Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 23



Seoul National University.


Pukul setengah sepuluh, tampak Oya kini bersiap untuk pulang setelah baru saja menyelesaikan kelas malamnya. Ia segera meninggalkan kelas dengan langkah kaki lesu. Lelah? Sudah pasti dirinya merasa letih karena selama dirinya tinggal di Korea Selatan, dirinya selalu sibuk.


Saat pukul delapan pagi, ia harus berangkat kerja sebagai perawat dirumah sakit Choi Sun dan saat pukul tujuh malam sampai sembilan malam beralih menjadi mahasiswa karena harus mengikuti kuliah malam.


***


Oya kini berada diluar kampus, melangkah menuju halte bus. Namun tiba - tiba langkahnya tertahan saat dari kejauhan melihat sosok tak asing yang tengah berdiri disamping mobil mewah hitam metallik, seolah pria itu menunggu seseorang.


Tak lama pria itu menghampiri Oya dengan gaya cool. Siapa lagi jika bukan Hong Sik.


Hong Sik terlihat begitu menawan dengan tinggi tubuh yang ideal serta setelan jas yang begitu rapi.



" Bisakah kita pulang bersama?" tanya Hong Sik pada Oya.


" Maaf, aku akan naik bus." Oya menolak dengan lembut.


" Aku menunggumu, pulanglah bersamaku." ucap Hong Sik lagi, berusaha membujuk wanita cantik didepannya.


Merasa tak enak menolak Hong Sik, Oya mau tak mau mengangguk pelan mengingat bahwa malam ini juga cuaca begitu dingin.


Hong Sik tersenyum dan segera berjalan lebih dulu untuk membukakan Oya pintu.


***


Sepanjang perjalanan, Oya hanya terdiam sementara Hong Sik fokus pada kemudi.


" Bagaimana kabarmu selama ini?" tanya Hong Sik setelah lama terdiam.


" Aku baik seperti biasa." jawab Oya seadanya.


" Aku masih mengingat, hari saat kau menyelamatkan aku disekitar sungai Han." Hong Sik mengungkit cerita lama yang sudah berlalu tujuh tahun lalu.


Oya tak menyahut dan hanya diam mendengarkan.


" Aku hanya menjalankan tugasku saja sebagai perawat." ucap Oya menanggapi ucapan Hong Sik.


Sejujurnya Oya diam karena masih berfikir, bagaimana bisa Hong Sik mengetahui tempat kuliahnya dan juga jam pulangnya.


" Bagaimana kau tau tempat kuliahku?" tanya Oya dengan ragu.


" Aku hanya menyuruh seseorang mencaritahu." jawab Hong Sik dengan jujur.


Mendengar jawaban Hong Sik, Oya terdiam. Ia enggan bertanya lagi. Tak lama, Hong Sik sudah sampai didepan gedung bertingkat— dimana Oya tinggal.


Tanpa berbasa - basi lagi, Oya segera keluar dari mobil dengan sebelumnya mengucapkan terima kasih pada Hong Sik yang sudah mengantarnya.


Oya segera berlalu, menjauh dari mobil Hong Sik. Sedangkan Hong Sik hanya tersenyum tipis, melihat sikap Oya yang begitu dingin padanya. Tidak seperti wanita lain yang pada umumnya berlomba - lomba mendekatinya.


...🌸🌸🌸...


Kediaman Keluarga Choi.


Baru saja tiba dirumah setelah mengantar Oya dengan selamat, Hong Sik kini berjalan masuk kedalam rumahnya. Sesampainya didalam, Ia sudah mendapati adiknya— Shi Woon yang tengah duduk disofa ruang tengah bersama sang Ayah dan Ibu Young.


" Hong Sik, kau sudah pulang nak." pekik Nyonya Young.


Hong Sik hanya diam, karena memang Ia tidak terlalu mengakrabkan diri dengan Tuan Choi dan Nyonya Young.


" Aku lelah, aku akan ke kamar duluan." ucap Hong Sik dan segera berlalu.


Kini tinggallah Shi Woon dan Tuan Choi serta Nyonya Young, diruang tengah.


" Siapa wanita itu?" tanya Tuan Choi pada putranya.


" Wanita siapa yang Ayah maksud?" Shi Woon kembali bertanya dengan santai.


" Wanita yang membuatmu keluar dari rumah ini, dan wanita yang selalu membuatmu meninggalkan rumah sakit kapan saja." nada bicara Tuan Choi sangat datar.


" Ayah, wanita itu tidak ada sangkut pautnya dengan hal yang kulakukan selama ini." jelas Shi Woon yang merasa mulai khawatir.