
Mereka akan pergi lari pagi ke tempat yang biasa mereka kunjungi. Julia berencana menaiki motor masing-masing, tetapi Brian menolak dan menawarkan tumpangan kepada Julia. Tapi karena Julia tidak mau menaiki motor Brian, Brian pun langsung berinisiatif menaiki motor Julia.
Sehingga Julia tidak bisa menolak, jika mereka harus se motor. Akhirnya mereka berdua pun tiba di tempat biasa mereka melakukan lari pagi, ternyata Tak Hanya mereka saja yang beraktivitas seperti itu. seperti biasa, tempat itu pasti akan ramai dikunjungi oleh para warga di sekitaran tempat tersebut.
Setelah memarkirkan motor, Julia dan Bryan pun memulai aktivitas mereka tanpa ada yang bersuara. Brian sendiri sebenarnya ingin mengajak Julia mengobrol, tetapi sepertinya Julia enggan untuk meladeni obrolan dengan Brian. Sekitar 1 jam mereka melakukan aktivitas lari pagi dengan mengelilingi tempat itu, akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti.
"Kak.. beli minum yuk.." ujar Julia mengajak Brian. Bryan tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. Mereka berdua langsung berjalan santai dan menuju satu stand penjualan yang menjual minuman.
"Permisi kak.. teh es-nya dua ya Kak.." pesan Julia tanpa peduli Apakah Brian suka atau tidak.
Semenjak Julia tinggal di sini, di sela-sela aktivitasnya ia lebih menyenangi Teh eS daripada minuman-minuman yang lain. Namun di waktu-waktu yang tertentu juga, ia akan meminum minuman yang lain.
"Ayo kita duduk di sana sambil nunggu.." ujar Brian kepada Julia.
Julia pun menurut dan mereka berdua duduk sambil menunggu minuman mereka selesai. Mereka juga mengamati lingkungan sekitar yang begitu masih sangat ramai. Karena biasanya aktivitas itu akan berakhir sekitar jam 09.00-an pagi. Tak lama minum kan mereka pun datang.
"Silakan Kak pesanannya.." penjual itu.
Brian pun langsung menyodorkan uang kepada penjual tersebut dan diterima dengan baik. Setelah cukup lama mereka beristirahat sejenak, tiba-tiba Brian memulai obrolannya. Dia sudah menimbang-nimbang dari tadi apa yang harus ia lakukan.
"Lia, nanti malam kamu ada acara nggak..??" Tanya Brian kepada Julia.
Julia yang mendengar pertanyaan itu seketika merinding. Ia bukan lagi seorang anak remaja yang sedang masa pubertas, jadi Julia tahu ke arah mana pembicaraan Brian yang pasti akan mengajaknya jalan-jalan atau semacamnya. Jadi tidak perlu berbasa-basi lagi.
"Iya Kak, nanti sore aku ada kegiatan bersama anak-anak. Dan kita udah janji." Ujar Julia mengambinghitamkan para karyawan rumah makannya. Kalau tidak seperti itu, Brian pasti tidak akan mengerti. Padahal Julia sendiri belum mengetahui maksud dan tujuan Brian bertanya kepadanya.
"Memangnya kenapa Kak..??" Tanya Julia lagi yang ternyata penasaran.
Namun jika harus memiliki hubungan, Julia rasa hubungan teman atau hanya sekedar kenalan itu lebih baik ketimbang harus memiliki hubungan spesial lainnya.
"Oh tidak apa-apa. Rencana Kakak mau mengajak kamu jalan-jalan aja kok. Soalnya Kakak udah lama nggak pergi jalan-jalan sama kamu." Ujar Brian yang bingung harus menjawab apa.
Mendengar penuturan seperti itu Julia tersenyum sinis. Apa maksud Brian mengatakan hal itu, memangnya dulu mereka dekat.?? Tidaklah..!!
"Memangnya Kakak sudah mau mengajak aku jalan..?? dulu saja, Kakak selalu menghindar.. menghina aku.. marah-marah nggak jelas.. padahal waktu itu aku sangat membutuhkan kakak loh.." ujar Julia yang sukses membuat Brian terbungkam.
Sebenarnya Julia tidak ingin mengatakan hal ini atau mengenang masa lalunya kembali, tetapi sepertinya hal seperti ini harus dikatakan agar pihak lain menjadi mengerti mengenai hubungan mereka yang sebenarnya.
Dan benar saja, setelah Julia mengatakan hal itu, Brian terdiam. Ia sepertinya mulai kembali memutar ingatan-ingatan lama saat Julia Dengan semangatnya mendekati dirinya. Tapi tak pernah digbris olehnya.
"Ya aku tahu.. waktu itu, aku menganggap perasaan kamu itu terlalu sederhana.. jadi aku tidak bisa menangkap ketulusan di dalamnya. Waktu itu, aku tidak tahu bahwa diriku sangat berharga untukmu, dan sekarang Aku menyesali semuanya." Ujar Brian dengan pelan sehingga orang-orang di sekitar sana tidak terlalu mendengar percakapan mereka.
Julia yang mendengar itu lagi seketika membungkam. Sebenarnya bukan salah Brian, tetapi itu salahnya sendiri yang terlalu mengharapkan Brian. padahal Brian sendiri sudah menolaknya saat itu. Namun Julia malah memohon mohon untuk bisa bersama Bryan. Memikirkan hal itu semua Julia kembali tersenyum miris.
"Kakak tidak perlu menyesal. Dan seharusnya aku yang meminta maaf.. dulu Kakak sudah mengatakan kepadaku untuk menjauh. Tetapi akunya yang bodoh malah menginginkan Kakak menjadi milikku sepenuhnya. Aku bahkan merendahkan harga diriku agar bisa bersamamu. Kakak juga sudah mengatakan kepadaku bahwa kakak tidak mencintaiku sampai aku dianggap sebagai makhluk halus yang tak terlihat. Tapi, untuk itu semua Aku tidak marah kok Kak, aku menjadikan hal itu sebagai pelajaran untuk kehidupanku dan belajar dari masa lalu. dan juga tidak akan mengulang kesalahan yang sama." Ujar Julia lagi dengan suara yang santai.
Brian yang mendengar penuturan Julia yang mengatakan tidak akan mengulang kesalahan yang sama, yang mengartikan Julia tidak akan jatuh cinta kembali kepada Brian membuat Brian kesusahan menelan ludahnya sendiri.
Bagaimana tidak, baru mulai berjuang saja sudah dipatahkan dengan kata-kata dan pertahanan Julia. Namun Brian tidak akan menyerah, Ia tahu di masa lalu, dirinya sudah terlalu sangat menyakiti Julia tetapi tidak untuk saat ini. ia akan berjuang dengan serius dan sampai titik darah penghabisan. Tapi jika cintanya masih tidak bersambut lagi, maka Brian juga tidak punya cara untuk terus melakukan hal itu. Setidaknya dirinya sudah berjuang untuk mendapatkan Julia.
"Hm.. kamu tidak tahu saja Lia. Saat kepergianmu. seminggu setelah itu, aku seperti orang gila mencari keberadaanmu. Bukan sebelum kamu pergi sih.., waktu kamu memutuskan untuk menjauh dariku dan menjaga jarak, aku mulai merasakan kekosongan dan kehilangan. Awalnya, aku tidak tahu, bahwa aku sebenarnya mencintaimu waktu itu, dan juga sampai sekarang. Teman-teman Kakak selalu bilang lagunya haji Rhoma irama he.. mereka selalu bilang kalau sudah tiada baru terasa. Dan itu yang aku rasakan waktu itu. Ketika kamu memutuskan untuk tidak lagi menyapaku dan menempel kepadaku seperti makhluk halus. aku benar-benar merasa kehilangan arah. Bahkan aku bertanya-tanya apa yang membuat kamu berubah. Tapi, lagi-lagi teman-temanku bilang mungkin kamu sudah lelah dan juga tidak ingin gentayangan lagi di samping ku.. hehe.." ujar Brian sambil tersenyum menceritakan hal itu kepada Julia.