Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 61



" Aku akan pergi, makanlah cepat." tambahnya segera beranjak dari duduknya saat sudah menyelesaikan sarapan paginya. Namun sebelum benar-benar pergi, Oya menyempatkan melirik jam dipergelangan tangannya.


" Ah, sepertinya sudah tiga puluh menit Shi Woon menunggumu didepan." ucapnya beralih menatap sang adik.


"A P A.. " pekik Emily dengan mata yang membulat sempurna. Ia yang tadinya hendak menyantap sarapan pagi seketika berdiri dengan wajah panik.


" Kenapa, apa kau punya janji dengannya pagi ini?" tanya Oya dengan santai.


" Aish, kenapa kakak lambat mengatakannya." gerutu Emily segera berlari keluar dan membuka pintu, tanpa memperdulikan tampilannya lagi.


Sedangkan Oya, ia justru keherangan mendapati sikap sang adik yang menurutnya sangat berlebihan. Tak ingin membuang waktunya untuk hal yang tidak jelas baginya, Oya juga segera keluar karena waktunya untuk mengikuti kelas terakhir tersisa dua jam lagi.


Berbeda dengan Emily, wanita dengan rambut yang acak-acakan itu terkejut saat tiba diluar rumah dan mendapati kekasihnya yang dengan setia menunggu.


" Kenapa kau tidak menghubungi aku?" tanya Emily merasa tak enak hati sebab membuat Shi Woon menunggu lama.


" Oya bilang kau masih tidur, jadi aku tidak menghubungimu." tutur Shi Woon dengan santai tanpa merasa kesal pada kekasihnya yang sudah membuatnya berdiri lama didepan pintu.


" Aish, kalian berdua sungguh bodoh." ucap Emily menghela nafas kasar.


" Yakk.. siapa yang kau bilangi bodoh." celetuk Oya yang muncul dibalik pintu.


" Tentu saja kalian berdua." jawab Emily dengan enteng.


" Aish, kalian ini. Aku tidak habis pikir. Kak, jika kau tau aku masih tidur harusnya kau suruh saja Shi Woon pergi, tidak menunggu didepan pintu seperti orang gila. Dan kau Shi Woon, harusnya pakai otakmu. Bagaimana jika aku tidur sampai siang, apa kau akan berdiri didepan pintu sampai aku bangun?" omel Emily pada sang kakak dan juga kekasihnya.


Emily menggeleng, sungguh dirinya tidak habis pikir dengan sikap kakaknya yang sangat acuh.


" Pergilah mandi, aku akan menunggumu disini. Setelah itu kita berkencan." seru Shi Woon menyadarkan kekasihnya yang sejak tadi fokus menatap Oya yang menuruni anak tangga.


" Baiklah." balas Emily segera berlalu dengan ekspresi wajah tak bersahabat.


...🌸🌸🌸...


Waktu berlalu, dan tak terasa hari kini sudah siang. Seperti pembicaraan sebelumnya, saat ini Shi Woon tengah berkencan, menghabiskan waktu bersama orang yang dicintainya.


Untuk pertama kali seumur hidupnya, ia merasa tak ingin kehilangan seseorang, yaitu Emily. Dan untuk pertama kali ia juga menghabiskan waktu weekendnya dengan bahagia, tak seperti biasa yang harus memaksakan diri bermain golf bersama Ayahnya dan Kakaknya.


Berjalan kaki menyusuri trotoar, Shi Woon dan Emily tampak menikmati kebersamaan mereka. Melewati deretan toko yang menjual pakaian, dan juga kedai-kedai makanan khas korea.


" Apa kau suka makan tteokbokki?" tanya Shi Woon disela-sela langkahnya, dengan tangan yang terus bergenggaman dengan wanitanya.


" Humm, aku suka." jawab Emily dengan cepat karena memang ia sangat menyukai makanan yang disebutkan Shi Woon. Makanan yang terbuat dari olahan tepung beras, dan dimasak dengan bumbu gochujang.


" Kau suka manis atau pedas?" tanya Shi Woon lagi.


" Aku suka pedas tapi lebih enak jika ada manis-manisnya." seru Emily yang seketika terbayang hidangan lezat itu.