
"Tidak. kakak ingin menyampaikannya hari ini. Kakak takut tidak akan sempat. Julia Kakak sangat mencintaimu, Kakak berharap kamu bisa membalas perasaan Kakak dan kita akan mulai hidup kita dari awal. Dari kesalahan masa lalu, kakak meminta maaf setulus hati kakak dan kakak mohon kamu mau menerima Kakak kembali. " Ujar Brian sambil memegang tangan Julia.
Julia yang berkali-kali mendapatkan ungkapan seperti itu dari Brian hanya terdiam dan juga bimbang. sebenarnya, dalam hatinya juga ia sudah jatuh cinta kembali kepada Bryan. Namun ia masih ragu-ragu, takut dan sekaligus belum percaya
"Kamu tidak perlu jawab sekarang.. tapi kakak ingin, setelah Kakak kembali dari Jakarta kamu bisa memberikan jawabannya.. dan ya, aku harus segera kembali karena jam 04.00 pesawat harus berangkat. Dan jangan lupa, Aku sangat mencintaimu dan buang semua keraguan dalam hatimu. Ayo kita kembali.." ujar Brian lagi.
****
Sementara di posisi lain, melodi saat ini sedang mengamuk di rumahnya akibat video viral yang beredar tentang dirinya yang berada di klub malam bersama dengan para lelaki bayaran.
"sial !!! Siapa yang berani menyebarkan video seperti ini. gara-gara orang ini, tante Sofia dan Paman Herman menjadi membenciku dan bahkan tidak akan percaya kepadaku lagi." ujar melodi dengan frustrasi.
saat dirinya sedang pusing memikirkan masalah videonya yang viral itu, tiba-tiba Tuan Surya datang dengan tiba-tiba dan menampar pipi putrinya tersebut.
PLAK
melodi yang mendapat tamparan secara tiba-tiba dari sang ayah langsung menatap ayahnya dengan sorot mata merah ditambah lagi pipinya terasa panas dan telinganya berdengung akibat tamparan keras itu.
"dasar anak tidak tahu diri. Aku tidak pernah mendidikmu menjadi wanita ****** !! aku mendidikmu untuk menaklukkan Brian agar kita bisa bekerja sama dan perusahaan ayahnya bisa membantu perusahaan papa. tetapi apa, bukannya membantu malah membuat nama baik keluarga kita rusak. mending kamu keluar sajalah dari rumah ini !!" ujar Tuan Surya dengan emosi.
"pah, video itu hanya editan pah..!! aku nggak mungkin ngelakuin itu." ujar melodi masih membela diri. Tuan Surya langsung mengerutkan keningnya lagi.
"kamu pikir papa bodoh hah !! kamu pikir penglihatan dan otak papa itu tidak bisa bekerja dengan baik begitu maksudmu ?? semua orang juga dapat menilai kalau video itu adalah video asli." ujar Tuan Surya lagi memarahi putrinya kembali. akhirnya melodi tidak bisa membela diri lagi.
"maaf pah.. melodi salah.. tolong maafkan melodi." ujar melodi sambil bersimpuh di bawah kaki Tuan Surya. tapi karena Tuan Surya sudah kesel kepada putrinya itu, Ia tak menanggapi permintaan maaf dari melodi.
"mending kamu keluar saja dari rumah ini. Saya tidak mau menampung perempuan murahan seperti kamu." ujar Tuan Surya.
padahal melodi sendiri adalah putrinya Putri kandungnya, seharusnya sih dididik dan diarahkan kembali. tapi karena memang pada dasarnya terlalu sibuk dalam pekerjaan tentu saja hal seperti itu tidak akan bisa ia lakukan. melodi terbelalak mendengar penuturan Tuan Surya itu.
"pah, papa jangan ngusir melodi dong.. kalau papa ngusir melodi. melodi harus ke mana.... papa please jangan ngusir melodi dari rumah..hiks.." ujar melodi sambil menangis.
"Saya tidak mau tahu Dan saya juga tidak peduli. sekarang segera kemasih barang-barang kamu dan keluar dari rumah ini." setelah mengatakan hal itu Tuan Surya langsung meninggalkan melodi di sana. ia tidak peduli Apakah putrinya itu sedang menangis atau tidak, Apakah melodi setuju atau tidak yang penting saat ini melodi harus segera angkat kaki dari rumah ini.
****
Julia yang memang pikirannya sedang di awang-awang tidak tahu harus bereaksi seperti apa. dia pun hanya menurut ketika Brian menyeret tangannya Untuk mengantarkan dirinya pulang ke kediamannya. Setelah itu Brian langsung melanjutkan perjalanan nya menuju apartemen untuk melakukan packing dan berangkat hari ini.
Namun, Sepeninggalan Brian, entah kenapa Julia merasakan perasaan tidak enak dan seolah-olah akan terjadi sesuatu. Julia menatap ke arah di mana Brian telah menghilang dari sana.
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya... Tapi mudah-mudahan ini cuma perasaan saja. perasaan takut, takut, dan takut di php lagi." Ujar Julia.
Akhirnya Julia pun memilih masuk ke dalam kediamannya dan membersihkan dirinya. sebelum akhirnya Ia memutuskan untuk tidur siang. Sementara Brian, ia telah sampai di apartemennya dan mulai melakukan packing. ia juga terlebih dahulu telah memesan tiket keberangkatan jam 04.00 sore menuju Jakarta.
Setelah selesai packing dan memastikan semua barang bawaannya telah masuk ke dalam kopernya. Akhirnya Brian memutuskan untuk pergi ke bandara Minangkabau karena waktu sudah menunjukkan pukul 03.30 kurang.
Dan benar saja, setelah Brian sampai pemberitahuan keberangkatan pesawat pun langsung terdengar sehingga Brian Tak terlalu lama menunggu di sana. Akhirnya Brian melakukan check in dan langsung masuk ke dalam pesawat. Tak lama pesawat langsung diberangkatkan menuju Jakarta.
****
Sementara di tempat lain, Julia masih dengan perasaannya yang cemas memikirkan sesuatu yang tidak ia ketahui. Karena malas memikirkan hal tersebut ia memilih untuk tertidur kembali setelah sempat terbangun dari tidur siangnya.
saat ini, Waktu sudah menunjukkan setengah enam sore, sebelum Julia tertidur kembali ia sempat memegang handphonenya, Ia mau meng-otak-atik dan membuka sosial medianya. dan alangkah terkejutnya Julia, ketika dirinya mendengar satu berita yang membuat jantungnya berdebar-debar tak karuan. Di sana ia melihat berita kecelakaan pesawat yang terbang menuju Jakarta pada beberapa menit yang lalu.
"Astaga..!! Apa-apaan ini.. jangan-jangan..?? Tidak tidak ini tidak boleh terjadi mudah-mudahan Kak Brian tidak berada di pesawat itu.." ujar Julia dengan panik.
 tangannya mulai gemetaran. kemudian yang mengotak-atik handphonenya kembali dan mulai menekan nomor milik Brian . Satu kali Julia melakukan panggilan, namun tidak tersambung alias tidak aktif. sehingga kembali membuat jantung Julia berdebar.
"Tidak.. Jangan sampai aku mohon.." ujar Julia lagi dengan mata yang berkaca-kaca.
Ia kembali menghubungi nomor Brian, Tapi masih tetap sama tidak tersambung sama sekali. Karena Julia tak kunjung mendapatkan panggilan tersebut. kini ia beralih menghubungi nomor Raka untuk menanyakan kebenaran berita tersebut.
Tut
"Halo assalamualaikum Kak.."sapa Julia di sana. Raka yang ada di seberang sana pun tersenyum tatkala mendapat panggilan mendadak dari adiknya itu. Namun Raka dapat menangkap ada nada kecemasan di dalamnya.
"Waalaikumsalam.. ada apa dek, sepertinya dari nada suaramu kamu sedang cemas..??" Tanya Raka kepada sang adik. Julia mencoba untuk menarik nafasnya agar menormalkan detak jantungnya yang tidak karu-karuan itu.
"Kak, Julia cuma mau tanya, Apa benar jam 05.30 kurang terjadi kecelakaan pesawat dari bandara Minangkabau menuju Jakarta ya..??" Tanya Julia kepada kakaknya. Raka yang mendengar penuturan adiknya itu pun langsung membenarkan.