Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 09



" Kau meninggalkan rumah kemarin tanpa memberitahu siapapun. Ayah memang diam, tapi bukan berarti Ayah tidak marah. Ayah sangat mencintai Ibumu dan dia melahirkanmu dengan mempertaruhkan nyawanya. Saat itu dia sudah tau jika melahirkanmu maka nyawanya dalam bahaya. Tapi dia tetap melahirkanmu meski setelahnya dia harus meninggal. Jika seperti itu, harusnya kau sadar diri bahwa kau itu adalah anak yang membunuh Ibumu sendiri dan juga membunuh Ibu tirimu."


" Ayah, aku tidak membunuh Nyonya Yoo."


Plak.


Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi Shi Woon saat Ia hendak membela dirinya.


" Kau tau, Hong Sik sampai sekarang membencimu karena kau sudah menjadi penyebab kematian ibunya." ucap Tuan Choi dengan wajah memerah.


" Jika kau buruk dikacamata kakakmu, setidaknya jadilah yang terbaik untuk Ayah." tambahnya dengan suara meninggi.


Shi Woon terdiam sesaat, dan tak lama Ia beranjak dari duduknya.


" Dari dulu kau hanya memperhatikan Hong Sik karena dia adalah putra sulungmu dari istri pertamamu. Bedanya aku hanya anak kedua dari istri yang kau cintai. Seandainya takdir bisa diubah, aku akan meminta lahir dari rahim Nyonya Yoo agar Hong Sik lahir dari rahim Ibuku. Dengan seperti itu mungkin kau akan puas, mendapatkan anak sulung dari istri yang kau cintai." Shi Woon membidik sang Ayah dengan tatapan tajam.


" SHI WOON." sentak Tuan Choi saat mendengar penuturan putra bungsunya.


" Kenapa? Kau marah aku mengatakan hal itu? Memang benarkan. Seandainya kau lebih mempercayai aku daripada istri ketigamu, Nyonya Young.. pasti kau akan tau bahwa masalah sebenarnya ada padanya." Shi Woon yang merasa mulai dikuasai oleh amarahnya sendiri, segera meninggalkan Ayahnya dan berlalu keluar dari ruangan.


" Hong Sik, kau sudah pulang." Shi Woon menyapa sang kakak, namun wajah pria dewasa didepannya justru hanya biasa saja.


" Bawa semua koperku kekamar dan atur isinya ditempat masing - masing."


Alih - alih mengajak adiknya berbicara walau hanya sepatah kata, Hong Sik justru malah memberi perintah pada dua pelayan dibelakangnya. Setelahnya Ia segera berlalu begitu saja, tanpa menyapa Shi Woon.


Tanpa disadari, dari jauh sepasang mata memperhatikan Hong Sik dan Shi Woon. Ia adalah Nyonya Young yang kini menyunggingkan senyum tipis saat melihat bagaimana sikap dingin Hong Sik pada Shi Woon yang tak berubah sama sekali.


" Shi Woon, maafkan aku. Sebenarnya masalahnya bukan padamu, tapi dengan mendiang Ibumu. Andai saja Ayahmu mencintai kakakku, mungkin semua tidak akan seperti ini." gumam Nyonya Young dengan seringai licik diwajah cantiknya.


Nyonya Young dengan nama lengkap, Kim Young He— adik bungsu Kim Yoo He, mendiang istri pertama Tuan Choi. Keduanya adalah saudari kandung. Kim Yoo menikah dengan Tuan Choi karena perjodohan yang dilakukan oleh tetuanya. Meski mereka menikah karena dijodohkan, keduanya tetap menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik hingga mereka dikaruniai seorang putra yakni, Choi Hong Sik.


Namun Tuan Choi sama sekali tak pernah mencintai Nyonya Yoo karena hati Tuan Choi sepenuhnya untuk wanita cantik bernama Lee Shin Ah yang notabene adalah mendiang Ibu kandung Shi Woon— cinta pertama Tuan Choi.


Setelah melahirkan Hong Sik— putranya, Nyonya Yoo diserang penyakit. Ia sakit berkepanjangan saat Hong Sik berusia lima tahun hingga pada akhirnya Nyonya Yoo meminta suaminya untuk menikah lagi. Tuan Choi pun akhirnya menikahi Lee Shin Ah dan hanya satu tahun pernikahan keduanya dikaruniai seorang putra lagi yakni, Choi Shi Woon. Semenit setelah lahirnya Shi Woon, Lee Shin Ah meninggal dunia.