Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 99



" Ah, aku lupa mengatakan sesuatu." seru Shin Ho mengganti topik pembicaraan.


" Apa itu?" Oya menatap wajah tampan Shin Ho dengan sangat intens.


" Apa jawabanmu tentang perasaanku semalam?" tanya Shin Ho dengan santai.


Seketika Oya terkesiap, menelan salivanya dengan sangat susah, terlebih lagi kini Shin Ho memberikan tatapan penuh harap.


" Itu... humm.. aku..." Oya tak tau harus berkata apa karena memang ia belum menyiapkan jawaban tentang ungkapan perasaan Shin Ho.


" Huh, aku merasa kali ini akan ditolak. Baiklah.. tidak apa-apa." seloroh Shin Ho tiba-tiba, membuat Oya semakin tak berkutik.


" Bu.. Bukan seperti itu." sergah Oya dengan cepat.


" Aku..." ucapan Oya menggantung, ia masih bingung harus berkata apa. Ia kembali terdiam, sementara Shin Ho dengan santai menanti jawaban wanita cantik disampingnya.


" Tidak perlu buru-buru. Kau pikirkan saja dulu, jika kau senang saat didekatku, maka kau bisa membuat keputusan." ucap Shin Ho dengan bijak. Ia menampilkan senyum terbaiknya karena merasa Oya seolah tak nyaman saat ini.


" Ayo, kita pulang." tambahnya kemudian, dan segera beranjak lebih dulu.


" Jantungku tidak baik-baik saja."


Langkah kaki Shin Ho tertahan saat mendengar suara Oya yang tampak bergetar. Pria matang itu menoleh, menatap pada Oya yang masih berdiam diri dibangku.


" Aku tidak tau kenapa, tapi jantungku tidak baik-baik saja saat bersamamu. Kau tidak pernah membuatku tersenyum, tapi saat bersamamu aku selalu merasa nyaman. Awalnya aku juga bingung, tapi setelah Hong Sik mencampakkan aku, aku sadar bahwa..." Oya lagi-lagi menggantung ucapannya. Wajahnya merah padam, ada rasa malu yang tertahan disana.


" Bahwa aku... aku menyukaimu." lanjutnya setelah terdiam beberapa saat.


Deg.


Shin Ho termangu ditempatnya. Ia membeku setelah mendengar penuturan Oya yang begitu tulus. Selama ini dirinya tak pernah menyangka bahwa wanita didepannya akan menaruh hati lebih dulu dari perkiraannya.


" Kapan kau mulai menyukaimu?" tanya dengan wajah tanpa ekspresi.


" Itu.. saat kau berjalan kearahku dan memelukku malam itu." jawab Oya menurunkan pandangannya karena tak ingin bersitatap dengan Shin Ho.


Hening menyergap, keduanya tampak diam sejenak. Sepersekian detik kemudian, Shin Ho mendekat, pria itu lalu berjongkok dihadapan Oya tanpa melepaskan tatapan dalamnya.


" Maaf." satu kata meluncur dari bibir tipis Shin Ho, Oya sontak mengangkat pandangannya hingga kini mereka saling beradu pandang.


" Apakah pengakuanmu bisa ku anggap sebagai jawaban?" tanyanya dengan lembut. Spontan Oya menjawab dengan anggukan kecil.


...🌸🌸🌸...


Tak terasa hari kini sudah malam, kencan Shin Ho dan Oya pun sudah usai. Keduanya juga sudah meninggalkan sungai Han dan pulang ke myeongdong. Tampak mereka saat ini tengah berdiri didepan hunian myeongdong.


" Terima kasih untuk hari ini." ucap Oya dengan tulus. Ia tersenyum manis membuat Shin Ho turut bahagia.


" Humm, masuklah." balas Shin Ho kemudian.


Oya terdiam sejenak seolah ingin mengatakan sesuatu.


" Bukankah itu Shi Woon?" celetuk Shin Ho tiba-tiba, menyadarkan Oya dari diamnya.


" Shi Woon?" Oya mengernyit, ia lalu mengikuti arah pandang Shin Ho yang menatap kearah tangga. Dan benar, rupanya tampak Shi Woon yang berjongkok seorang diri disamping tangga.


Keduanya pun segera menghampiri Shi Woon, merasa penasaran mengapa pria itu menyendiri ditempat yang minim cahaya.


" Shi Woon, kenapa kau disini?" tanya Shin Ho yang kini berdiri didepan sahabatnya.


" Oh, Shin Ho!" Shi Woon seketika mengangkat pandangannya dan tersenyum seperti orang bodoh.


Shin Ho menautkan kedua alisnya, merasa ada yang aneh dari sahabatnya. Dirinya lalu mengendus aroma tubuh Shi Woon, dan ternyata sahabatnya itu baru saja sudah mengonsumsi alkohol.


" Kenapa, dia mabuk?" sahut Oya yang sejak tadi diam mengamati.


Mendengar suara Oya, Shi Woon sontak menoleh kearah wanita cantik itu. "Astaga, kakak iparku ada disini juga." celotehnya.


" Shi Woon, jangan disini. Ayo, aku akan mengantarmu kerumahmu." seru Shin Ho saat merasa Shi Woon akan bertingkah dihadapan Oya.


" Tidak.. aku tidak akan pulang sebelum Emily pulang." Shi Woon menepis tangan sahabatnya yang hendak membantunya untuk berdiri.


" Memangnya Emily kemana?" tanya Shin Ho bingung. Ia lalu beralih menatap pada Oya.


" Ah, Emily pulang ke negara kami." jawab Oya langsung yang mengerti arti tatapan Shin Ho.