JULIA

JULIA
75. lebih ganteng mana ??



Akhirnya setelah beberapa hari, sampailah mereka pada waktu di mana sekolah negeri 10 ini akan mengadakan camping di kabupaten 50 kota tepatnya di lembah Harau. Julia juga tidak ketinggalan membawa semua peralatan untuk membuat dan mengambil video-video yang ada di sana. Konon katanya, Desa itu sangat cantik dengan berbagai jenis pemandangan alam yang menyegarkan mata. Tentu saja Julia tidak akan ketinggalan untuk mengambil video dan memasukkannya ke dalam channel youtubenya.


Semua siswa dan siswi sibuk memasukkan barang bawaan mereka ke dalam bus yang akan mengangkut mereka semua ke tempat itu. Untuk kelompok Julia, mereka membawa tenda yang besar untuk mereka berlima.


"Bagaimana sudah datang semuanya. Untuk ketua kelas tolong hitung semua teman-temannya yang hadir hari ini karena sebentar lagi kita akan berangkat." Ujar sang ketua OSIS yang mengambil ahli komando para siswa-siswa itu. Tak hanya siswa-siswi yang berangkat, para guru juga diwajibkan untuk hadir karena memang ini adalah kegiatan sekolah.


"Jika sudah semuanya, silakan masuk ke dalam bus masing-masing. Dan duduk dengan tenang di sana." Ulang ketua OSIS itu lagi.


Akhirnya setelah menghitung semua siswa dan siswi oleh ketua kelas masing-masing, Mereka pun langsung menaiki bus yang ditujukan untuk mereka. Tampak raut wajah siswa dan siswi itu sangat bahagia, karena momen seperti ini biasanya sangat langka dilakukan pada saat proses belajar mengajar.


"Eh, kita di sini aja..." Ujar Larasati kepada teman-temannya. Larasati langsung masuk ke sebuah tempat duduk dan diikuti oleh teman-temannya yang lain.


"Nin berapa lama sih perjalanan sampai ke lembah Harau..???"tanya Julia kepada Nindy.


"Mungkin sekitaran 4 jam lah dari sini. Kenapa kamu mabuk ya..??" Tanya Nindy kepada Julia yang kebetulan sebangku dengannya. Julia pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Oh iya nin, boleh nggak aku yang di samping kaca. Aku ingin mengambil video perjalanan ke sana nanti untuk ku upload ke YouTube." Ujar Julia kepada Nindy.


"Oh.. oke lah youtuber. Semangat ya, aku lihat video-video kamu sangat diminati di kalangan muda, tapi tak sedikitpun ibu-ibu juga yang menyukai video kamu apalagi video-video yang kamu upload itu tentang memasak. Lagian untuk youtuber seperti kamu sih nggak ragu lagi kalau dapat banyak penggemar, kan kamu cantik." Timpal Nindy menggoda Julia.


Julia pun terkekeh mendengar penuturan Nindy. Tapi memang benar adanya, walaupun tubuh Julia agak sedikit kecil imut-imut, namun wajahnya memang memancarkan kecantikan yang tiada tara yang bisa menjerat laki-laki Siapa saja yang melihatnya. Tapi karena Julia memang menyadari hal itu dan sekaligus menjaga diri, ia mengurangi untuk bersolek, ia hanya melakukan perawatan saja agar kulitnya lebih baik tanpa harus berdandan atau mempercantik diri.


"Makasih ya nin, kamu mengatakan aku cantik. Aku jadi seneng dengarnya hehehe.." ujar Julia dengan besar kepala membuat Nindy hanya memutar bola matanya dengan malas.


"Senang banget Ya dibilang cantik, tapi memang cantik kok sayang hahaha.." ujar Nindy sambil mencubit pipi Julia dengan gemas. Nindy dan Julia pun sudah sering bercanda seperti itu, karena mereka memang adalah teman sejati.


"Aw, sakit nin. Kamu itu kebiasaan banget ya cubit pipi aku. Nih gantian biar kamu tahu rasa..." Ujar Julia sambil membalas mencubit pipi Nindy. Nindy pun tergelak sehingga terjadi sedikit kegaduhan di kursi mereka membuat Larasati yang sudah memejamkan matanya terbangun.


"Woi !! kalian bisa diam nggak sih.!! Mentang-mentang pada nggak mabuk di jalan. Hargailah aku ini yang punya penyakit seperti itu." Ujar Larasati yang sudah memejamkan matanya. Padahal bus yang mereka tumpangi belum melaju meninggalkan tempat.


Julia yang memang belum mengetahui bahwa laras adalah orang tipe pemabuk di perjalanan Langsung membungkam mulutnya. Tapi kemudian menyerahkan sesuatu pada Laras.


"Ini, sekaligus makan permen untuk mengurangi rasa mual MU nanti. Maaf ya kalau kami ribut tadi hahaha.." ujar Julia sambil memberikan permen itu ke Larasati.


Larasatipun langsung mengambil permen itu dengan senang hati. Tak lama beberapa ketua OSIS yang dikenal sebagai lelaki paling bergengsi di sekolah mereka memasuki bus yang Julia dan teman-temannya tumpangi. Entah sengaja atau tidak, Para pengurus OSIS itu duduk di depan kursi Julia dan Nindy dan ada juga yang duduk berseberangan di samping kursi mereka.


"Hihihi, lihat para OSIS ganteng ini se bus dengan kita.." bisik Nindy di telinga Julia. Julia yang mendengar penuturan ini langsung memutar bola matanya dengan malas.


"Biasa aja kamu. Ini aku tunjukkan foto orang yang lebih ganteng dari ketua OSIS itu.. tapi jangan jatuh cinta ya.." ujar Julia.


Nindy yang mendengar penuturan Julia langsung antusias. sementara Julia sedang mengotak-atik handphonenya membuka aplikasi Instagram untuk menemukan foto-foto itu. Julia membuka akun saudara sepupunya Abimanyu, di mana Di sana foto Abi dan ketiga saudara kandungnya berpose. Tak lupa juga ada foto dirinya di sana tepatnya foto di tengah-tengah mereka.


"Ini... Lihatlah Siapa yang paling ganteng daripada ketua OSIS itu.. Aku udah malas dengar kamu ngoceh-ngoceh mengatakan kalau ketua OSIS itu ganteng.." bisik Julia kepada Nindy sambil menyerahkan handphonenya. Julia yang melihat foto-foto kece dan sangat menarik itu langsung dibuat menganga dan terkagum-kagum.


"Gila Lia... Mereka ganteng banget..!!! Dan kenapa lo berada di tengah-tengah mereka..??" Tanya Nindy sambil menscroll sosial media itu. Julia langsung mengambil hp-nya dari tangan Nindy kemudian menyimpannya. Namun ia sudah siap dengan kamera untuk mengambil video.


"Gimana nggak berada di tengah-tengah mereka. Mereka adalah saudara-saudara sepupuku. Gimana ?? lebih ganteng mana..??" Tanya Julia lagi sambil mengedipkan matanya ke arah Nindy. Nindy masih dibuat terbengong-bengong mendengar penuturan Julia. Pantesan saja Julia sangat cantik dan berkulit putih, ternyata keluarganya juga seperti itu.


"Gila Lia. Bagi aku satu dong, kenalin satu dari kakak-kakak sepupumu itu..!!" Seru Nindy dengan suara agak keras sehingga mengundang atensi orang lain. Nindy yang melihat teman-teman yang ada di dalam bus itu mengarahkan pandangan ke arah mereka Langsung dibuat malu sendiri.


"Hehehe maaf teman-teman. Saya ribut ya hahaha maaf ya..." Ujar Nindy dengan kikuk. Sementara Julia terkekeh melihat kelakuan temannya itu. Sementara Larasati yang duduk bersama dengan teman sekelompok mereka yang lain pun ikut terkekeh.


"Makanya jadi cewek itu jangan terlalu menjadi girang. Nanti disangkanya kamu cewek-cewek girang lagi..." Ujar Larasati dengan suara pelan dan sedang. Sementara teman-teman cowok mereka tak se bus dengan mereka. Mereka berada di bus lain.


"Ih kamu ini. Udah tidur juga masih aja ngomong ngigau ya..." Protes Nindy kepada Larasati.