Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 31



" Kenapa aku harus berkencan denganmu?" tanya Oya setelah terdiam lama.


Hong Sik berfikir sejenak. "Karena aku ingin menjalin hubungan denganmu."


Mendengar ucapan Hong Sik, Oya memalingkan wajahnya. Ia dan Hong Sik kini sama-sama terdiam. Hong Sik menunggu jawaban Oya, sedangkan Oya tengah mempertimbangkan apa yang akan dikatakannya.


" Aku.. "


" Tidak perlu menjawabnya sekarang karena jika kau memberi jawaban saat ini, maka pasti itu hanya sebuah penolakan." Hong Sik memotong perkataan Oya.


" Aku akan memberimu jawaban senin depan." seru Oya.


Hong Sik mengangguk dengan senyum tertahan. "Baiklah, ayo pulang."


Oya mengangguk dan berjalan lebih dulu.


...🌸🌸🌸...


Kediaman Choi.


Seorang pria paruh baya, Choi Sun, sipemilik rumah bangunan megah kediaman Choi.


Tuan Choi kini tengah berada diruang kerjanya. Ia sedang membaca bukunya sendiri yang sudah diterbitkan, sebuah buku tentang bagaimana menjadi pengusaha yang baik.


Diusia senja, penglihatannya pun mulai buram hingga mengharuskannya memakai kacamata disetiap harinya. Suasana didalam ruangannya sendiri sangat tenang, tak ada suara. Hingga tak lama seseorang mengetuk dari luar sana membuat Tuan Choi menghentikan kegiatannya.


" Masuklah." ucapnya dengan suara ciri khas ketuaannya.


Orang diluar sana segera masuk setelah mendengar titah dari siempunya ruangan. Orang itu sendiri tak lain adalah asisten Tuan Choi— Pak Han.


" Tuan, sepertinya Tuan Hong Sik sedang berkencan dengan wanita." lapor Pak Han dengan sopan.


Mendengar ucapan asistennya, Tuan Choi terkejut. Bagaimana tidak, putranya itu selama ini sangat menutup diri setelah kematian Nyonya Yoo namun tak disangka ternyata Hong Sik tengah melakukan pendekatan bersama seorang wanita.


Ia lalu memperbaiki letak kacamatanya yang bertengger dihidung mancungnya dan menatap nanar pada pria seusia didepannya.


" Sepertinya dia belajar di universitas terbaik karena Tuan Hong Sik selalu meninggalkan kantor dijam delapan dan pergi ke kampus wanita itu." jelas Pak Han seadanya.


" Awasi dia. Beritahu aku siapa wanita itu dan informasi tentang keluarganya." titah Tuan Choi memilih bersandar pada kursi kerjanya.


" Ternyata kau tidak sakit."


Terdengar suara berat dari seorang pria yang kini berdiri diambang pintu, membuat Tuan Choi dan Pak Han menoleh pada sumber suara.


" Ayah, kau menyuruh pengawalmu menjemputku dengan alasan kau sakit tapi ternyata kau hanya duduk dikursimu itu." sergah Shi Woon menatap dingin pada Ayahnya.


" Shi Woon." bentak Tuan Choi.


" Apa? Kau ingin menjelaskan apa?" Shi Woon mulai tersulut emosi.


" Ayah tidak melakukan apapun, dan apa maksudmu ayah menyuruh pengawal menjemputmu." tutur Tuan Choi dengan wajah datarnya.


" Apa?" Shi Woon mengernyit bingung. Sedetik kemudian Ia pun tersadar akan sesuatu.


" Sial." umpatnya saat menyadari bahwa Nyonya Young adalah sumber masalahnya.


Ia pun segera hengkang, meninggalkan ruangan Ayahnya tanpa berucap sepatah katapun.


Dengan langkah gontai, Shi Woon meninggalkan rumahnya dan setibanya diluar Ia langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukannya dengan cepat.


...🌸🌸🌸...


Disatu tempat, ada Shin Ho yang tengah berdiri didepan rumah Emily. Ia sudah menunggu dibawah hujan salju selama tiga puluh menit. Ya, Shin Ho sebenarnya menunggu Emily pulang karena ingin melihat wajah bahagia wanita yang dicintainya itu, meski Emily bahagia bukan karenanya.


Ditengah kesendirian Shin Ho, tak lama seorang wanita cantik mendekat, dia adalah Oya.


Ya, saat diantar oleh Hong Sik, Oya meminta pada pria itu untuk menurunkannya ditempat biasa, dimana itu jauh dari rumah.