
Nyonya salsa pun menganggukkan kepalanya Julia juga ikut menyuapkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya mengikuti anggota keluarga lainnya.
"Hari ini Abang yang ngantar ya..??" Ujar Melvin.
Hari-hari sebelumnya, Julia terus diantar oleh saudara-saudara sepupunya yang berbeda. Dan kini dirinya kembali akan diantar oleh saudara sepupunya Melvin. Tak dapat dipungkiri Julia begitu sangat bahagia mendapat perhatian lebih dari kakak-kakaknya ini, terlebih lagi perhatian nyonya salsa dan Tuan Antonio. perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari kedua orang tuanya.
"Kakak semua terus yang ngantarin...!! Dari kemarin-kemarin kalian terus yang mengantarkan juga ke sekolah sementara aku akan naik motor sendiri..!!" Protes Abi yang tidak terima. Maunya dirinya ingin berangkat bersama sang adik saling berboncengan.
"Papa. katakan pada kakak-kakakku bahwa hari ini aku yang akan mengantarkan Julia dan seterusnya. Lagi pula mereka bertiga selalu mendominasi Julia. Kan Abi sama Julia sekolahnya sama, jadi wajib berangkat bareng..!!" Seru Abi mengadu kepada tuan Antonio seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Tuan Antonio pun terkekeh melihat raut wajah anak bungsu laki-lakinya itu.
"Biarkan saja kakak-kakakmu memberikan perhatian kepada adikmu. Lagi pula dirimu yang bertugas untuk menjaga keamanannya di sekolah kan..?? Jadi apa salahnya toh juga kalau waktu pulang kalian balik berdua." Jawab Tuan Antonio dengan santai.
Tuan Antonio begitu senang melihat keempat putranya begitu kompak menjaga keponakannya ini. Karena satu hal yang selalu Tuan Antonio tekankan dan nasehatkan kepada anak-anaknya bahwa mereka tidak boleh kasar kepada perempuan apalagi menyakiti hati perempuan.
Mereka laki-laki yang diciptakan untuk menjadi pelindung bagi kaum yang lemah. Yang termasuk kaum hawa.
Tapi kadang-kadang juga kaum hawa tak terlalu membutuhkan perlindungan itu hehehe.
"Pah. bisa nggak kali ini saja papa berpihak kepada Abi...??" Ujar Abi lagi yang kesal kepada ucapan sang ayah. Tuan Antonio pun terkekeh mendengar penuturan anaknya.
"Baiklah baiklah. Mulai sekarang biarkan Julia berangkat dengan Abi setiap hari. Kalian juga kan masih memiliki pekerjaan. Lagi pula Abi dan Julia sekolahnya sama, jadi biarkan saja adik-adik kalian itu menikmati masa sekolah-sekolah mereka." Ujar Tuan Antonio yang langsung mendapat tatapan Pak suka dari anak-anaknya yang lain.
"Tapi, kalau seandainya Julia mau diantar sama abang-abangnya yang lain juga tidak masalah. papa tidak menolak. Lagi pula Julia kan wajib untuk memilih sama siapa dirinya akan berangkat sekolah." Ujar Tuan Antonio sambil melihat ke arah sang keponakan yang sedang menyimak pembicaraan mereka.
"Oke kalau begitu. Kalau papa bilang seperti itu berarti papa juga tidak boleh mengantarkan Julia ke sekolah..!!" Protes Arvin jangan sampai mereka dilarang Tuan Antonio Untuk mengantarkan adik bungsu mereka ke sekolah, sementara Tuan Antonio sendiri dengan senang hati mengantarkan keponakannya itu.
Tuan Antonio pun terkekeh, sepertinya anak-anaknya ini dapat menembak dan membaca rencananya. Tentu saja Tuan Antonio sengaja mengatakan hal tersebut supaya dirinya lebih leluasa Untuk mengantarkan sang keponakan dan melihat bagaimana keponakannya memasuki sekolah internasional itu.
"Bener itu..!! Papa bilangnya kayak gitu sama kita, tapi ujung-ujungnya papa juga yang mengambil kesempatan dalam kesempitan ih.." timpal Melvin.
Nyonya salsa pun terkekeh melihat perdebatan suami dan anak-anaknya. Setiap hari di atas meja makan, mereka selalu bercanda dan juga berdiskusi mengenai suatu hal. Apapun masalah yang mereka alami selalu mereka diskusikan secara bersama.
Bukannya ingin membebankan pemikiran atau masalah itu kepada orang lain, hanya saja dengan melalui diskusi atau bertukar pikiran mereka dapat memberikan masukan atau mendapatkan masukan mengenai hal-hal yang terjadi.
Mereka semua langsung terdiam tak menyauti ucapan Abi. Lagi pula mereka semuanya senang mengantar jemput Julia yang sudah sangat mereka sayangi itu. Rasanya hidup mereka tidak akan lengkap jika tidak ada atau tidak bertemu dengan Julia hari ini. Nasib memiliki saudara sepupu yang posesif memang seperti itu.
Sementara tuan Antonio sendiri hanya terkekeh mendengar protesan anak-anaknya dan juga mengingat tingkah laku nya sendiri. Akhirnya, setelah sarapan pagi selesai. julia dan Abi pun pamit berangkat sekolah.
***
Sesampainya disekolah. Brian yang sudah dulu sampai ketimbang teman-teman nya yang lain, memutuskan untuk menunggu kedatangan mereka. Sambil sesekali ia mengamati tampilan wajahnya di kaca spion motor nya. Ia ingin melihat, apakah dirinya sudah ganteng atau belum. saatnya dirinya sedang fokus pada dunianya sendiri, tiba-tiba suara klakson motor milik teman-temannya membuyarkan dunianya. Brian terkejut.
"Aduh anjing !!! Astaga, kalian ngagetin saja tau nggak..!!" Seru Brian dengan kesal. Ia menatap kesemua teman-teman nya dengan mata malas. Sementara semua teman Brian membuka helm dan tertawa.
"Loh kenapa bri. Aneh loh. Seperti baru tau aja.." protes Galang.
Aksi klakson meng klakson itu, tentu saja adalah hal yang biasa mereka lakukan untuk menyapa teman-teman mereka. Tapi, karena Brian sedang fokus dengan penampilannya, membuat ia tak mendengar kedatangan teman-teman itu, alhasil dirinya langsung dibuat terkejut.
"Loh kenapa terkejut begitu...!! Ketauan... Pasti sedang melamun ya.. hahaha... Perasaan loh dari kemaren kemaren selalu tidak fokus..?? Ada apa sih bro. Kalau ada masalah, ngomong dong sama kita. Curhat men.." timpal Ariel. Ia juga mengalungkan sebelah tangannya dileher Brian. Brian pun mendengus mendengar ucapan Ariel.
"Iya tuh... Atau lu butuh solusi, bagaimana cara menembak melodi..??" Timpal Adri.
Brian pun langsung membulatkan matanya mendengar penuturan Adri yang sama sekali tak terlintas di kepalanya. Justru dirinya sedang di buat galau merana oleh gadis yang saat ini menjauh dan memutuskan untuk tidak mengganggunya lagi.
"Cih.. sok tau lu pade.." ujar Brian. Tak lama, saat mereka sedang berbincang, Satu motor metik yang cukup bagus memasuki pekarangan sekolah dan parkir di tempat mereka. Brian dan teman-temannya sudah mengetahui siapa pemilik motor tersebut.
"Eh.. itu si calon pacar udah datang tuh..." Ujar Ariel. Ia sontak merapikan rambutnya dengan cepat agar terlihat keren di mata Julia. Brian yang melihat aksi Ariel itu langsung mencebikkan bibirnya.
(Seperti saingan ku teman sendiri. CK. Aku tak akan membiarkan nya.) Batin Brian.
Saat itu, mereka memilih untuk jadi penonton bagi Julia dan Abi yang nyatanya sudah turun dari atas motor mereka. Bahkan Abi dengan telaten merapikan anak rambut Julia yang sudah tak beraturan karena menggunakan helm. Brian yang melihat itu langsung mengepalkan tangannya.
(Ck.. pakai pegang-pegang segala lagi..) batin Brian yang menjadi panas. Sementara yang lain malah menatap takjub dengan perlakuan Brian kepada adik sepupunya itu.
"Manis banget sih.. andai aku jadi spider-man.." ujar Ariel yang tiba-tiba menjadi salting dan mengubah sikapnya yang ajaib dalam sesaat.