Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 69



" Apa yang ingin kau lakukan."


Oya tersadar, segera memalingkan wajahnya saat merasa Hong Sik akan menghadiahi sebuah kecupan lagi.


" Ah, maafkan aku." ucap Hong Sik merasa tak enak pada Oya.


" Ayo kita keluar, sepertinya mereka sudah tidak ada." seru Oya merasa canggung.


" Tunggu." Hong Sik menarik tangan Oya, menahan wanita itu agar tak pergi.


" Ayo kita berkencan malam ini. Sekali saja, setelah itu kau bisa memutuskan apakah ingin sendiri atau tidak." pinta Hong Sik dengan tatapan dalamnya. Kali ini ia sangat berharap tak mendapat penolakan lagi.


Oya terdiam, ia bingung harus memberi jawaban apa pada pria didepannya.


" Baiklah." ucapnya setelah berfikir sesaat. Tak lupa ia mengukir senyuman manisnya untuk menutupi rasa canggung yang menderanya.


...🌸🌸🌸...


Dongdaemun Night Market.


Malam semakin larut hingga kini tak terasa sudah pukul sembilan malam. Namun meski begitu, seoul, Korea Selatan tetap ramai dijam seperti itu. Bahkan Dongdaemun Night Market, adalah sebuah pasar malam yang akan ramai saat melewati jam sepuluh malam.



Kini disinilah Oya dan Hong Sik berada. Karena keinginan Hong Sik yang sangat gigih untuk berkencan dengan wanita yang disayanginya, mau tak mau Oya mengiyakan dengan membawa pria tampan itu ke pasar malam yang diketahuinya.


" Kenapa kau ingin berkencan ditempat ini?" tanya Hong Sik yang tengah berjalan beriringan bersama Oya. Ia mengedarkan pandangannya karena baru pertama kali ke pasar malam. Jika ditanya mengenai kenyamanannya, ia tentu merasa tidak nyaman sebab tempat yang dikunjungi sangat berbeda dengan ekspektasinya. Awalnya ia berharap akan menghabiskan waktu berkencan dengan Oya berbelanja di mall, atau makan malam di restoran ternama milik sepupunya. Namun ternyata mereka hanya berkencan di tempat biasa.


" Lalu kenapa kau tidak ingin berkencan ditempat seperti ini?" tanya balik Oya, sontak membuat Hong Sik kebingungan untuk menjawab.


" Aku menyukainya. Hanya saja.. kenapa harus ditempat seperti ini." ujarnya berusaha terlihat baik-baik saja.


" Humm, syukurlah jika kau menyukainya. Alasan aku memilih tempat ini karena ini memang adalah tempat terbaik. Percayalah!" jawab Oya


" Ayo, aku ingin mengajakmu mencoba jajanan dipasar ini." seru Oya tampak antusias, ia berjalan lebih dulu, menuntun jalan sementara Hong Sik segera mengikut dibelakang.


Tak lama Oya menghentikan langkah kakinya didepan sebuah kedai kecil yang menjual beberapa jajanan, ada hweori gamja, odeng, kimbab, corndog mozarella serta sosis bakar pedas.



" Kau ingin yang mana?" tanya Oya pada Hong Sik yang hanya melihat dalam diam.


" Aku tidak pandai memilih. Yang menurutmu saja enak." jawab Hong Sik seadanya.


" Baiklah." Oya tersenyum pada pria tampan disampingnya, setelah itu ia memesan satu jajanan yang menurutnya sangat enak.


" Bibi, tolong beri aku sosis bakar pedas, dua." pesan Oya pada wanita paruh baya itu dengan ramah.


Selang beberapa detik, sosis bakar pedas pesanan Oya sudah siap. Tak membuang waktu lama ia segera membaginya dengan Hong Sik lalu menikmati selagi hangat.


" Bagaimana, kau suka?" tanya Oya saat melihat Hong Sik melahapnya dengan tenang.


Hong Sik belum memberi tanggapan, namun ekspresi wajahnya terlihat baik-baik saja.


" Humm, ini sangat enak. Bagaimana mungkin rasanya bisa seenak ini?" setelah memberi komentar tentang jajanan sederhana yang dicobanya, Hong Sik kembali melahap dengan sangat rakus. Tak sampai disitu, ia bahkan memesan lagi membuat Oya diam-diam mengulum senyum.