamu mati, mau kamu jual diri atau mau mengkonsumsi narkoba, itu kami tidak peduli lagi. Dan karena kamu susah dikasih tahu dan dinasehatin, lebih baik kamu tinggal sendiri di luar sana biar tidak ada yang mengomeli kamu mengenai kelakuan kamu ini." Ujar Ridho lagi telak.
Padahal, Ridho adalah anak yang tidak terlalu mau ikut campur dalam urusan orang lain. Begitu juga dengan urusan adik-adiknya. tetapi ketika Ridho melihat tingkah laku Meta yang benar-benar sudah sangat jauh membuat dirinya mengeluarkan amarahnya. Ternyata marahnya orang pendiam itu cukup menyakitkan.
"Ayo keluar atau Apa perlu Kakak menyeretmu keluar dari sini hah.." ujar Ridho lagi dengan suara pelan dan santai namun penuh dengan penekanan. Meta pun mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai tangannya itu memutih.
"Oke.. aku akan keluar dari sini..!!" Ujar meta sambil menyeret kopernya keluar dari kediaman Tuan Sanjaya.
Sebelum meta benar-benar keluar dari rumah itu, ia berhenti dan kembali menoleh sejenak berharap kedua kakaknya itu akan menghentikan langkahnya. Tetapi ternyata, keduanya malah bersedekap dada dan melihat begitu saja kepergian meta, yang tentu saja membuat Meta menjadi marah sementara Nyonya Ratih yang masih berada di sana seperti masih belum tersadar dengan keterkejutannya itu.
"Lihat saja nanti Kak, aku akan pastikan aku bisa hidup tanpa kalian cih.." ujar meta lagi sebelum akhirnya keluar dari kediaman mewah itu. Sesampainya Meta di dalam mobilnya, Ia langsung melampiaskan kekesalannya di sana.
"Sial.. Siapa yang berani mengirimkan video itu kepada Kak Raka.!! kurang ajar sekali dia.. lihat saja aku akan mencari dan menemukan orang itu . Sekarang waktunya memikirkan harus pergi ke mana. Mm.. sebaiknya aku ke rumah kakek nenek saja. Aku yakin kakek pasti akan membelaku di sana. Cih.." ujar meta lagi.
Akhirnya Meta memutuskan untuk pergi ke kediaman Tuan Baskoro sang kakek. Sementara Raka dan Ridho yang masih setia berada di tempat itu pun langsung bergegas masuk tanpa memperdulikan Nyonya Ratih di sana. Bukan mereka tidak ingin, tetapi mereka menginginkan Mama mereka yang terlalu memanjakan Meta itu sadar bahwa apa yang ia lakukan telah mendorong anaknya dalam jurang kegelapan yang mungkin akan sangat susah untuk meninggalkannya.
Sementara itu, Meta sendiri memilih untuk menginap di hotel terlebih dahulu. Ia tidak mungkin pergi ke kediaman Tuan Baskoro saat ini. Apalagi pakaian yang ia kenalkan masih terkesan berantakan dan juga tentunya membuat atau mengundang pertanyaan dari kakeknya. Walaupun nyatanya Tuan Baskoro sangat memanjakan mereka, tetapi Tuan Baskoro juga merupakan orang yang tegas apalagi sampai keturunannya membuat nama baik keluarga besar kusuma itu menjadi hancur.
***
Di posisi lain, seseorang yang menjadi penyebab perbuatan meta diketahui oleh keluarganya sedang tersenyum bahagia. Ia juga tak henti-hentinya ter senyum ke arah handphonenya itu. Ia dia adalah gadis yang bernama Karina. Tentu kalian tahu siapa Karina. Yang waktu itu pernah ramai diperbincangkan di grup sekolah internasional school itu.
Flashback
Saat itu, Meta terpengaruh dengan pergaulan bersama dengan teman-temannya salah satunya adalah Karina. Dan akhirnya berlangsung terus-menerus. Sampai suatu ketika, Karina sedang mencoba untuk mendekati seorang laki-laki yang akan dijadikan sebagai mangsa berikutnya.
Laki-laki itu tak lain dan tak bukan adalah orang yang juga mengejar Meta. Karina yang tentu saja sering berusaha untuk menaklukkan pria tersebut malah kalah dengan meta. Karena merasa tidak terima, Karina langsung mengirimkan video Meta saat dirinya di dalam klub malam. Yang saat itu juga sedang dijamah-jamah oleh lelaki yang bukan muhrimnya.
Flashback off
"Aku yakin, saat ini keluargamu pasti sangat benci terhadap kelakuanmu itu. Aku sih berharap, nama baikmu segera hancur dan orang-orang dapat mengetahui belang mu." Ujar Karina lagi sambil tersenyum puas. Setelah itu, ia langsung bergegas untuk meninggalkan tempatnya.
***
Ke esokan harinya. Meta akhirnya memutuskan untuk pergi kerumah kakek dan neneknya. Meta juga sudah mengarang cerita yang akan ia sampaikan kepada kakeknya Baskoro apabila sang kakek bertanya kepadanya. Dengan tekad yang kuat, akhirnya Meta tiba di kediaman Tuan Baskoro itu.
Ting tong ting tong
Ceklek
Seseorang membukakan pintu kediaman yang tak lain adalah pelayan di kediaman kakeknya. Pelayan itu yang tentu saja sudah mengenal siapa Meta langsung mempersilahkannya masuk.
"Eh, Nona selamat datang... Silakan masuk.." ujar pelayan tersebut tanpa merasa curiga dan mempersilakan Meta memasuki kediaman Tuan Baskoro. Walaupun pelayan itu sempat heran karena melihat cucu dari majikannya ini membawa satu koper besar di tangannya. Meta pun langsung melenggang masuk ke dalam kediaman itu.
"Di mana kakek dan nenek..?? Dan tolong siapkan satu kamar untukku karena aku akan tinggal di sini mulai dari sekarang." Ujar Meta memerintahkan pelayan tersebut tanpa meminta persetujuan dari sang kakek karena Meta yakin, Tuan Baskoro pasti akan sangat senang mendapati keberadaannya di sini. Secara Meta adalah cucu kesayangan dari tuan Baskoro.
"Maaf Nona, tuan dan nyonya sedang tidak berada di tempat. Mungkin sore nanti akan pulang. kalau begitu saya pamit mau membersihkan kamar untuk Nona dulu." Setelah pelayan itu mengatakan hal itu ia langsung meninggalkan Meta yang masih berada di ruang tamu.
Tentu saja tujuan pelayan itu adalah menyiapkan satu kamar untuk Meta tinggali di kediaman tersebut. Tak lama pelayan itu pun kembali dan mengatakan kepada Meta kalau kamarnya telah selesai dibersihkan. Dengan sombongnya Meta pun berjalan masuk ke dalam kamar tersebut dan langsung merebahkan dirinya di atas kasur. meta menatap langit-langit kamar itu.
"Tidak apa-apa, aku akan tinggal di sini mulai sekarang. yang penting, kakek tidak boleh tahu apa yang sudah aku lakukan di luar sana." Ujar Meta dalam hatinya.
Namun ternyata keberuntungan tidak berpihak kepadanya nyatanya video tentang dirinya yang menyewa lelaki untuk berpesta bersamanya itu sekaligus kebiasaan-kebiasaan buruknya telah tersebar di sosial media dan juga viral.