Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 50



" Aku terus memikirkannya, tapi hatiku tidak yakin bahwa aku menyukainya. Itu sebabnya aku akan mengajaknya berkencan." jawab Shin Ho.


Mendengar penuturan pria muda dihadapannya, Kakek Kwon menghela nafas. Ia tak setuju dengan pemikiran Shin Ho kali ini.


" Memastikan sebuah perasaan itu tidak harus dengan cara berkencan. Kau bisa mengetahuinya dengan cara sederhana. Jika melihatnya bersama orang lain, maka hatimu pasti akan sakit. Kau akan merasa kehilangan sesuatu, yang tidak akan kau tau apa itu. Periksa jantungmu, apakah masih berdetak normal jika dia bersama orang lain atau tidak." jelas Kakek Kwon dengan suara lembut ciri khasnya.


Ia membagi ilmu dari pengalaman yang dia dapatkan saat masih muda dulu.


Shin Ho tertegun, ia terdiam dengan ekspresi wajah yang sulit tuk diartikan.


" Baiklah.. aku tidak akan mengajaknya berkencan. Tapi aku akan memberinya bunga." ucap Shin Ho tersenyum tipis seraya mengambil sebuah bunga cantik berwarna kuning. Bunga forsythia, menjadi pilihan pria tampan itu setelah lama mengamati semua jenis bunga didepannya.


" Bunga forsythia.. berarti sebuah harapan. Aku harap.. kedepannya semua akan menjadi lebih baik." tambah Shin Ho dengan senyum lembutnya.


Kakek Kwon ikut tersenyum. Ia bahagia karena Shin Ho yang sudah dianggapnya seperti cucu sendiri kini sudah lebih dewasa.


" Pergilah, jangan terlalu tengah malam menemui seorang gadis." ucap Kakek Kwon yang dijawab anggukan cepat oleh Shin Ho.


Tanpa membuang banyak waktu Shin Ho segera berlalu dengan buket bunga forsythia ditangannya. Senyumnya merekah, ada kuncup kebahagiaan dihati yang tak bisa dijelaskan dengan kalimat. Firasatnya terasa baik, ia berekpektasi semua akan berjalan lancar.


Masuk kedalam mobilnya, Shin Ho meletakkan buket bunga itu di job sampingnya. Ia lalu segera menyalakan mobil dan melaju meninggalkan toko bunga milik Kakek Kwon.


****


" Tunggulah, aku akan menemuimu malam ini, Oya." gumamnya dengan bahagia.


Sembari fokus pada kemudi, binar-binar bahagia itu tak hilang juga dari wajah tampannya. Ia sudah tak sabar menemui wanita yang sudah dikaguminya, untuk mengatakan tentang perasaannya.


Hingga tak lama kini Shin Ho sudah tiba ditempat tujuan. Dia memarkirkan mobilnya ditempat biasa, dan segera meraih buket bunga disampingnya. Keluar dari mobil, tak lupa ia berkaca pada pintu mobilnya, sekedar memastikan tampilannya sudah rapi.


Meninggalkan tempat parkir, pria matang berkemeja navi dengan jaket overcoat berwarna hitam itu, kini berjalan menuju bangunan tempat tinggal Oya.


Namun tiba-tiba sesuatu harus menahan langkah kakinya hingga ia kini berdiam diri dibawah pohon, tepatnya didepan rumah Oya. Dari jarak lima meter, pria gagah itu menajamkan penglihatannya, memastikan agar ia tak salah lihat. Dan benar saja, yang dilihatnya adalah Oya bersama sosok pria yang tak asing lagi, yaitu Choi Hong Sik.


Seketika Shin Ho teringat lagi pada perkataan Oya saat keduanya berada didalam mobil, dimana Oya menyebutkan teman. Tapi tak pernah Shin Ho menduga bahwa teman yang dimaksud Oya adalah Hong Sik sendiri.


" Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau sudah berada dirumahmu beristirahat? Apa kau tidak takut jika mereka datang lagi dan memukulmu?" omelan beruntun dari bibir tipis Oya yang hanya ditanggapi Hong Sik dengan senyum tipis.


Suara Oya tentu terdengar sampai pada Shin Ho yang masih berdiam diri ditempat semula. Suasana yang begitu hening diwaktu yang hampir memasuki pukul sepuluh malam, membuat suara wanita cantik itu memantul hingga terdengar jelas ditelinga Shin Ho.


" Aku ingin mengajakmu berkencan." ucap Hong Sik dengan santai serta raut wajah yang tampak biasa saja.


Deg.