
Mereka pun tak mengubris Nindy hanya memutar bola mata mereka dengan malas.
"Makanya kita ke sini, mau nanya." Jawab Bayu lagi.
"kalian ke sini mau nanya doang.!! kalau begitu ngapain kalian ke sini kalau cuma mau nanya doang dan juga nggak ngebantuin. percuma dong..!!" jawab Nindy lagi dengan tangannya yang masih sibuk bekerja.
"Ya sudah makanya apa yang perlu dibantu.. ini cewek satu bikin stress dah.." gumam Bayu di akhir kalimatnya. Nindy yang melihat ke arah Bayu langsung melotot saat ia ingin menjawab, tapi sudah keduluan oleh temannya.
"Kalian itu kalau ketemu seperti Tom dan Jerry ya.. nggak bisa ngomong baik-baik dan dibicarakan baik-baik gitu.. kalau seperti ini terus mah, fix kalian berdua adalah jodoh.." ujar Julia kepada kedua temannya. Mendengar penuturan Julia Nindy dan Bayu sama-sama berekspresi muntah.
"Weekk... Apa kamu bilang Lia, gue jodoh sama dia.. nggak lah ya, nggak sudi gue..!! Daripada jodoh sama Bayu mending gue jodoh sama ketua OSIS. Udah jelas ganteng perhatian, kan dia baru datang ke sini tadi untuk memperhatikan kita." Ujar Nindy dengan pedenya.
"Jangan bicara seperti itu lah nin. Nanti takutnya kata-katamu malah menjadi sebaliknya. Kan jodoh tidak ada yang tahu ya nggak sayang.." jawab Larasati dan langsung bertanya kepada Satria.
"Betul itu.. mungkin sekarang kalian itu saling tolak menolak ya, tapi nggak tahu lah sampai 5 tahun 6 tahun ke depan, awas ya kalau kalian berdua tiba-tiba udah punya keturunan." Ujar Satria lagi menggoda teman-temannya.
"Iya tuh. kalian tuh paling ngotot dan paling saling benci satu sama lain. Tapi pepatah mengatakan benci itu tandanya sayang, benci itu perbedaannya sangat tipis dengan cinta. Jangan-jangan kalian sedang berada di fase itu. hanya saja kalian gengsi mengakuinya. Kalau menurut gue ya, jangan terlalu gengsi, nanti kalau orang yang kalian sayangi sudah diambil orang lain,.. makan no gengsi nyesal yang ada.!." kali ini yang bersuara adalah Yudi. Ia bahkan menatap kedua sahabatnya itu Nindy dan Bayu sambil menggoda keduanya. Mendengar penuturan Yudi mereka semua pun terkekeh kecuali Nindy dan Bayu.
"Tau ah!! terserah kalian aja lah..." Ujar Nindy dan Bayu dengan kompak. Sehingga kembali mengundang gelak tawa dari teman-teman mereka yang lain.
Sementara Nindy malah melotot ke arah Bayu dan berdecak pinggang.
"Lu ngapain ngikutin kata-kata gue.!! Mau caper lo sama gue..!!" Ujar Nindy kepada Bayu sambil berdecak pinggang. Bayu pun langsung mencabikan bibirnya dan ikut melakukan gaya Yang sama, yang dilakukan oleh Nindy.
"Eh seharusnya aku yang bilang gitu, kenapa lo ngikutin kata-kata gue.. suka lo sama gue..!!" Jawab Bayu tak kalah sarkasnya kepada Nindy.
"Weekk... Gue suka sama lo !! Mimpi aja sana.. " ujar Nindy lagi.
Yang lainnya, hanya menonton perdebatan mereka dan langsung terkekeh sekaligus melerai perdebatan keduanya.
"Sudah-sudah, kalian ini seperti sepasang kekasih mau kawin aja. Kalau kalian bertengkar terus dan berdebat, ini proses pembangunan tendanya tidak akan selesai. Kita juga siap ini mau memasak.. kalian mau kelaparan..??" Lerai Yudi kepada teman-temannya itu.
Akhirnya Nindy dan Bayu pun berhenti berdebat walaupun mereka masih sama sama kesal satu sama lain. Mereka pun langsung bekerja sama untuk kembali merapikan tenda mereka dan memasukkan barang-barang mereka ke dalam tenda, Setelah itu mereka juga mengeluarkan peralatan masak dan bahan-bahan masak lainnya yang akan mereka eksekusi hari ini.
Yaitu, yang pertama pergi mencari tanaman yang bisa dibudidayakan dalam hutan dan juga tanaman lindung, biasanya di dalam hutan banyak spesies tumbuhan yang dilindungi agar tidak punah. Suasana di sana sangatlah dingin, tak lupa juga Julia mengambil video kebersamaan dan kegiatan tersebut untuk ia jadikan konten youtubenya. Kegiatan di hari pertama pun berlangsung dengan baik sampai akhirnya malam menjelang dan siswa-siswi memutuskan untuk masuk dan tidur di tenda masing-masing.
***
Besok hari pun menjelang, sekitar jam 05.00 pagi para siswa dan siswi telah beranjak dari tidur mereka. Begitu juga dengan tenda Julia. Mereka ganti-gantian melakukan salat di dalam tenda masing-masing sebelum mereka mandi dan aktivitas pertama dimulai.
Namun sebelum aktivitas belajar mengajar mereka di tempat terbuka, para siswa dan siswi terlebih dahulu memasak untuk sarapan. Ada yang memasak nasi goreng, ada yang membuat roti bakar ada pula yang hanya memakan roti gabus saja.
Semua aktivitas mereka tetap dipantau oleh panitia pelaksana agar para siswa dan siswi tidak ada yang kelaparan dan mengakibatkan mereka pingsan di lapangan. Sementara di tenda Julia dan teman-temannya, mereka memutuskan untuk membuat nasi goreng dengan toping udang kering di atasnya. Mereka masak bersama-sama agar masakan mereka selesai. Setelah itu, mereka mengundang teman cowok mereka yaitu Bayu, Yudi Satria dan Angga.
"Wih !! enak nih.. beruntung ya punya teman cewek. Jadi nggak perlu repot-repot masak.." ujar Angga mengambil posisi tempat duduk di samping teman-temannya yang lain.
"Ya iyalah, asalkan nanti kalian semua rajin cuci piring, ngambil air ke sungai, dan kalau disuruh bantu masak juga mau." Jawab Larasati.
Mereka memang sepakat untuk bergabung saja, sembako mereka bawa masing-masing sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sementara untuk kebutuhan umum lainnya seperti kompor, pemasak air panas, wajan penggorengan hanya dibawa oleh satu siswa saja.
Namun kalau yang bersangkutan dengan makanan pakaian dan obat-obatan mereka tanggung sendiri-sendiri.
"Ya pastilah itu. Masak bebeb kami dibiarkan mengangkat beban yang begitu berat." Jawab Yudi mengajak bercanda teman-temannya.
"Siapa yang bebeb lo Di sini..!! Kita ini teman lo ya bukan bebeb lo..!!" Ujar Juwita yang duduk tepat di samping Yudi. Mendengarkan penuturan Juwita, Yudi pun langsung mencebikkan bibirnya ke arah Juwita.
"Kalau kamu mau, aku mau jadi Bebeb kamu. Mau nggak kita jadian hari ini ya..!!" Ujar Yudi lagi mengundang galak tawa dari teman-teman mereka. Juwita yang mendengar penuturan Yudi sontak langsung memerah karena malu. Ia sendiri tahu kalau Yudi hanya bercanda dengannya dan ucapannya itu tidak serius.
"Kamu yud, nembak cewek di suasana makan seperti ini. Nggak romantis banget sih lu.. cari waktu yang tepat lah untuk nembak Juwita." Ujar Bayu kepada Yudi. Bayu juga menaik turunkan alisnya menggoda temannya itu.
"Sudahlah. kalian ini mau makan apa mau berdebat sih. Waktu itu terus berjalan Kalau nggak mau makan langsung berdiri aja biar kami makan..!!" Kali ini Nindy yang bersuara. Bayu yang berada di samping Angga langsung memprotes.
"Apa sih nenek lampir nyaut aja...!" Jawab Bayu ke arah Nindy.