
Tuan Sanjaya menyelonong masuk begitu saja. setelah masuk ke dalam rumah, hal pertama yang ia lihat adalah foto keluarga dari sang Kakak. di mana Di sana ada Putri kandungnya. Melihat foto keluarga yang sangat bahagia itu, Tuan Sanjaya tersenyum sekaligus merasa miris. Karena satupun potret sang anak tengah tak ada Dan tak terpampang di dinding rumah mereka. Tuan Sanjaya berjalan mendekat ke arah foto tersebut dan membelainya dengan hati-hati.
"Kamu bahagia di sini nak.. maafkan papa yang sudah menelantarkan.." ujar Tuan Sanjaya lagi. tuan Sanjaya pun terpaku menata potret keluarga bahagia itu. tiba-tiba, salah satu asisten rumah tangga datang menyapa tuan Sanjaya yang sedang terpaku Disana.
"Eh Tuan Sanjaya... Ada perlu apa Tuan..??" Tanya pembantu itu kepada Tuan Sanjaya. mendengar ada suara yang menyapa, Tuan Sanjaya segera mengarahkan pandangannya ke arah sang pembantu kemudian tersenyum.
"Tidak apa-apa. aku ke sini hanya ingin bertemu dengan mas Antonio. Apakah mas Antonio ada di dalam..??" Tanya Tuan Sanjaya lagi berbasa-basi. Pembantu itu pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya tuan. Tuan Antonio ada di dalam sedang berkumpul bersama dengan keluarganya." Ujar pembantu itu membuat senyum terbit di bibir Tuan Sanjaya. Mungkin Tuan Sanjaya berfikir ini adalah momen yang tepat untuk bertemu dengan sang anak. Dia tidak tahu saja bahwa putrinya sudah tak tinggal di sini lagi.
"Ya sudah kalau begitu terima kasih.." setelah mengatakan hal itu, Tuan Sanjaya langsung berlalu masuk lagi ke dalam rumah tersebut.
Mereka yang berada di ruang tamu yang sedang mengobrol ringan, langsung mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat ke arah mereka. secara bersamaan, mereka Langsung mengarahkan pandangan ke arah sumber suara itu dan alangkah terkejutnya Mereka melihat Tuan Sanjaya yang ada di sana, namun ekspresi terkejut tidak mereka tunjukkan di raut wajah mereka.
" Paman...." Ujar Melvin setelah melihat tuan Sanjaya disana. Tuan Sanjaya sendiri sedang memberikan senyum terbaiknya kepada ke empat keponakan-keponakannya dan juga saudara nya.
"Sanjaya. Apa yang kamu lakukan disini..?? Kenapa kesini nggak ngomong dulu." Ujar tuan Antonio dengan tampang biasa saja. Nyonya Salsa yang mendengar penuturan sang suami langsung mengikut suaminya.
"Papa kok ngomong gitu sih, minimal persilakan duduk dulu.." ujar nyonya Salsa kepada suaminya. Mendengar penuturannya Salsa, Tuan Antonio menjadi salah tingkah sendiri dan berdehem. Jujur saja itu hanyalah reflek yang keluar dari mulutnya.
"Khem.. silakan duduk dulu jaya.. lagian ngapain sih datang ke rumah mas tanpa ngasih kabar terlebih dahulu. Kamu datang sendiri..??" Tanya Tuan Antonio lagi.
Tuan Sanjaya pun langsung mengambil tempat duduknya di bangku yang kosong di samping Abimanyu yang sepertinya baru saja pulang sekolah, karena seragamnya belum juga ia ganti. Setelah Tuan Sanjaya duduk Abi dan saudara-saudaranya yang lain langsung menyalami dan mencium tangan pamannya itu. Setelah itu mereka mengambil tempat duduk kembali seperti semula.
"Tidak apa-apa mas. Saya juga datang sendiri ke sini. Oh iya, tujuan saya ke sini ingin bertemu dengan Julia dan mengobrol dengannya. Kira-kira Julia di mana ya mas..??" Tanya Tuan Sanjaya kepada saudaranya itu.
Mendengar penuturan Tuan Sanjaya, mereka semua memilih untuk diam. sementara nyonya Salsa telah pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk menyambut adik iparnya itu. Mendapati keluarga kakaknya yang diam saja, Tuan Sanjaya langsung mengulang pertanyaannya.
"Tentu saja kamu boleh bertemu dengannya. Namun semuanya sudah terlambat. Julia sudah pergi diam-diam dari rumah setelah kejadian di rumah sakit itu. Saat ini, kami juga sedang berusaha untuk mencarinya, makanya mas selalu memberikan alasan kepadamu agar kamu tidak meminta bertemu Julia sebelum kami berhasil mendapatkan di mana ia sekarang." Ujar Tuan Antonio dengan kebohongannya.
Tentu saja Tuan Antonio sudah berjanji kepada keponakannya untuk tidak mengatakan kepada keluarganya mengenai keberadaan dirinya. Tuan Antonio juga bukanlah orang yang bodoh, walaupun kesannya Julia ingin lari dari keluarganya dan memutuskan hubungan, namun tindakan itu lebih baik ketimbang harus tersiksa terus menerus dan akhirnya menjadi gila.
Tuan Sanjaya yang mendengar penuturan sang kakak langsung terkejut. Ia tidak menyangka bahwa putrinya lebih memilih kabur dari rumah pamannya ketimbang datang kembali untuk meminta maaf atau mencari mereka, ataupun menunggu mereka datang untuk meminta maaf kepadanya. ya, lagian itu tidak mungkin Julia lakukan, mengingat istrinya lah yang membuat Julia memilih untuk pergi. Tuan Sanjaya terdiam sejenak, Ia benar-benar terkejut dan dadanya berdetak sangat kencang.
"Jadi mas... Julia tidak berada di rumah mas lagi dan, mas juga tidak mengetahui keberadaan Julia.??. terus kenapa mas tidak memberitahu kepada saya dengan cepat biar saya juga bisa bergerak untuk mencari keberadaan Julia mas..??" ujar Tuan Sanjaya merasa syok dengan kabar ini. Tuan Antonio yang mendengarkan penuturan sang adik hanya bisa menghela nafas.
"Aku bukannya tidak ingin memberitahumu, namun saat itu, aku tidak ingin menambah beban masalahmu dan juga kemarahan istrimu. Apalagi kamu sudah melihat sendiri dan di depan mataku pula dia berani mengatakan hal itu kepada Julia. Jadi itu adalah pilihan terbaik Sanjaya." Ujar Tuan Antonio entah kenapa ekspresinya menjadi dingin.
Tuan Sanjaya yang kembali disadarkan dengan kenyataan, langsung memijit pelipisnya dengan gusar dan putus asa. Kalau saja sang istri tidak melakukan dan mengatakan hal itu, pasti dirinya masih bisa bertemu dengan sang anak. Lalu bagaimana sekarang ?? di mana ia harus mencari dan menemukan putrinya itu..??
"Lalu bagaimana sekarang mas..?? Apa yang harus saya katakan kepada kedua Kakak Julia.?? Mereka setiap hari menanyakan Julia kepada saya. Aku bingung harus mengatakan apa. Mereka juga berkali-kali datang ke rumah mas, tapi selalu tidak bisa bertemu dengan adik mereka." Ujar Tuan Sanjaya lagi kepada kakaknya.
"Ya mau bagaimana lagi. Yang harus kita lakukan adalah mencari dan menemukan keberadaannya.." ujar Tuan Antonio kepada adiknya lagi.
Tuan Antonio dan Tuan Sanjaya belum mengetahui, bahwa Julia sudah menjadi seorang youtuber dengan pengikut yang banyak. sepertinya algoritma YouTube belum mengirimkan kabar itu kepada kedua lelaki paruh baya ini. ditambah lagi, karena memang mereka jarang sekali membuka aplikasi sosial media kecuali WhatsApp untuk menghubungi keluarga mereka. Sementara keempat anak-anak dari tuan Sanjaya itu tak pernah menyinggung masalah ini kepada kedua orang tuanya.
"Kalau begitu, saya akan membantu cari nanti mas.. dan saat ini saya memutuskan untuk pulang saja ke rumah dulu." Ujar Tuan Sanjaya lagi dengan perasaan tak menentu. ada rasa sesak di dadanya yang saat ini tiba-tiba menyerang.
Akhirnya tanpa mengatakan apapun, tuan Sanjaya langsung keluar dari rumah sang kakak dan kembali ke kediaman Tuan Sanjaya. Tuan Antonio yang melihat ekspresi dari sang adik hanya mampu menggelengkan kepala tanpa ada Niat dalam hati untuk memberitahu Di mana keberadaan sang keponakan. Pokoknya cukup dirinya dan keluarganya saja yang tahu.
***