
Perpustakaan Starfield Library
Saat ini pukul tujuh malam, tampak Emily yang tengah duduk disalah satu meja yang ada didalam perpustakaan. Ia memilih bersantai ditempat itu, tempat dimana tak ada suara, tak ada keributan, dan hanya ada keheningan. Ia sengaja memilih tempat itu untuk menyendiri sembari membaca buku, sebab jika ditempat lain dirinya akan terus teringat pada Shi Woon.
Ya, Emily tak bisa menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Ia jujur bahwa dirinya juga tak bisa melupakan Shi Woon. Namun setiap kali mengingat perkataan Tuan Choi, nyali Emily menciut, membuatnya tak percaya diri untuk kembali menjalin hubungan dengan pria tampan itu.
Berdiam diri untuk waktu yang lama didalam perpustakaan, Emily tak sadar bahwa dirinya sudah menghabiskan waktu tiga jam membaca buku.
Ting.
Bunyi notifikasi dari ponselnya yang diletakkan diatas meja membuat Emily tersadar. Ia lalu segera meraih ponselnya dan melihat notifikasi itu yang rupanya sebuah pesan dari Oya.
" Kau dimana? Ini sudah larut, jangan pulang terlalu malam."
Seuntai kalimat dalam pesan itu, Emily melirik jam dipergelangan tangannya yang memang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ia pun segera bersiap untuk pulang dengan tak melupakan tasnya.
Meninggalkan perpustakaan, Emily berjalan keluar namun saat tiba diluar, tiba-tiba saja hujan turun.
" Ada apa ini, kenapa selalu hujan." ucapnya seorang diri. Kembali melihat jam tangannya, Emily tak ada pilihan selain berjalan dibawah hujan karena jika terlambat semenit saja, ia tak akan mendapatkan bus tujuan ke myeongdong.
Emily memasukkan ponselnya didalam tas, dan bersiap untuk pergi. Namun dari arah yang berlawanan, tampak seseorang yang juga berlari hingga tanpa sengaja menyenggol Emily, dan membuat tas wanita itu jatuh serta isinya berserakan dijalan
" Yakk, apa kau tidak melihat. Aish, dasar orang itu." umpat Emily kesal. Ia lalu segera membereskan barang-barang didalam tasnya yang berhamburan dijalan. Namun seketika seseorang menghampirinya bahkan orang itu pun menutupi kepala Emily dengan tangan.
Emily mengangkat pandangannya dan menatap orang itu. Ia kembali dibuat terkejut saat orang itu ternyata adalah Shi Woon.
" Kau.. Kau selalu muncul saat hujan." lirih Emily.
" Cepatlah, nanti hujan deras." seru Shi Woon menyadarkan gadis cantik itu.
Keduanya lalu segera beranjak dan pergi meninggalkan halaman perpustakaan.
...🌸🌸🌸...
Hunian Myeongdong, Seoul.
Tak terasa hari kini sudah pagi. Saat ini terlihat Emily yang baru saja terjaga dari tidur panjangnya semalaman. Menggeliat kecil, Emily lalu segera bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan kamarnya. Setibanya diluar, ia mengedarkan pandangan dan tak terlihat siapun. Dirinya kemudian sadar bahkan sejak Oya menikah, kakaknya itu tak tinggal lagi dirumah.
" Huff.. Aku sendiri lagi." lirihnya dan segera berlalu kedalam bathroom untuk membersihkan diri karena ia hari ini ia sudah berencana untuk berbelanja kebutuhan toko dan kembali membuka toko rotinya.
****
Satu jam berlalu, terlihat Emily yang sudah rapi dengan tampilannya. Ia segera keluar dari rumah, dan menuruni anak tangga. Namun tak ia sangka karena lagi-lagi hujan turun.
" Ini sudah ketiga kalinya, selalu hujan saat aku akan keluar." ucapnya dengan wajah sendu.
" Mau pergi bersamaku?"
Suara maskulin yang terdengar familiar membuat Emily menoleh. Ia dibuat terkejut dengan kehadiran Shi Woon yang tiba-tiba dan entah datang dari arah mana dengan setelan kerja yang rapi dan mengenakan payung kuning.
Mendapati penolakan Emily, Shi Woon mau tak mau segera pergi. Ia juga cukup sadar untuk tidak memaksa gadis cantik itu. Namun hanya dua langkah dirinya kembali berbalik badan.
" Aku masih menunggumu." ujarnya secara tiba-tiba.
" Aku masih menunggumu, dan berharap hubungan kita bisa membaik." ulangnya dengan tegas.
" Kenapa? Harusnya kau membenciku karena sudah mencampakkanmu." tutur Emily dengan suara bergetar. Ia saat ini tak bisa lagi menahan diri, jika kemarin-kemarin masih berusaha terlihat baik-baik saja, namun kali ini tidak lagi.
" Maafkan aku, tadinya aku ingin marah karena kau memutuskan hubungan kita tanpa alasan yang jelas. Tapi melihat wajahmu aku menjadi lemah. Aku lalu sadar.. bahwa aku memang tidak bisa marah pada orang yang ku cintai." jelas Shi Woon.
Mendengar itu, mata Emily berkaca-kaca. Hatinya sangat tersentuh mendengar serentetan kata-kata pilu itu. Perlahan ia lalu mendekat pada Shi Woon, dan entah mengapa tiba-tiba dirinya memeluk pria tampan didepannya, menenggelamkan wajah cantiknya pada dada bidang Shi Woon.
" Maaf.. Maaf karena membuatmu menunggu lama." Emily terisak setelah menyelesaikan ucapannya. Berbeda dengan Shi Woon karena sebuah senyuman langsung terukir diwajahnya.
Lama keduanya berdiam diri dengan posisi yang sama, Emily akhirnya mengurai pelukannya. Dia menyeka air matanya, dan tersenyum melihat wajah Shi Woon.
" Aku akan mengantarmu, ayo." ujar Shi Woon, mengulurkan tangannya untuk digenggam.
" Terima kasih." Emily menerima uluran tangan Shi Woon, dan menggenggamnya dengan erat.
...🌸🌸🌸...
Waktu berlalu terasa cepat bagi Shi Woon dan Emily yang baru merasakan bahagia lagi. Keduanya sudah kembali dari super market, dan kini tengah berada didalam toko, bersiap-siap untuk membuka toko roti lagi.
Sepanjang waktu mereka bersama, keduanya terus tertawa dengan candaan ringan yang diciptakan sendiri. Baik Shi Woon dan Emily terlihat begitu bahagia.
Mereka bahkan sudah menghubungi Shin Ho dan Oya tuk diajak bergabung dihari pertama membuka toko roti lagi.
Dan tak lama setelah satu jam menunggu, sudah terlihat Shin Ho dan Oya datang. Mereka lalu berkumpul bersama menikmati roti Dokan buatan Emily yang baru saja matang.
" Humm, enak." ujar Oya yang baru pertama kali mencicip roti buatan adiknya lagi setelah enam bulan berlalu.
" Rasanya yang ini jauh lebih enak lagi, kan." timpal Shin Ho dengan senyumnya.
" Wah, kalian sudah kompak saja." celetuk Emily merasa bahagia melihat kakaknya yang kini sudah memilih seseorang yang baru.
" Hum.. jadi bagaimana menurut kalian, apa aku dan Emily harus menyusul." Shi Woon yang sejak tadi hanya menyimak, langsung menyela obrolan santai ketiga orang disampingnya.
" Hah? Menikah?" pekik Oya terkejut.
" Yakk.. kau ini sembarang sekali." gerutu Emily memolototi Shi Woon.
Sontak Shin Ho dan Oya tertawa melihat dua pasangan didepannya.
...🌸 T A M A T🌸...