JULIA

JULIA
69. begitu lah perempuan



Akhirnya tawa mereka pun pecah. Walaupun masih terasa sedih tapi setidaknya mereka dapat berpisah dengan baik. Tak lama Serene atau pemberitahuan tanda penerbangan sebentar lagi akan diberangkatkan pun berbunyi.


"Itu tanda keberangkatan sudah berbunyi. Kamu hati-hati pulangnya ya sayang.. ingat jangan terlalu pulang malam nggak baik untuk anak perempuan. paman sama bibi berangkat dulu ya kamu hati-hati pulangnya.." sebelum mereka berpisah mereka kembali berpelukan satu sama lain. Setelah itu keluarga Tuan Antonio langsung masuk menuju pesawat Begitu juga dengan Julia.


***


Kini Julia telah kembali ke sekolahnya. Ia cukup telat satu mata pelajaran. Tapi tidak apa-apa, ia bisa meminta catatan kepada teman sebangkunya. Tampak, siswa dan siswi di sekolah ini terlihat bersahabat dan menerima dirinya dengan baik.


ya.. tampaknya, anak-anak yang sekolah di tempat ini sifatnya jauh lebih humoris daripada sekolahnya yang dulu. Di sini tak ada siswa ataupun siswi yang saling menjatuhkan malahan mereka lebih saling merangkul satu sama lain.


Setelah mengikuti serangkaian proses belajar mengajar, akhirnya waktu menunjukkan selesainya kegiatan sekolah. Dan ternyata, tak semua siswa yang langsung pulang ke tempat masing-masing, ada yang meneruskan les, ada juga yang langsung pergi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Sementara Julia, Ia memutuskan untuk kembali ke kontrakannya. Sesampainya dirinya dikontrakkan, tanpa mengganti baju terlebih dahulu Julia Langsung melempar tubuhnya di atas tempat tidur yang dibelikan oleh paman dan bibi untuk.


Bruk


"Ah enak sekali..." Ujar Julia sambil menatap langit-langit kamar tersebut. Pikirannya terus menerawang ke sana kemari. Mengingat perjalanan hidupnya sampai akhirnya ia berada di titik ini.


"Sekarang aku sendirian di negeri orang. Aku juga tidak tahu bagaimana hidupku nanti. Hah.. kira-kira aku harus mulai dari mana hidup ku ya. Kalau bisa, aku juga harus punya pekerjaan, tidak mungkin rasanya selalu bergantung kepada keluarga paman dan bibi. Mmm.." Julia pun mulai berpikir bagaimana cara menghasilkan uang tanpa harus melalaikan sekolahnya. Julia pun mengambil gawainya dan membukanya, Ia memilih untuk membuka YouTube dan menonton video-video para youtuber yang ada di sana.


"Bagaimana kalau aku jadi youtuber juga ya.. kira-kira dapat subscribe nggak ya.. hehehe mari kita coba.." ujar Julia. akhirnya Julia memutuskan untuk berkecimpung di dunia maya, dengan memproduksi beberapa video yang menurutnya pantas untuk dipertontonkan.


Tapi karena kebutuhan untuk ngevlog masih belum terpenuhi semuanya, akhirnya Julia memutuskan untuk membeli alat-alat itu terlebih dahulu dan membuat mini studio di kamarnya.


Julia mungkin akan berpikir untuk membuat berbagai macam jenis video, berhubung dirinya juga bisa memasak, ia akan memulai untuk membuat video itu terlebih dahulu. Ia juga sudah membuat akun pribadinya dan mengaplikasikan sebuah cara untuk melindungi akun yaitu sebagaimana yang diajarkan oleh kakak sepupu pertamanya.


"Selesai. Sebaiknya aku gunakan saja uang-uang ini untuk membuat mini studio di kamarku. Lagi pula kamar ini juga cukup luas." Ujar Julia lagi.


Akhirnya Julia bangkit dan mengganti pakaiannya, sebelum ia pergi belanja membeli semua keperluan yang dibutuhkan ia memilih untuk makan terlebih dahulu. Karena sedang mager, ia memilih untuk memasak telur dan mie saja. Dan setelah itu, Ia langsung bergegas pergi ke tempat pembelanjaan alat elektronik dan alat-alat lainnya untuk memberi alat-alat yang ia butuhkan.


***


Tak terasa, kini Julia sudah seminggu berada di negeri orang. Hidup sendiri tanpa keluarga. Bahkan, Julia juga sudah melaksanakan niat awalnya menjadi seorang youtuber. Ia membuat konten memasak dan juga konten traveling. bahkan hanya dalam waktu yang singkat saja, dirinya sudah memiliki ribuan subscriber.


Apa lagi, pulau Sumatera ini memang sangat terkenal dengan ke elokan alamnya. Dalam satu hari, ia dapat mengunggah sekitar 5 video dengan tema yang berbeda-beda. Bahkan, ia tak merasa kesulitan untuk mengedit video itu sendiri.


"Huf.. semangat cari cuan..!! Ah.. tak terasa sudah seminggu saja." Ucapnya sambil bersandar di sandaran kursi nya.


Matanya menerawang jauh kedepan. Ia tak lagi memikirkan masa lalunya yang suram, fokusnya sekarang adalah menikmati hidup tanpa ada yang mengganggu. Saat ia kembali fokus menyelesaikan pekerjaannya, tiba-tiba hpnya berbunyi.


"Halo yud." Ternyata itu adalah Yudi prasasti teman sekolahnya.


"Iya Lia. Kamu sedang di mana saat ini. Aku sengaja nelpon mau ngajak kamu ngumpul sama teman-teman yang lain. Kita semuanya berada di taplau. Kamu sibuk nggak ? gabung ya..!! nanti aku share loc.." Ujar Yudi dalam panggilannya. Julia memeriksa sebentar pekerjaannya kemudian membalas.


"Oke deh, Tapi aku kayaknya udah telat deh. Nggak papa aku datang agak telat 15 atau 20 menit gitu..??" Tanya juga dia kepada Yudi di dalam teleponnya.


"Nggak papa Lia. Lagi pula masih banyak kok teman-teman yang lain belum datang. Ya udah kami tungguin ya. Dah hati-hati di jalan nanti.." ujar Yudi memutuskan sambungan teleponnya. Begitu juga dengan Julia. Ia meletakkan handphone itu kembali di atas meja.


"Oke, sebaiknya pekerjaan aku tunda dulu deh... Waktunya untuk hangout bareng teman-teman. Kapan lagi kan..?" Tanya Julia lagi.


Setelah itu, Julia mulai membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap, setelah itu ia langsung mengambil helm dan langsung tancap gas menuju taplau. Sesampainya Julia di taplau, ternyata teman-temannya sudah pada ngumpul.


"Sore kawan. Maaf ya baru datang soalnya kalian baru memberitahunya sekitar 20 menit yang lalu." Ujar Julia kepada teman-temannya.


"It's oke Lia, lagi pula masih banyak yang belum datang juga kok. Dah sana duduk mari kita saksikan sunset bersama-sama. Oh iya kamu mau minum apa..??" Tanya Nindy kepada Julia. Kebetulan Nindy juga baru beberapa menit sampai lebih dulu daripada Julia.


" Apa aja deh, yang penting bisa minum..." Ujar Julia kepada Nindy. Mendengar penuturan Julia salah seorang teman mereka yang laki-laki yang dikenal dengan Bayu ikut bersuara.


"Kalau dibelikan rondap mau..??" Tanya Bayu kepada Julia.


Mereka yang ada di sana langsung tergelak mendengar penuturan Bayu. Mereka paham kalau Bayu itu, ingin sedikit menjelaskan mengenai apa yang dikatakan oleh Julia. Sementara Julia yang mendengar candaan Bayu hanya mampu memanyunkan bibirnya saja.


"Ya udah deh... Aku Boba saja." Putus Julia. Mereka pun kembali terkekeh mendengar putusan Julia setelah mendapat teguran dari Bayu.


"Gitu dong. Kalau kita nanya itu jawabnya yang jelas. Jangan jawab terserah. kalian itu cewek-cewek kebanyakan kalau ditanya mau makan apa..?? Jawabnya pasti terserah.. giliran udah dibeliin nih, malah komplain..!" Ujar Bayu lagi langsung di hadapan teman-teman wanitanya itu.


"Iya tuh bay, betul. Tapi untung aku masih jomblo.. jadi nggak terlalu pusing lah mikirin sifat perempuan yang seperti itu.." timpal Satria.