JULIA

JULIA
85. bertemu lagi dan pelukan



Ia terkejut mendengar fakta baru dari sang keponakan, takutnya terjadi apa-apa dengan keponakannya.


"Tidak apa-apa paman, nanti kalau paman dan bibi sudah datang ke sini, akan tahu sendiri. Pokoknya surprise aja deh.." ujar Julia lagi kepada pamannya itu. Mendengar penuturan sang keponakan, Tuan Antonio hanya bisa menghela nafasnya saja.


"Ya sudah kalau begitu. Nantikan paman kabari lagi ya nak.. Paman tutup dulu teleponnya, Paman mau lanjut bekerja lagi.. pokoknya kamu di sana sehat dan jangan lupa makan. awas aja kalau Paman datang ke sana kamu berbadan kurus, lihat saja Paman pasti akan memberikan hukuman padamu." Ujar Tuan Antonio lagi. Julia pun terkekeh mendengar penuturan sang Paman.


"Iya paman. Kabari saja kalau begitu.." setelah mengatakan hal itu, akhirnya panggilan pun berakhir.


Setelah panggilan berakhir, Julia pun langsung beranjak dari kursi kebesarannya dan kemudian mulai melaksanakan magang kembali di rumah makannya. Karena di jam-jam seperti ini, banyak sekali para pengunjung datang ke rumah makannya untuk mencicipi rasa dan menu-menu yang ada di sini. Cukup lama Julia berada di rumah makannya, akhirnya ia kembali juga ke rumahnya sendiri. Walaupun sepi, tapi rumah itu adalah hasil dari keringatnya sendiri.


"Assalamualaikum... Huh..!! capek banget.." ujar Julia sambil melemparkan tubuhnya ke atas sofa yang ada di ruang tamu.


Julia berbaring di atas sofa itu, Matanya pun mulai menatap langit-langit rumahnya, entah apa yang ia pikirkan saat ini, hanya dirinya yang tahu. Barangkali memang ia sedang memikirkan Bagaimana kabar kedua orang tuanya setelah dirinya memutuskan untuk memisahkan diri dari keluarganya. Mungkin seperti itu.


Namun hanya sekilas Julia berbaring di atas sofa, kini ia kembali beranjak dan pergi berjalan menuju dapur. Ia sekarang menyalin beberapa menu makanan yang dia bawa dari rumah makan untuk dipindahkan ke kotak-kotak.


Setelah itu Julia langsung masuk ke dalam kamarnya dan bergegas mandi serta istirahat. Sementara untuk video-video youtube-nya, setiap hari ia selalu rajin update. Walaupun Ia hanya bisa mengupdate satu video per hari. Setelah, itu ia langsung tepar tanpa makan malam terlebih dahulu. hal itu juga sudah biasa ia lakukan.


***


Keesokan harinya


Hari ini adalah hari Minggu, di mana hari minggu ini, ia libur untuk melakukan magang dan juga kuliah jurusan bisnis. Namun ia juga harus tetap standby untuk melihat kinerja karyawan di rumah makannya.


"Selamat pagi Mbak.. Apakah ada yang kurang bahan-bahannya..?? " Tanya Julia kepada mbak-mbak yang bertugas di dapur. Para mbak-mbak itu pun menyambut kedatangan Julia sang atasan yang memang dikenal ramah kepada mereka semua.


"Selamat pagi juga Bu.. untuk sekarang semua bahan yang diperlukan cukup bu, tapi kemungkinan persediaan atau stok kita sudah mulai menipis." Ujar salah satu yang ada di sana.


"Ya sudah kalau begitu, ayo temani saya, kita cek ruang penyimpanan makanan dulu. Nanti kita sama-sama pergi untuk belanja." Ujar Julia lagi kepada mbak-mbak tersebut.


Akhirnya satu orang diantara mereka menemani Julia untuk melihat apa saja bahan-bahan yang sudah berkurang, sementara yang lain memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Setelah mereka selesai melihat-lihat dan mencatat apa saja yang perlu untuk dibeli lagi, akhirnya Julia dan beberapa karyawannya pergi ke pasar untuk berbelanja.


Tentu saja, mereka harus ke pasar, karena rasanya di pasar itu banyak pedagang-pedagang kecil yang memang berharap dagangan mereka dapat dibeli. setidaknya, Julia dapat berbagi sedikit dengan mereka. Mereka pun mengelilingi pasar dan membeli semua stok yang mereka butuhkan. Setelah itu, mereka masuk ke dalam mobil lagi.


"Bagaimana perhitungannya, Apakah masih ada yang kurang..??" Tanya Julia lagi kepada karyawannya.


"Sudah bu, sudah lengkap semuanya.." jawab karyawan perempuan yang dikenal dengan Rasti itu.


"Halo Paman assalamualaikum.." ujar Julia menyapa sang paman.


"Waalaikumsalam nak.. Paman bibi dan keempat saudarimu akan segera terbang ke sana. Nanti kalau udah sampai di bandara Paman telepon lagi.." ujar Tuan Antonio lagi. Julia pun tersenyum dan merasa sangat senang atas kedatangan keluarga pamannya itu, jujur saja ia sangat rindu kepada mereka.


"Baiklah Paman Julia tunggu ya.." Setelah itu mereka Langsung memutuskan panggilan. Julia dan kedua karyawannya pun kembali ke rumah makan.


***


Satu setengah jam Julia menunggu di restorannya, akhirnya Ia memutuskan untuk langsung ke bandara menjemput keluarga sang paman. Sesampainya di sana, dengan hanya menempuh perjalanan 45 menit dan sesuai yang diperkirakan bahwa pesawat yang berasal dari Jakarta telah sampai dan melandas di bandar udara Minangkabau. Julia pun masuk dan menunggu kedatangan keluarga pamannya di sana. Tak lama handphone Julia pun berbunyi kembali, menandakan sang Paman kembali mengabari keponakannya.


"Halo assalamualaikum paman.." ujar Julia mengangkat panggilan itu.


"Waalaikumsalam sayang.. Ini paman bibi dan kakak-kakakmu telah sampai di bandara Minangkabau." Ujar Tuan Antonio memberikan informasi lagi kepada keponakannya.


"Iya paman, Julia sudah menunggu di tempat. Paman dan bibi serta yang lainnya keluar saja.." jawab Julia lagi dengan penuh rasa sopan.


"Oh ya sudah, Ini paman dan bibi sudah berjalan keluar. Ya sudah Paman tutup teleponnya ya.." akhirnya panggilan pun berakhir.


Julia yang awalnya sedang duduk untuk menunggu keluarga pamannya, kini berdiri untuk melihat dan mengamati keluarganya. Tak berselang 10 menit, Ia pun langsung melihat rombongan sang Paman dengan keluarganya.


"Paman..!!!" Teriak Julia dengan riang gembira sambil melambai-lambaikan tangannya.


Tuan Antonio dan yang lainnya melihat Julia di sana langsung tersenyum. Abi yang begitu sangat merindukan sepupunya ini, langsung berlari mendorong trolinya sendiri. Julia tersenyum melihat saudara sepupunya menghampirinya dengan tergesa-gesa. Sesampainya Abi di dekat Julia, Ia langsung membawa adiknya dalam pelukannya.


"Dek.!! Abang rindu sekali..!! Kamu sehat kan di sini.. 3 tahun lo nggak ketemu.. bahkan Abang bela-belain cuti seminggu karena ingin bertemu denganmu.." ujar Abi kepada adiknya sambil memeluk erat tubuh Julia. Julia pun tersenyum.


"Hehehe.. Julia juga rindu sama Abang.. sangat-sangat rindu.." jawab Julia ikut membalas pelukan Abi, mereka melepaskan rindu mereka dengan berpelukan cukup lama sehingga langsung mendapat teguran dari Melvin.


"Kalian mau pelukan sampai kapan sih..!! Kita juga mau peluk ini.." protes Melvin kepada kedua adiknya. Tuan Antonio dan yang lainnya pun terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepala. Mendengar penuturan Melvin, Abi dan Julia pun melerai pelukan mereka.


"Biasa aja lagi Kak, orang namanya lagi kangen.. rasanya kalau pelukan itu sebentar nggak puas jadi harus lama-lama.. kayak nggak tahu aja.." jawab Abi memprotes Melvin. Melvin mencebikkankan bibirnya.


"CK.. awas..!!" Ujar Melvin kepada adiknya.