Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 08



" Memangnya kenapa, kau sendiri cinta mati juga kan sama wanita itu. Siapa namanya, ya?" jeda Lii Kyung


" Kalau tidak salah namanya seperti gadis dari luar negeri." tambah Lii Kyung tampak berfikir.


" B E R H E N T I."


Ditengah perjalanan perang antara Shi Woon dan Lii Kyung, Shin Ho langsung menengahi dengan tegas membuat kedua sahabatnya terdiam langsung.


" Keluar dari ruanganku, aku ada janji temu dengan pasienku." usir Shin Ho dengan wajah datar.


Melihat raut wajah Shin Ho yang tak bersahabat, Shi Woon segera angkat kaki dari ruangan dokter psikiater tampan itu, begitu juga dengan Lii Kyung.


***


Diluar ruangan, Shi Woon dan Lii Kyung kembali bersitegang. Keduanya saling menyerang dengan tatapan tajam.


" Aku belum sempat curhat, tapi Shin Ho sudah mengusirku karena mu." ucap Shi Woon.


" Cih, kau saja terlalu buang waktu lama." balas Lii Kyung dengan ketus.


Ia pun hendak berlalu karena tak ingin terlibat dalam debat panjang bersama sahabatnya. Karena memang setiap mereka bertemu, keduanya akan memulai babak peperangan baru.


Namun Lii Kyung yang mengenakan hils lima senti tergelincir hingga dirinya terhuyung kebelakang. Shi Woon dengan sigap meraih tubuh Lii Kyung dan merengkuh pinggangnya dengan erat.


Disaat yang bersamaan, sosok wanita cantik masuk kedalam klinik dan melihat keduanya.


Shi Woon menoleh dan terkejut saat mendapati orang itu yang ternyata adalah Emily. Refleks dirinya menarik tangan hingga membuat tubuh ramping Lii Kyung jatuh keatas lantai.


" Emily." lirihnya pada wanita yang disayang.


Emily tak berada lama didalam klinik, dan segera keluar tanpa menyapa Shi Woon yang baru berstatus sebagai tetangganya.


Shi Woon tak bergeming, dan pandangannya masih terarah keluar pintu klinik. Ia tidak memperdulikan Lii Kyung yang terus mengumpat padanya.


Sementara Emily, Ia yang kini berada diluar klinik, terus berjalan menyusuri trotoar. Sesekali kakinya dihentak ke jalanan, merasa kesal.


" Huh, kata Oya Dokter Woon menyukaiku. Lalu kenapa tadi dia justru memeluk wanita lain." gerutu Emily sepanjang jalannya.


" Wanita itu cantik sekali. Apa dia pacarnya?" Emily kembali bermonolog pada dirinya sendiri hingga tanpa sadar setiap pasang mata yang lewat hanya menatapnya.


" Tunggu, kenapa aku jadi kesal seperti ini." ucapnya lagi menghentikan langkah kakinya.


" Wajarkan aku marah karena dia memang bertingkah seperti menyukaiku." tambahnya.


Tak ingin menambah beban pikiran, Emily kembali melanjutkan langkahnya dengan hati yang bergolak tak karuan.


...🌸🌸🌸...


Waktu berlalu cepat dan kini malam sudah menyapa kembali. Disebuah rumah yang besar bak kastil, sepasang suami istri paruh baya tengah duduk disofa, berhadapan dengan seorang putra yakni Shi Woon.


Tuan Choi dan Nyonya Young, tengah menatap sang putra didepannya yang terlihat begitu santai padahal sudah membuat kesalahan besar.


" Young, tinggalkan kami berdua." ucap Tuan Choi pada istrinya.


Nyonya Young segera beranjak dan meninggalkan suaminya bersama Shi Woon.


Hening.


Setelah kepergian Nyonya Young, Tuan Choi masih duduk ditempat yang sama dan dengan raut wajah yang datar.


" Ayah memang tidak pernah perduli padamu ataupun mencampuri urusanmu, tapi kau juga harus tau batasanmu sebagai pewaris Choi Sun." jeda Tuan Choi, beranjak dan berdiri tepat dihadapan sang putra.