JULIA

JULIA
46. tuan Antonio berlaku bijak



Setelah ia mengatakan hal itu, Tuan Antonio langsung meninggalkan kediaman Tuan Baskoro. Ia sekarang berniat kembali ke kediamannya untuk bertemu dengan Julia serta Abi. Ia ingin mengkonfirmasi apa saja yang terjadi di sekolah mereka hari ini.


Walau bagaimanapun Tuan Antonio tetap harus mendengar penjelasan dari kedua belah pihak sebelum mengambil keputusan. karena ini semua menyangkut anak-anaknya. Tak lama Tuan Antonio pun sampai di kediaman itu.


Wajahnya tampak tidak terlihat baik-baik saja. Bahkan nyonya salsa yang menunggu kedatangan sang suami dibuat terheran-heran.


"Pa, ada apa ? Apa yang terjadi ?? Kenapa raut wajah papa seperti itu." Tanya nyonya salsa kepada tuan Antonio.


Tuan Antonio pun tidak menjawab malah memilih duduk di samping istrinya. Melihat Tuan Antonio Yang sepertinya sedang marah, nyonya salsa memutuskan untuk mengambil air minum di dapur dan menyerahkannya kepada sang suami agar lebih tenang. Setelah nyonya salsa merasa suaminya sudah lebih tenang barulah ia kembali bertanya.


"Ada apa sebenarnya pah ? Kenapa papa terlihat marah ?" Tanya nyonya salsa kepada suaminya. Tuan Antonio yang sudah merasa lebih tenang langsung menjawab pertanyaan sang istri.


"Papa tidak apa-apa. hanya merasa marah kepada ayah saja. Oh iya, di mana Julia dan Abi, papa harus memastikan sesuatu kepada mereka." Ujar Tuan Antonio lagi dengan ekspresi dingin.


Nyonya salsa pun langsung mengerutkan keningnya tidak biasanya sang suami mencari Julia dan Abi dengan ekspresi wajah seperti itu.


"Kebetulan kedua anak itu sedang pergi jalan-jalan ke mall. Tadi mereka pulang cepat. Papa tahu tidak, mata Julia membengkak karena menangis." Ujar nyonya salsa lagi membuat Tuan Antonio kembali memfokuskan pendengaran serta penglihatannya kepada istrinya.


"Maksud Mama ? apakah terjadi sesuatu dengan Julia..??" Tanya Tuan Antonio kepada istrinya lagi, dahinya ikut mengeruk. Seolah ia bertanya apa yang sedang terjadi.


Nyonya salsa pun langsung memulai ceritanya, di mana awal mula Julia dan Abi pulang ke rumah padahal belum waktunya sekolah berakhir.


Kemudian nyonya salsa juga menyampaikan perihal Julia yang dipermalukan di grup sekolahnya dengan memasang foto Julia dengan Putra pertama mereka.


Teman-temannya mengatakan bahwa Julia berjalan dengan om-om untuk mencari uang jajan. Bahkan nyonya salsa juga menceritakan apa saja yang ia baca di grup WhatsApp itu, serta bagaimana ucapan orang-orang yang mengatai Julia dalam percakapan grup sekolah mereka itu.


Tuan Antonio yang mendengar cerita sang istri langsung mengepalkan tangannya. Bukankah tadi ayahnya mengatakan bahwa meta dan Mita dibentak dan dimarahi oleh Abi karena ulah Julia.?


"Lalu di mana kedua anak itu mah..??" Tanya Tuan Antonio lagi kali ini ekspresinya berubah menjadi sayu.


Dan sebelumnya salsa menjawab pertanyaan sang suami. Terlihat sebuah mobil memasuki pekarangan rumah mereka, di mana Julia dan Abi telah kembali dari jalan-jalan serta sekaligus dari restoran pelangi milik Aliando. Abi dan Julia berjalan seiring dengan tangan Abi menggandeng tangan adiknya itu.


"Eh, papa sudah pulang..??" Ujar Abi langsung berjalan mendekat dan menyalim tangan ayahnya diikuti oleh Julia. Tuan Antonio pun menyambut kedatangan kedua anak dan keponakannya itu sembari menyuruh mereka duduk terlebih dahulu.


"Kami habis jalan-jalan ke mall, sekaligus membelikan HP baru untuk adik. Membeli beberapa barang kebutuhan juga. Setelah itu kami ke restoran Abang Aliando untuk memulai kesepakatan bisnis Julia dengan Abang. Setelah itu baru deh balik ke rumah.. emangnya ada apa pah..??" Tanya Abi kepada tuan Antonio. Tuan Antonio menarik nafasnya dengan pelan dan kembali bertanya.


"Lalu, bisakah kalian menceritakan kepada papa apa yang kalian alami di sekolah hari ini ? Ingat ceritakan sebenar-benarnya papa tidak ingin ada yang disembunyikan. Mama tadi sudah menceritakan apa yang terjadi dengan Julia di sekolah. Tapi papa ingin mendengar langsung dari mulut kalian berdua.* Ujar Tuan Antonio lagi.


Julia pun langsung menundukkan kepalanya seolah tak berani menatap bola mata pamannya. ia sebenarnya sudah tak mau membahas kejadian itu lagi. tapi, sepertinya ada sesuatu yang membuat sang paman bertanya.


Sementara itu, Abi langsung mengambil alih menjelaskan semuanya kepada tuan Antonio. Ia merogo sakunya dan mengambil gawainya. Kemudian ia mengotak-atiknya, setelah itu, ia serahkan kepada sang ayah. Tuan Antonio yang membaca percakapan group tersebut langsung menjadi marah.


"Apa-apaan ini !!! Siapa yang memasang foto seperti ini dan berbicara kurang ajar !!" Geram Tuan Antonio. Ia mensecroll percakapan di group itu dengan kasar. Dahinya berkali-kali mengerut membaca komentar komentar itu.


"Tidak hanya itu pa. Meta dan Mita juga tidak mau menjelaskan dan meluruskan masalah itu. Padahal mereka tau, dan Abi juga sudah kasi tau, kalau laki-laki yang ada di foto itu adalah bang Arvin. Tapi, mereka malah menuduh Julia bersama dengan om-om." Jelas Abi lagi.


Penjelasan Abi tentu saja berbeda dengan apa yang didengarnya dari sang ayah dan kedua keponakannya. ternyata, tindakan nya tidak salah untuk mendengarkan penjelasan dari kedua bela pihak.


kalau tidak, mungki tuan Antonio juga akan bertindak seperti adiknya, tuan Sanjaya. Lagi-lagi,tuan Antonio mengepalkan tangannya. Untuk sekarang, tuan Antonio merasa kalau keponakan kembarnya itu benar-benar keterlaluan.


"Keterlaluan mereka.!!" Seru Tuan Antonio lagi. rasa marah dan tidak terima mendapati kenyataan, bahwa nama baik Julia dirusak oleh kedua saudara kembar itu, membuat tuan Antonio kehilangan akal.


Akhirnya tanpa mengatakan apapun Tuan Antonio kembali bangkit dari tempat duduknya dan pergi kembali ke rumah ayah dan ibunya. Ia juga menghubungi keluarga Tuan Sanjaya dan membawa kedua anak kembarnya untuk diberi sedikit nasehat ataupun pelajaran agar kedua anak kembar itu tidak semena-mena kepada saudara mereka.


"Pah !! papa mau ke mana..!!" Teriak nyonya salsa kala itu. Nyonya salsa sendiri menjadi kelimpungan melihat ekspresi sang suami yang sepertinya tidak baik-baik saja. kalau sudah seperti ini, tuan Antonio tidak boleh dibiarkan begitu saja.


"Sebaiknya kita segera menyusul papa kalian.!! Mama takut papa kalian di sana pasti akan mengamuk..!!" Seru nyonya salsa kepada kedua anak muda itu sambil berlari ke kamar untuk mengambil tas dan hp-nya setelah itu bergegas menyusul suaminya.


Abi dan Julia yang mendengar penuturan nyonya salsa juga ikutan panik, melihat nyonya salsa seperti itu, mereka berdua langsung berdiri dan mengikuti sang nyonya ke kediaman Tuan Baskoro.


Dan akhirnya, 30 menit perjalanan, nyonya salsa dan kedua anaknya itu sampai di kediaman mertuanya. Ternyata di sana juga sudah berderet beberapa mobil di depan pekarangan kediaman mewah itu.


Keluarga Tuan Sanjaya datang ke tempat itu atas panggilan sang tetua Kusuma. Karena tuan Baskoro yakin Antonio pasti akan membawa Julia ke tempat itu sehingga mereka juga dapat mendengar apa yang sudah dilakukan Julia terhadap anak kembar mereka itu.