
Suasana Hening tercipta sesaat di antara mereka mereka merasa enggan untuk mengeluarkan suara.
"Kenapa tiba-tiba jadi diam..?? Oh iya kakak baru pertama kali melihatmu.. kamu anak baru ya..??" Tanya Leo kepada Julia. Julia yang memang berada tepat di samping Leo langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya Kak, saya baru pindah seminggu yang lalu." Ujar Julia kepada Leo.
Sementara Putra yang memang dikenal agak sedikit cuek tidak memperdulikan itu, namun bukan berarti ia tak mendengarkan percakapan Leo dengan Julia.
"Berarti kamu belum punya kelompok dong... Kita kan ada nanti rencana perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Dan akan dilaksanakan di lembah Harau kabupaten Lima puluh kota di kota Payakumbuh. kamu sudah punya kelompok..?? biar nanti kakak carikan.." Ujar Leo kepada Julia. Julia mengganggu anggukkan kepalanya seolah ia tak berniat untuk menjalin obrolan pada Leo.
"Kakak tenang saja, Julia sudah dapat kelompok kok. Dia akan sekelompok dengan kami." Jawab Larasati.
mendengar ucapan Larasati, Mereka semua pun menganggukkan kepala kecuali Putra yang masih fokus melahap makanannya. Nindy yang berada tepat di samping Putra pun tak kuasa membuka percakapan. padahal dirinya sangat ingin mengobrol dengan ketua OSIS itu.
Tapi entah kenapa, ketika sang ketua OSIS berada di sampingnya, Ia malah merasakan perasaan lain yaitu terancam. Tak lama makanan Leo dan Putra pun ludes, Mereka pun berniat untuk beranjak dari sana, karena memang niat awal mereka hanya numpang meja saja.
"Oh iya, ingat ya sepulang sekolah Jangan lupa untuk berkumpul dulu di lapangan. Makasih tumpangannya..." Ujar Putra. dia pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan meja di mana Julia dan teman-temannya berada diikuti oleh Leo di belakangnya. Setelah Putra dan Leo meninggalkan meja mereka, entah kenapa Nindy malah menarik nafasnya dengan dalam.
"Huf..." Mereka yang mendengar helaan nafas dari Nindy langsung mengarahkan pandangan mereka kembali ke sana.
"Kenapa sih lu, seperti baru dikejar hantu saja.." protes Larasati.
"Tahu tuh, lu kenapa sih kayak habis kecekik aja.. " timpal Satria yang memang mulutnya agak sedikit lemas. Lagi-lagi Nindy mang-Hela nafasnya kemudian menjawab.
"Lo tau nggak.??
"Ya nggak tahu lah..!! orang kamu belum kasih tahu.." jawab teman-temannya dengan serentak membuat Nindy kesal.
"Ya sudah makanya dengerin dulu..!! ini juga aku mau ngasih tahu bandel." gerutu Nindy dan langsung mendapatkan kekehan dari teman-temannya. mereka juga merasa lucu karena tidak sengaja menjawab itu secara bersamaan.
"Ya udah sok kasih tahu.." ulang Larasati. nindi pun kembali menarik nafasnya. dan melanjutkan ucapannya.
"Aku itu seperti baru bisa tahu caranya bernafas setelah Kak Putra itu meninggalkan meja kita. Rasanya seperti tertekan Bray..!! Dan entah kenapa, gue mikirnya kayak nggak cocok deh sama Kak Putra." Ujar Nindy dengan begonya.
Mendengar penuturan Nindy, ketiga laki-laki itu pun langsung tertawa terbahak-bahak. sementara Julia dan Larasati hanya terkekeh pelan saja. Konyol sekali candaan si Nindy itu.
"kok kalian malah ketawa sih.. Aku sedang curhat loh.." protes Nindy melihat teman-temannya.
"Eh, memangnya Kak Putra itu nembak loh...?? Kamu itu mikirnya jangan terlalu kejauhan, nanti kalau lu tersesat repot kita nyarinya." Ujar Satria lagi. Mereka semua kembali dibuat tergelak. sementara Nindy memanyunkan bibirnya sambil mencibir.
"Makanya, itu karena efek kelamaan jomblo. Mending lo jadian aja sama Bayu gih..!!" kini Yudi yang bersuara.
Mereka bukannya tidak tahu, bahwa sebenarnya Nindy dan Bayu sering sekali beradu mulut seperti musuh bebuyutan. Namun mereka selalu bersimpulan, kalau orang yang sering aduh mulut atau musuhan itu biasanya adalah jodoh yang tertunda.
"Idih amit-amit gue sama si Bayu.. kalau gua pacaran sama dia.. bukannya gue dibujuk ketika ngambek, dia malah cuekin gue dan pergi begitu aja.!! dan nggak banget deh.." jawab Nindy tepat di depan mata Bayu. Bayu yang mendengar penuturan Nindy juga tak mau kalah.
"Memangnya siapa juga yang mau pacaran sama lo.!! Bisa-bisa kalau gue pacaran sama lo itu, gue bisa mati muda tau nggak. Dengar mulut lo ngerocos terus gak ada hentinya. Aku juga yakin siapapun yang pacaran sama lo pasti akan pusing ngadepin dan mendengar kamu ngerocos nggak jelas kayak gitu." Ujar Bayu yang tak mau kalah. Nindy tentu saja tidak terima dibilang cerewet oleh Bayu.
,"Jadi lo bilang gue cerewet gitu.. eh._" ucapan Nindy langsung terpotong karena bel tanda masuk berbunyi.
"Sudah jangan bertengkar lagi, ayo kita masuk, bell nya sudah berbunyi." Ujar Julia menengahi perdebatan keduanya.
Sementara Bayu menjulurkan lidahnya mencibir ke arah nindi. Mereka semua pun udah mulai bangkit untuk menuju kelas masing-masing. Sementara Nindy yang melihat Bayu menjulurkan lidahnya menjadi tidak terima.
"Dasar lu ya.. sini lo gue bejek-bejek kepala lo...!!" Ujar Nindy sambil berlari mengejar bayu.
Bayu yang tentu saja tidak mau di apa-apain oleh Nindy juga ikut berlari menjauhi Nindy. Dan di sana terjadilah aksi kejar-kejaran dari keduanya. Satria dan Yudi yang melihat hal itu langsung menggelengkan kepala mereka.
"Jodoh memang selalu seperti itu..." Ujar Satria kepada teman-temannya.
Mendengar penuturan Satria, Larasati dan yang lainnya pun ikut terkekeh. Setelah sampai di kelas masing-masing, Mereka pun mulai kembali mengikuti pelajaran.
***
Kini, Para siswa dan siswi telah berkumpul di lapangan sekolah. Seperti halnya yang disampaikan oleh pembina OSIS dan pengurus OSIS. Bahwa mereka akan melakukan perkemahan Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu di lembah Harau. Jadi pembina OSIS mengatakan untuk menyiapkan tenda dan juga kebutuhan masing-masing di sana.
Sekolah hanya akan menyediakan alat transportasi dan mengangkut barang-barang saja. Sementara Julia, dia sudah bergabung dengan kelompok Nindy, Larasati, Juwita dan Arini. Mereka adalah teman sekelas.
Perkemahan yang mereka lakukan ini berhubungan dengan pelajaran geografi dan juga belajar tentang bagaimana menggali potensi daerah. Yang merupakan kegiatan ini sering mereka lakukan setiap setahun sekali untuk memperkenalkan siswa dan siswi dengan lingkungan sekitar. Agar para siswa dan siswi kedepannya dapat mengenal dan mengetahui potensi di daerah masing-masing, serta dapat mengembangkannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Seperti yang disampaikan tadi. Sebagai pengumumannya mohon kepada adik-adik dari sekarang mulai merancang bawaannya. Untuk tenda mungkin akan disiapkan oleh panitia, namun jika ada yang punya tenda silakan dibawa juga tidak jadi masalah. nanti hari kamis pagi sebelum keberangkatan, kita akan menceknya kembali. Untuk kebutuhan pribadi juga silakan disiapkan, karena panitia tidak akan menyiapkannya. Ingat ini adalah kegiatan rutin sekolah kita jadi semuanya wajib ikut, di sini juga ada penilaian dan pengambilan daftar hadir." Timpal ketua OSIS itu lagi.
"baik kak..!!" ujar mereka dengan serentak. Setelah semuanya selesai, para siswa dan siswi pun akhirnya dibubarkan dan kembali ke tempat masing-masing.
***