Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 103



" Kita bertemu lagi." ujar Shi Woon, memulai percakapan lebih dulu.


" Humm.." jawab Emily seadanya.


" Yakk.. bukankah mereka pacaran?"


" Mungkin mereka sudah putus. Lihat saja, mereka tidak datang dari arah yang sama."


" Baguslah. Mereka memang tidak cocok."


" Kalau aku jadi wanita itu, aku tidak akan datang. Malu sekali bertemu dengan mantan yang sudah bahagia."


" Bahagia? Apa dokter Woon sudah punya pacar?"


" Katanya sudah. Pacarnya seorang artis."


Berbagai celotehan dari para tamu undangan yang berdatangan, terus berbicara sinis tentang Emily. Emily tentu mendengarnya, namun dirinya tetap berusaha terlihat baik-baik saja.


" Aku masuk dulu." seru Emily dengan senyumnya, ia meninggalkan Shi Woon dan melangkah masuk kedalam ballroom hotel.


****


Tak terasa waktu kini sudah petang, acara pernikahan Shin Ho dan Oya berjalan dengan sangat baik. Serangkain sesi berjalan lancar, mulai dari sesi bersalaman dan memberikan ucapan selamat, hingga sesi foto bersama keluarga, dan para teman-teman juga rekan kerja. Kini tinggal satu sesi lagi, yaitu melempar buket bunga yang dilakukan oleh mempelai wanita.


Satu, dua...


Semua tamu bersorak, berhitung bersama saat Oya akan melempar buket bunganya yang ditemani oleh Shin Ho.


Tiga..


Hitungan berakhir, dan buket bunga pun sudah dilempar dengan asal. Namun tak disangka, ternyata buket bunga itu jatuh dan mengenai kaki seorang pria tampan. Semua pasang mata sontak menoleh kearah yang sama, mata mereka tertuju disatu titik. Rupanya pria itu adalah Hong Sik yang entah sejak kapan berada didalam ballroom hotel.


Terlihat Hong Sik meraih bunga itu, wajahnya tanpa ekspresi. Tak ada kesedihan diwajahnya, dan tak ada pula kebahagiaan yang terlukis diwajah tampannya.


" Wah, Hong Sik mendapatkan bunganya."


" Aku penasaran dengan siapa dia akan memberikan bunga itu."


" Bagaimana jika kita video Hong Sik."


Berbagai kalimat antusias terlontar dari bibir para gadis yang menjadi tamu undangan. Mereka memegang ponsel masing-masing, siap mengabadikan moment dimana Hong Sik memegang buket bunga.


Sementara Hong Sik, ia berdiam diri ditempatnya. Memandang pada bunga didepannya, ia lalu segera berjalan mendekati Oya dipelaminan.


" Selamat berbahagia." ucap Hong Sik memberikan kembali buket bunga itu pada pemiliknya.


Oya meraihnya, dan tersenyum. "Terima kasih."


...🌸🌸🌸...


Apartemen Shin Ho.


Sehari setelah pernikahan sudah terlewati. Meski sudah sag menjadi sepasang suami-istri, Shin Ho dan Oya belum juga tidur bersama. Keduanya masih sama-sama lelah setelah kemarin melakukan serangkaian sesi diacara pernikahan.


Kini terlihat Oya tengah duduk disofa, bersantai menikmati waktu luangnya karena memang sebelum hari pernikahan ia sudah mengambil cuti selama seminggu untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama suaminya.


" Apa yang kau baca." tanya Shin Ho yang baru keluar dari dalam walk in closet. Ia langsung duduk disamping istrinya dan mengecup singkat pipi Oya.


" Aku membaca buku hadiah dari teman kerja. Mereka sangat gigih, lihatlah mereka bahkan mengabadikan foto-foto dari tujuh tahun lalu. Ini saat aku baru bekerja dirumah sakit." tutur Oya memperlihatkan pada suaminya.


" Bagus, mereka kreatif." ujar Shin Ho yang juga mengambil satu buku bacaan diatas meja.


Ia lalu membuka lembaran buku itu dan mulai membaca dihalaman yang sudah ditandainya karena memang buku itu adalah buku bacaannya saat memiliki waktu senggang sepulang kerja.


Cup.


Namun tanpa aba-aba, Oya langsung mengecup singkat pipinya. Sontak ia menoleh dan tersenyum tipis.


" Kau menggodaku?" tanyanya langsung menutup buku yang hendak dibaca.


Oya mengangguk, dan tersenyum menggoda. Melihat itu, Shin Ho langsung melabuhkan kecupan ringan dibibir istrinya.