JULIA

JULIA
40. Abang selalu bersamamu dek



Teman-teman mereka yang lain yang tidak tahu bahwa Mita dan Mita adalah saudara Julia kembali dibuat terbengong. Mereka kembali menyelami hari-hari di mana Julia selalu memarahi kedua adiknya itu.


Pantas saja. Pikir mereka. Meta dan Mita yang mendapatkan perkataan yang tak mengenakan dari Abi mendadak menjadi bungkam.


"Dan asal kalian tahu semuanya. Yang ada di foto itu memanglah Julia, tapi ia tidak jalan bersama dengan om-om melainkan dia jalan bersama dengan saudara sepupunya kakak pertama saya Arvin." Ujar Abi setelah mengamati foto itu dengan teramat lekat.


Karena itu, ia dapat mengetahui bahwa yang di foto itu adalah kakak pertamanya. Belum lagi tanggal yang tertera pada foto tersebut menunjukkan bahwa kejadian ini adalah di hari Minggu di mana mereka semua berebut ingin menemani Julia jalan-jalan ke mall. Dari situ terdengar bisik-bisik yang mengatakan bahwa meta dan Mita dengan teganya memfitnah saudara sendiri.


"Pantas saja, setiap pagi kakak senior itu marah-marah kepada meta dan Mita. Mungkin ia menganggap kedua saudara kembarnya tak menganggap dirinya sama sekali." Tutur yang lain


"Iya tuh !! masa ada ya saudara yang tega berbuat seperti ini sama saudaranya sendiri. Lagian kalau kita sakit, yang ada dan yang ngurus kita, ya saudara kita bukan orang lain." Ujar yang lain membenarkan.


"Mungkin karena mengira mereka itu kembar, jadi tidak perlu orang lain dalam hidup mereka. Egois sekali ya." Timpal yang lainnya membuat meta dan Mita mendadak menjadi malu. Abi kembali membuka suaranya.


"Dan untuk kalian berdua ya. Aku akan mengatakan hal ini kepada Kak Arvin. Biar sekalian Kak Arvin yang berbicara dengan kalian. Dan kakak mohon, cukup di sini saja kalian membenci Julia. Karena ada kami yang akan melindunginya. Jika kalian masih berani mengusik Julia maka kalian berdua akan berhadapan dengan saya paham kalian." Ujar Abi dengan dingin.


Saat ini, ia tidak peduli bahwa meta dan Mita yang juga adalah saudara sepupunya. Fokusnya saat ini adalah mencari dan menemukan Julia. Ia yakin, pasti saudara sepupunya saat ini tengah menanggung malu dan kembali membuka luka dalam hatinya. Sebelum Abi pergi di hadapan meta dan Mita. Ia kembali mengingatkan kedua saudara sepupunya itu.


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Julia akibat foto tersebut. Kalian berdua akan tanggung akibatnya paham kalian. Aku tahu siapa orang yang telah menyebarkan foto ini. Dan kalian berdua, bukannya menjelaskan hal tersebut Di dalam grup WA itu, kalian hanya memilih bungkam dan datang padaku mengadukan hal ini. Sungguh ironis sekali." Setelah mengatakan hal-hal yang perlu dikatakan dan melayangkan sedikit ancaman kepada meta dan Mita.


Ia pun langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut dan mencari Julia. Sementara ada beberapa orang yang melakukan siaran langsung di aplikasi yang dikhususkan untuk mendapatkan informasi siswa. Jadi mereka dapat melihat kejadian tersebut.


***


Sementara itu di posisi Bryan. Awalnya ketika melihat foto Julia yang menunjukkan bahwa dirinya sedang berjalan-jalan bersama dengan seorang laki-laki mendadak menjadi marah dan mengumpati Julia. Tanpa sadar Ia juga melayangkan kata-kata hinaan dan menyebut Julia itu ngejalang karena tidak mendapatkan perhatian darinya. Tapi setelah melihat siaran langsung dari aplikasi sekolah mereka, kini Brian menyesali apa yang pernah ia tuturkan.


"Sialan berani-beraninya mereka memfitnah Julia seperti itu." Geramnya lagi sedikit emosi.


Teman-temannya yang lain juga ikut menyaksikan acara live tersebut. Mereka juga mengomentari aksi meta dan mita yang mempermalukan saudari mereka sendiri tanpa menjelaskan apapun di grup sekolah.


"Mungkin Julia adalah anak yang tidak diperhatikan kali sama orang tuanya. Soalnya Nita dan Mita naik mobil mewah dan wah. Tapi Julia sendiri malah naik motor Beat yang harganya tidak seberapa. Menurut kalian Iya nggak sih..??" Ujar Galang lagi.


"Jangan-jangan, kemarin-kemarin ia mendekati Brian karena ingin mendapatkan perhatian Brian. Mengingat mungkin ya kedua orang tuanya tidak memberikan perhatian kepadanya. Barangkali, ia haus belaian kasih sayang kali." Timpal Adri lagi. Yang beberapa hari ikut bergabung bersama mereka. Mereka semua menganggukkan kepala mereka.


"Kalau apa yang kita katakan ini benar adanya, berarti kita juga jahat loh. Karena dengan teganya kita juga ikut menyakiti hatinya. CK ck ck." Timpal Charles lagi.


Semuanya pun kembali bungkam dan kembali memikirkan hal-hal yang pernah mereka lakukan di masa lalu. Di mana mereka selalu mengetahui Julia sebagai makhluk halus yang selalu menempeli Brian. Tanpa mereka tahu apa yang diinginkan oleh Julia.


Di tempat lain. Julia saat ini tengah berada di sebuah danau yang tidak jauh dari gedung sekolah mereka. Kali ini, ia menyendiri dan menjaga jarak aman kepada teman-temannya dan lingkungan sekolah. Ia tidak membawa apapun. ia Hanya duduk sambil memeluk kedua lututnya kemudian merenungi Apa yang terjadi.


"Aku tidak mengerti. Kenapa mereka begitu membenciku. Sampai-sampai, saat aku berjalan-jalan saja dengan saudaraku malah dianggap sedang menjual diri pada om-om." Ujar Julia dengan lirih.


Air matanya juga tak henti-henti mengalir akibat rasa sakit yang dirasakan Julia itu. Sesekali ia akan menyeka air matanya dan menenangkan diri. Sudah berkali-kali ia memikirkan untuk mengakhiri hidupnya saja, jika pada kenyataannya Tak ada hal baik yang ada di dunia ini untuk dirinya. Namun lagi-lagi akal sehatnya kembali, dan membuat Julia mengurungkan niatnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku bener-bener tidak sanggup untuk menjalaninya." Ujar Julia lagi.


Tanpa ia sadari, ada seseorang yang berdiri di belakangnya mendengar semua keluh kesahnya. Siapa lagi kalau bukan saudara sepupunya Abimanyu. Ia memeriksa nomor telepon Julia agar dapat menemukan dirinya. Akhirnya ia berhasil menemukan saudara sepupunya yang tengah menyendiri dan mengeluh tentang hidupnya.


"Dek jangan bersedih ya... Ada abang yang selalu bersamamu..." Ujar Abi langsung berhambur memeluk adiknya dan kemudian menenangkannya.


Julia sendiri terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu yang tiba-tiba dari Abi. Membuat Julia malah bertambah sesak dan tangisnya semakin pecah.


"Abang.. hiks hiks... apa salah Julia !! Julia jalan saja bersama sepupu Julia, Dimata mereka, itu adalah sebuah kesalahan. hiks hiks... Apa yang Julia lakukan di dunia ini adalah kesalahan. Kapan Julia akan bahagia Bang.. hiks hiks.." ujar Julia di sela-sela tangisnya. Abimanyu makin mengeratkan pelukannya kepada Julia yang membuat dadanya juga ikutan sesak mendengar keluh kesah adiknya.


"Jangan pikirkan apapun dek. Apapun yang terjadi Abang selalu mendukungmu. Abang juga akan melindungimu." Ujar Abi lagi sambil mengeratkan pelukannya.