
Shin Ho tersenyum getir dengan posisi yang masih sama. Beberapa menit lalu, Ia sudah memantapkan hatinya untuk mengikhlaskan Emily pada Shi Woon, mengingat bahwa Shi Woon adalah sahabatnya serta mendiang Ibu kandung Shi Woon sangat berjasa dalam keluarga Shin Ho.
Lee Shin Ah— mendiang Ibu kandung Shi Woon, menjalin persahabatan dengan Ayah Shin Ho— Ah Hyun Joon. Ibu Shin Ho sudah lama meninggal karena mengidap kanker otak, hingga Shin Ho hanya tumbuh besar bersama Ayahnya saja.
Lee Shin Ah yang memang dikenal sangat dermawan, baik hati juga penolong. Ibu Shi Woon selalu membantu kesulitan Shin Ho dan Ayahnya. Bahkan Shin Ho berhasil kuliah sampai jenjang S3 karena biaya yang memang disiapkan oleh keluarga Choi.
Hingga kini, Shin Ho selalu merasa berutang budi pada keluarga Choi. Itu sebabnya Ia juga sudah berjanji pada sang Ayah bahwa dirinya akan selalu mendukung Shi Woon dalam kondisi apapun.
*****
Lima menit setelah perginya Shi Woon, tak lama seseorang langsung masuk kedalam ruangan Shin Ho tanpa mengetuk ataupun memberi salam.
Shin Ho menoleh, dan langsung memasang wajah datarnya saat melihat orang itu yang ternyata adalah Nyonya Young— Ibu tiri Shi Woon.
" Kau selalu berkunjung, Nyonya Young. Tidakkah menurutmu Tuan Choi bisa salah paham bahwa kau dan aku memiliki hubungan yang spesial?" tutur Shin Ho, kembali duduk dikursi kebesarannya.
" Tuan Choi tau kalau aku mengunjungi sahabat putranya." balas Nyonya Young dan langsung duduk dikusi sofa.
" Aku membawa makan siang untukmu. Anggap saja, aku disuruh Ayahmu." lanjutnya, memberi kode pada pengawal yang sejak tadi mengikut dengannya.
Pengawal itu pun segera meletakkan bekal makan siang diatas meja Shin Ho.
" Apa hubunganmu dengan Ayahku." Shin Ho menatap nanar pada wanita paruh baya itu.
" Oh, aku lupa. Ayahmu kan sudah lama menghilang "
Alih - alih menjawab pertanyaan Shin Ho, Nyonya Young justru mengalihkan pembicaraan dengan mengungkit cerita tentang Ayah Shin Ho yang menghilang dua puluh tiga tahun lalu, yang pada saat itu usia Shin Ho baru tujuh tahun.
Tok. Tok. Tok.
Shin Ho yang hendak berkata, terpaksa menahan diri saat tiba - tiba pintunya diketuk dari luar.
" Masuk." seru Shin Ho.
" Dokter Shin, Nona Park sudah datang, sekarang adalah waktu konsultasinya." terang sang perawat.
" Suruh dia masuk." ujar Shin Ho. Perawat itu pun segera berlalu.
Nyonya Young hanya tersenyum tipis dan segera beranjak dengan memakai kembali kacamata hitamnya.
" Oh, aku lupa. Karena kau sahabat putraku, jadi aku akan memberitahumu satu hal. Jangan berfikir persahabatanmu dengan Shi Woon akan terus berjalan dengan baik, karena aku tidak yakin bahwa kau akan berbeda dari Ayahmu yang pada akhirnya mengkhianati Lee Shin Ah." terang Nyonya Young dengan seringai liciknya. Ia pun segera pergi, meninggalkan Shin Ho yang kebingungan.
...🌸🌸🌸...
Toko Cake Dokan
Myeongdong, Seoul
Siang hari di toko roti Emily kedatangan beberapa pelanggan. Wanita dewasa itu begitu sibuk mengantar pesanan ke meja yang dipilih pelanggannya.
" Selamat menikmati rotinya." ucap Emily, menghidangkan roti diatas meja pelanggannya.
Seketika pintu tokonya terbuka, Ia segera menoleh dengan girang.
" Selamat datang di toko roti Dokan." sambutnya yang belum melihat jelas orang itu.
" Shi Woon." lirihnya pelan saat orang itu ternyata pria yang selalu menemaninya adu mulut.
" Ada apa? Aku sibuk." ucap Emily dengan ketus.
" Temui aku di menara Namsan, jam delapan malam." seru Shi Woon.
" Cih, untuk apa aku menemuimu. Aku sibuk." balas Emily.
" Sibuk apa? Toko rotimu tutup jam tujuh malam kan." ujar Shi Woon, menatap Emily.
" Aku sibuk, aku akan memasak makan malam untuk Kakakku." Emily masih berusaha mencari alasan untuk tidak menemui Shi Woon.
" Oya kuliah malam. Kau lupa, ya.. Kakakmu sudah mengambil kelas malam untuk studi kedokterannya. Jadi dia pulang jam sepuluh malam. Baiklah, aku tunggu ya." jelas Shi Woon panjang lebar dan segera berlalu.
Emily terdiam, Ia benar - benar lupa bahwa Kakaknya selama ini menjalani kuliah malam untuk S3 kedokteran. Kini dirinya tak ada lagi alasan untuk menolak permintaan Shi Woon.