JULIA

JULIA
47. Amarah tuan Antonio



Dari luar rumah, nyonya salsa, Abi dan Julia sudah mendengar teriakan Tuan Antonio Yang sepertinya sedang memarahi seseorang.


"Mah, papa sedang marah..??" Tanya Abi kepada nanya salsa.


Namun nyonya salsa hanya menampilkan raut wajah cemas setelah itu bergegas masuk menyusul sang suami ke dalam. Di sana terlihat Tuan Sanjaya dan istrinya serta Tuan Baskoro dan istrinya pula sedang duduk sambil memangku tangan. Sementara si kembar Mita dan Mita menundukkan kepala mereka seolah tak berani menatap Tuan Antonio yang sedang mengamuk.


"Paman tidak habis pikir !!! Ada saudara seperti kalian menjelek-jelekkan saudaranya sendiri agar mendapat amarah dari kami !! Apa selama ini kalian belum puas melihat Julia menderita bersama dengan kalian hah !!" Teriak Tuan Antonio memarahi semua yang ada di sana.


"Kalian semua tidak pernah berpikir bagaimana kalau seandainya posisi kalian di balik !! Kalian yang diabaikan oleh keluarga !! Kalian yang mendapatkan amarah dari keluarga mengenai hal-hal yang tidak kalian lakukan !! Kira-kira apa yang akan kalian lakukan. dimana otak kalian yang di sekolahkan itu hah !! Paman tidak habis pikir dengan kalian semua !! Bisa-bisanya, anak-anak keturunan keluarga Kusuma melakukan hal tercela seperti ini kepada saudaranya sendiri !! Memaki dan membunuh mental saudara sendiri.!!" Teriak Tuan Antonio.


Sementara nyonya salsa yang melihat amarah sang suami tak berani mendekat. Ia tahu jika suaminya telah mengamuk kesetanan seperti itu, takkan ada yang bisa ia lakukan.


Sementara Julia yang mendengarkan pembelaan sang Paman kepadanya meneteskan air matanya. Coba saja posisi Tuan Antonio yang sedang marah-marah saat ini adalah posisi Tuan Sanjaya yang membela anaknya sendiri. Pasti Julia begitu sangat senang mendapatkan pengakuan dan pembelaan dari ayah kandungnya.


Tapi semua itu hanyalah angan-angan Julia semata. Terlihat Tuan Sanjaya dan nyonya Ratih sepertinya hanya menunduk Bahkan tak memarahi atau menegur serta menasehati kedua saudara kembarnya itu untuk tidak lagi melakukan hal yang sama kepada saudari mereka. Kenyataan seperti itulah yang membuat Julia menjadi kecewa.


dulu, ia tak henti-hentinya berharap kepada kedua orang tuanya. agar mereka bisa berlaku adil dan tidak mengabaikan dirinya, memberikan perhatian dan kasih sayang kepadanya. ia berharap, ibunya mengatakan "nak, jangan sedih, ada mama yang akan selalu menjaga kamu. atau, sayang papa dan mama sangat menyayangi mu" ia ingin kedua orang tuanya sedikit tegas dan membelanya.


tapi, pada kenyataannya, malah orang lain yang membelanya mati-matian. padahal, dirinya tidak berasal dari tuan Antonio dan nyonya salsa.


pada saat itu juga, Julia berandai-andai. andai saja, dirinya terlahir di rahim nyonya salsa. andai saja, dirinya memiliki papa seperti tuan Antonio. andai saja, ia memiliki saudara kandung seperti ke empat saudara sepupunya. pasti, hidup nya akan bahagia. tapi, kenapa..?? kebahagiaan yang Julia impikan, tidak pernah ia dapatkan.


"Sudahlah Antonio. Mereka masih kecil belum tahu apa-apa." Bela Tuan Baskoro untuk cucu-cucu kembarnya itu. Mendengar pembelaan sang ayah terhadap meta dan Mita yang jelas-jelas bersalah membuat Tuan Antonio mengerutkan keningnya.


"Apa maksud ayah mengatakan seperti itu..!!! Ayah membela kesalahan mereka..?? Apakah ayah tidak sadar. Dengan ayah membela perbuatan mereka yang seperti ini malah akan membuat mereka ngelunjak.!! karena apa ? karena mereka berpikir bahwa ada ayah yang akan melindungi mereka.!! Ayah akan merusak pola pikir mereka.!! Dengan ayah mengatakan hal yang seperti itu, berarti ayah menganggap sepele, dan dengan itu pula, ayah akan menjerumuskan mereka menjadi manusia-manusia yang tidak memiliki hati.!! Apakah ayah sadar dengan itu semua..!!" Seru Tuan Antonio yang tidak terima mendengar pembelaan Tuan Baskoro.


Tuan Baskoro pun menutup mulutnya rapat-rapat mendengar penuturan Tuan Antonio. Tapi bukan berarti ia akan menapik hal tersebut. tuan Baskoro, sedikit banyaknya, membenarkan apa yang disampaikan oleh anak keduanya itu.


Bayangkan saja, jika dia yang berada di posisi itu, pasti sedikit pembelaan pun tidak akan ia dapatkan dari tuan Baskoro mengingat betapa bencinya Tuan Baskoro kepada julia.


(Apakah aku sebegitu tidak pentingnya dalam hidup kakek. Sampai kasih sayang saja tidak pernah kudapatkan. Jangankan kasih sayang dan perhatian, dibela saja aku tidak pernah. Aku makin ragu, Apakah aku ini beneran keturunan keluarga Kusuma atau tidak ) batin Julia lagi.


Sudahlah ia kecewa melihat perlakuan kedua orang tuanya yang tidak menegur kedua saudaranya, ditambah lagi sikap Tuan Baskoro yang benar-benar pilih kasih terhadap cucu-cucunya.


"Lalu kamu mau apa anton. Apa yang kamu inginkan dari kedua keponakanmu ini !! Semua sudah terjadi lalu bagaimana lagi seharusnya..!!" Ujar Tuan Baskoro mulai keras kepala. Tuan Antonio lagi-lagi menggelengkan kepalanya mendengar penuturan sang ayah. Apakah begini sifat ayahnya sebenarnya.


"Apa maksud ayah berkata seperti itu.?? Apakah niat dalam hati ayah tidak ada untuk menyuruh meta dan Mita cucu kesayangan ayah ini untuk meminta maaf kepada Julia ?? Aku benar-benar kecewa dengan ayah. Ayah yang aku junjung tinggi kehormatannya ternyata tak lebih seorang pecundang. Yang hanya mementingkan diri sendiri dan kepuasan sendiri." Ujar Tuan Antonio dengan ketus dan penuh penekanan.


Sementara yang lain masih tetap diam melihat perdebatan itu. setelah Tuan Antonio mengatakan hal itu, ia langsung memutar tubuhnya dan melihat keberadaan istri dan kedua anaknya.


"Ayo kita pergi dari sini !! Tidak ada gunanya tetap berada di sini !! Karena di tempat ini tidak akan pernah ada kasih sayang untuk sesama. Apalagi memiliki sifat pilih kasih untuk cucu-cucunya." Ujar Tuan Antonio lagi.


Ia langsung menggandeng tangan nyonya salsa dan pergi dari sana dan diikuti dengan Abi yang langsung menggandeng tangan Julia yang ternyata matanya yang sudah merah akibat menahan tangisnya.


"Sudah dek, Tidak usah kamu pikirkan. Ayo kita pergi dari sini.." ujar Abi dengan penuh perhatian.


Ia langsung menyeret Julia keluar dari kediaman mewah tersebut dan meninggalkan orang-orang yang ada di sana dengan keheningan. Sepeninggalan Tuan Antonio Tuan Baskoro pun menghela nafasnya dengan kasar dan berat.


Ia langsung melayangkan tatapan tajam kepada meta dan Mita. Walaupun Tuan Baskoro memiliki hati yang keras dan pemilih, namun ia paling tidak suka ada yang mengarang cerita dan berbohong kepadanya. Sebab akibatnya akan lebih buruk jika menuruti apa yang telah mereka katakan.


"Kalian berdua. Kakek memang begitu sangat menyayangi kalian ketimbang Julia. Tapi kakek kecewa kepada kalian berdua karena telah berbohong kepada kakek mengenai hal ini. Kalian tahu, walaupun kakek memiliki sifat yang keras hati dan keras kepala. Tapi kakek paling pantang dibohongi apalagi anak-anak curut macam kalian !!" Ujar Tuan Baskoro Yang sepertinya merasa geram mendapatkan kenyataan yang sebenarnya. Setelah mengatakan hal itu, Tuan Baskoro langsung meninggalkan ruang tamu dan pergi menuju ruang di mana ia bisa menyendiri dan menyelesaikan pekerjaannya.