JULIA

JULIA
76. di hubungi kakak sepupu



Namun tak lama akhirnya bus diberangkatkan. dan sebelum berangkat, mereka semua dianjurkan untuk ber-doa menurut agama masing-masing. Setelah itu, baru bus kembali dijalankan. diperjalanan, Julia pun langsung men-star videonya mengambil tempat-tempat yang tertentu yang menurutnya sangat indah.


Apalagi perjalanan menuju antar desa atau kota memiliki banyak pemandangan alam yang begitu indah, diantaranya sawah-sawah mereka yang terbentang luas, perkebunan di bawah kaki gunung berapi juga tak kalah menarik. Bahkan, mereka melewati perkebunan perkebunan teh yang sangat luas dan indah itu. Julia mengabadikan momen-momen keberangkatannya ke lembah Harau dengan kameranya. Tak lupa juga di sela-sela briefingnya mengambil video, Ia juga mengupdate statusnya di WA.


Saat Julia sudah merasa cukup dengan video perjalanan, akhirnya ia berhenti dan berniat untuk menyusul teman-temannya tidur. Tanpa dirinya sadari, bahwa sang ketua OSIS sedang melihat ke arahnya bahkan tatapannya sulit diartikan. Saat Julia bersiap untuk memejamkan matanya, tiba-tiba handphonenya berbunyi panggilan dari saudara sepupunya Melvin.


Tut


"Halo Kak." Jawab Julia.


"Halo juga dek. Itu status kamu, kalian mau ke mana..?? Pemandangannya sangat bagus." Ujar Melvin langsung pada tujuannya tanpa berbasa-basi menanyakan kabar sang adik dulu. Julia terkekeh mendengar pertanyaan dari Melvin yang langsung pada intinya.


"Iya Kak, ini Julia sedang melakukan perjalanan ke kabupaten Lima puluh kota. Julia dan teman-teman ada kegiatan perkajusami di sana. " Jawab Julia dengan suara pelan. Di seberang sana terdengar helaan nafas yang sepertinya sangat berat.


"Kakak apa kabar.? Bagaimana kabar om dan tante..?? Dan juga kabar kedua Abang Julia..?? Apa mereka sudah bangun..??" Tanya Julia tanpa ragu menanyakan kabar kedua kakaknya itu. Julia pun hanya ingin sekedar tahu saja agar ia merasa tenang.


"Iya dek, syukur alhamdulillah, kakak dan keluarga sehat. Begitu juga dengan kedua kakak mu. keduanya sudah siuman kemarin... Kamu sendiri gimana kabarnya dek..?? Kakak harap baik-baik ya. Oh iya, kakak tidak sengaja melihat videomu di YouTube, dan kakak sangat suka melihatmu seceria itu. hehehe... semangat ya adikku.. tapi kalau ada apa-apa segera hubungi dan kabari Abang ya dek.." ujar Melvin lagi dengan suara yang begitu hangat dan penuh perhatian. Julia terkekeh mendengar penuturan saudara sepupunya itu.


"Iya Kak terima kasih. Tapi video Julia sudah di subscribe kan... Jangan lupa komen dan like juga, serta share videonya hehehe..." Ujar Julia dengan imutnya kepada sang kakak sepupu. Dari seberang telepon terdengar kekehan dari Melvin.


"Tentu saja adikku sayang. Pokoknya kamu di sana jaga kesehatan saja ya, Ya sudah Kakak tutup dulu teleponnya... Nanti malam Kakak nelpon lagi, soalnya di malam hari, Kakak sedang tidak sibuk.." ujar Melvin kepada adik sepupunya itu.


Julia mengangguk-anggukkan kepalanya padahal Melvin sedang tak melihat aktivitasnya di sana. namun akhirnya Julia terpikir, sepertinya Julia di malam hari tidak bisa teleponan dengan kakaknya, takutnya mereka masih memiliki kegiatan.


"Tapi kak, Julia nggak janji bisa teleponan nanti, soalnya kegiatan yang akan kami lakukan sangat banyak Kak.." ujar Julia kepada kakaknya.


Mendengar penuturan Julia dari seberang telepon sana, lagi-lagi Melvin menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskannya dengan berat. jujur saja Melvin saat ini sangat merindukan adik sepupunya itu. tapi karena kesibukan, Ia belum sempat berkomunikasi dengan baik dan durasi yang lama. Melvin ingin mendengar cerita-cerita atau aduan-aduan adiknya walaupun nanti tidak akan diceritakan oleh Julia.


"Ah, ya sudahlah. kalau begitu.. Yang penting kamu sehat dan baik-baik di sana ya dek. Tapi kakak baca, wilayah yang ingin kalian kunjungi itu sangat dingin. Kamu bawa jaket sama selimut tebal kan.. dan makanan-makanan yang bisa menghangatkan badan. Jangan bawa mie.." ujar Melvin dengan cerewetnya. Mendengar penuturan kakaknya Julia kembali terkekeh.


Karena walaupun hidupnya suram di masa lalu, namun sekarang ia bisa menemukan Siapa dirinya sebenarnya. Apalagi tinggal di tempat ini yang memiliki pemandangan dan bentang alam yang bagus tidak bisa membuat Julia bosan. Yang penting kumpulkan duit sebanyak-banyaknya untuk bisa refreshing dan menjelajahi keindahan alam yang ada di pulau Sumatera ini.


"Iya dek. sama-sama adikku sayang. Ya sudah Kakak tutup ya, dah hati-hati. Nanti kalau udah nyampe di kabupaten 50 kota Jangan lupa kasih kabar ya.." ujar Melvin lagi di akhir kalimat. Julia di sana mengganggukan kepalanya walaupun tidak dilihat oleh Marvin.


"Iya Kak siap. Udah kak semangat kerjanya untuk Julia ya..." Ujar Julia lagi.


Setelah itu, panggilan pun diputuskan. Julia bernafas lega dan kembali menyimpan handphonenya. Sementara ketua OSIS yang terus memperhatikannya kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. dari sorot mata sang ketua OSIS, ia mengerutkan keningnya ketika Julia berbicara seceria itu di handphonenya. walaupun tampak dari ekspresi Julia sangat bahagia dan terdengar memanggil Kakak di sana, entah kenapa ketua OSIS itu merasa lain dalam hatinya. tapi ya sudah lah nanti kita bahas lagi. 🤭


***


Akhirnya selama 4 jam lewat perjalanan. Bus-bus itu telah sampai ke lokasi yang dikhususkan untuk membangun tenda. Sesampainya di sana, dengan tertib para siswa keluar dari dalam bus. Dan mengambil barang-barang mereka serta kembali membangun tenda berkelompok. Saat kelompok Julia dan teman-temannya sedang membangun tenda untuk mereka, Putra sang ketua OSIS datang menghampiri mereka.


"Halo adik-adik manis.. ada yang bisa Kakak bantu.." ujar Putra.


entah kenapa tiba-tiba mengeluarkan kata-kata manis seperti itu membuat Nindy dan yang lainnya kecuali Julia dan Larasati tertawa kegirangan mendengar penuturan Putra. Sementara Julia dan Larasati hanya menggelengkan kepala Mereka melihat kelakuan teman sekelompok mereka itu.


"Tidak Kak, ini sebentar lagi selesai kok..." Ujar Julia dan Larasati secara bersamaan seperti menyepakatinya. Menyadari hal itu, Julia dan Larasati saling bertatap dan kemudian tertawa. Putra yang masih berada di sana pun ikut terkekeh.


"Ya sudah kalau begitu... Kakak tinggal dulu ya, mau melihat anak-anak yang lain." Ujar Putra kepada mereka dan langsung meninggalkan lokasi di mana tenda Julia dan teman-temannya dibangun. Sepeninggalan sang ketua OSIS, Bayu Satria dan Yudi datang menghampiri mereka.


"eh tadi aku lihat ketua OSIS ke sini.. dia lihat siapa tuh..!!" seru Angga dengan gamblangnya. namun para cewek-cewek itu tidak menjawab penuturan tangga karena mereka sedang sibuk membenahi dan memasang tenda mereka.


"Hai gimana... Perlu bantuan nggak..??" kini Bayu yang bertanya kepada teman-teman gadis mereka. kali ini pertanyaan Bayu direspon.


"Sepertinya udah selesai nih !! kalian telat.. masa mau bantu ceweknya harus tanya-tanya dulu.. teman macam apa kalian ini..!!" Protes Nindy kepada teman cowok mereka.