JULIA

JULIA
96. paket internet



Tiba-tiba, Galang yang saat ini mengingat bahwa, beberapa waktu yang lalu, ia tidak sengaja melihat dan menemukan salah satu video Julia, saat dirinya sedang menonton YouTube. ia menemukan video blog mengenai Julia Yang sedang memasak dan membuat video dengan baik. Dan ini pulalah, alasan Galang datang ke kantor Brian.


"Bro, gue baru ingat. Hari ini gua datang ke kantor lo gara-gara itu. Sebentar ya.." Galang pun langsung mengeluarkan handphonenya dan mengotak-atiknya. seolah ia sedang mencari sesuatu di sana. ia tidak menjelaskan apa itu yang dimaksud oleh Galang. Tak lama Galang pun menyerahkan handphone itu ke tangan Brian.


"Ini bro. gua tadi nggak sengaja melihat video mengenai Julia. Dan gue juga sudah menelusurinya tadi, saat ini Julia mungkin berada di Sumatera barat tepatnya di kota Padang mungkin, aku juga melihat beberapa vlog kegiatan sekolahnya di sana. Mungkin informasi ini akan sedikit membantu kamu bro."ujar Galang.


Bukan apa-apa. salah satu kesulitan orang-orang yang diutus dan yang dibayar oleh Bryan, yang Tak menemukan keberadaan Julia. yaitu, karena tidak adanya potret gadis itu. Bahkan untuk di sosial medianya saja, ia tidak pernah memposting foto nya. kalau pun diposting, ia sudah menghapusnya sampai tak bersisa.


Jadi Brian Tak mendapatkan foto milik Julia. Dan karena kesibukan Brian mengurus kuliah dan perusahaan, serta kesibukannya mencari dan menemukan keberadaan Julia. Brian tidak sempat membuka sosial media youtube walaupun hanya sekedar untuk menghibur dirinya.


Selama 3 tahun ini, ia jarang berselancar di dunia maya, sehingga informasi mengenai Julia tidak bisa ia temukan. Mungkin juga pengaturan logaritma YouTube juga tak mau mengirimkan video ke berandanya.


Brian yang melihat video Julia seperti itu langsung berbinar. rasa rindu dari sorot matanya itu benar-benar sangat kentara. bahkan Brian yang notabenenya telah menjadi pria dingin tak tersentuh langsung meneteskan air matanya.


"Ternyata kamu di sana. Aku pikir kamu masih di lingkungan Jakarta. Maafkan aku dulu pernah menyakitimu. Sekarang kumohon tunggulah Aku di sana." Monolog Brian mengajak ngobrol HP Galang.


Galang yang mendengar penuturan Brian entah kenapa menjadi kasihan sendiri. Galang beserta teman-teman yang lainnya juga tahu, Bagaimana usaha Brian mencari dan menemukan Julia selama 3 tahun ini. Saat Brian sedang fokus memandangi HP Galang yang memutar video vlog Julia, Brian langsung tersadar bahwa dirinya menangis. ia langsung cepat-cepat mengusap air matanya itu. Galang yang mengerti bahwa Brian pasti merasa malu menjadi cekikikan melihat tingkah temannya itu.


"Nggak papa kok Bray, gue tahu kalau lo sedih Kikikik.. tenang aja hehehe." Ujar Galang.


 padahal, Ia sudah sampai setengah mati menahan tawanya agar tidak meledak dan membuat Galang kesal kepadanya. Brian Tak mengubris ucapan Galang, Ia terus fokus melihat video Julia yang mana Julia terlihat sangat cantik saat ini.


"Cantik. Ternyata Setelah sekian lama mencari keberadaanmu akhirnya aku bisa melihat dan mengetahui sekarang. Ternyata benar kata orang, usaha tidak akan menghianati hasil." Ujar Brian dengan senyum mengembang di bibirnya. Karena Galang takut Brian akan semakin gila kangen melihat video Julia, Galang pun langsung mengambil hp ya dari tangan Brian.


"Sorry bro, lu juga bisa akses di handphone lo." Ujar Galang dengan wajah jenaka. Brian yang terkejut ketika tiba-tiba Galang menarik handphonenya dari tangannya langsung melotot ke arah sahabatnya itu.


Galang pun memutar bola matanya dengan malas melihat Brian yang tiba-tiba berubah seperti laki-laki yang ceria, cerewet dan bahkan kesan dinginnya saat ini tak terlihat di raut wajahnya.


"Eh, gue tahu lo tuh cuma nonton doang, tapi Lo pakai data internet gue. Kalau paket internet gue habis gimana dong. Mahal Bray." Ujar Galang menggoda temannya itu. CK. Padahal Galang bukanlah orang miskin yang akan kesusahan membeli paket data doang.


Brian yang mendengar penuturan lebay Galang itu pun langsung ikut memutar bola matanya.


"Lu tuh pelit banget sih.!! Ketimbang paket internetan doang, masa lu nggak bisa beli." Ujar Brian kepada Galang dengan sedikit kesal. Brian pun langsung menyandarkan tubuhnya kembali di sandaran kursi sofa itu.


"Sekarang lo udah tahu ke mana dan di mana keberadaan gadis yang selalu kamu cari itu. Terus bagaimana dengan melodi ??kabar-kabarnya, kedua orang tua kalian mau menjodohkan kalian ya.?? Biar nanti ketika waktu atau umur kalian sudah cukup, kalian akan langsung dinikahkan.." ujar Galang kepada Brian yang memang sempat mendengar kabar tersebut.


Namun Brian tentu saja tidak mau dan tidak mencintai melodi. dulu saat Brian bersikap baik terhadap melodi murni hanya karena ingin menjaga dan melindungi melodi. anggapan Brian kepada melodi pun hanya sekedar adik saja dan itu pun tidak lebih.


"Ck.. Iya, Mama papa gue dan juga kedua orang tua melodi sempat menjodohkan kami. Tapi tetap saja, gue nggak mau bro. cinta gue cuma untuk Julia doang. Dan kalaupun Julia masih belum mau menerima gue, gue akan tetap mengejar kemanapun dia pergi sampai ia menjadi milik gue seutuhnya." Ujar Brian kepada Galang.


Galang itu pun langsung tersenyum. Ia juga mengingat masa lalu di mana Brian selalu memarahi Julia ketika gadis cantik itu menempeli dirinya seperti perangko. tapi lihatlah sekarang, Brian bela-belain mengatakan kalau ia mencintai Julia segenap jiwa dan raganya. Apakah itu juga salah satu ciri-ciri lelaki buaya ?? hahaha.


"Iya terserah lu aja sih bro.!! Tapi kalau memang Julia tidak mau balik sama lu, gimana dong !! masa iya, lo harus maksain diri untuk bisa ngedapetin dia. Jatuhnya, lo bukan cinta lagi melainkan obsesi." Ujar Galang lagi. Brian pun langsung memejamkan matanya kemudian menjawab.


"Gue tahu Lang. Tapi gua akan berusaha dulu untuk mendapatkan hati dan juga cintanya. tapi kalau sekiranya dia benar-benar sudah tak mencintaiku lagi dan sudah menemukan orang yang tepat orang yang baik yang bisa melindungi dirinya, maka aku juga dengan senang hati melepaskan Julia. Ya.. walaupun sakit, tapi mau bagaimana lagi. kebahagiaan orang yang kita cintai itu adalah sesuatu yang berharga untuk kita juga." Jawab Brian lagi dengan bijaksana.


Brian memang sudah memikirkan hal itu, jika seandainya Julia sudah menemukan orang yang tepat, baik dan juga orang itu bisa menjaga Julia dengan segenap jiwa dan raganya. maka Brian sendiri akan dengan senang hati melepas Julia untuk orang lain. Dan juga bahagia dengan yang lain. Tapi jika Julia masih belum menemukan tambatan hatinya, Brian akan mencoba untuk berjuang mendapatkan perhatian serta perasaan cinta yang pernah Julia miliki untuknya.


"Iya sih, ternyata lu cukup bijaksana juga Bray. Oh iya, lu sibuk nggak. Ke markas yuk sebentar. sepertinya anak-anak sedang di markas sekarang." Ujar Galang lagi.