Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 97



" Kak.. saat aku tidak ada, kau harus tetap makan makanan kesukaanmu. Jangan tahan dirimu, dan jangan jadikan kesibukanmu sebagai alasan untuk tidak menggoreng telur disarapan pagimu." tutur Emily sembari memasukkan pakaiannya kedalam koper.


Oya termangu, ia tiba-tiba merasa sedih mendengarkan ucapan adiknya.


" Yakk.. apa kau tidak akan kembali?" Oya menghampiri Emily, memilih duduk dipinggir tempat tidur. Wajahnya sendu, mengamati pergerakan sang adik.


" Jangan berlebihan, kak. Jadilah dirimu yang seperti biasa." Emily terlihat bergidik melihat sikap yang ditunjukkan sang kakak. Bagaimana tidak, ia selama ini sudah sangat terbiasa dengan sikap kakaknya yang sedikit dingin.


" Ish, kau itu. Baiklah.. lakukan sesukamu saja. Aku keluar dulu, besok aku akan mengantarmu ke bandara." celetuk Oya yang kemudian beranjak dari duduknya.


" Tadi kakak memanggilku, apa ada sesuatu?" tanya Emily tiba-tiba, membuat langkah Oya seketika terhenti dan mematung ditempat.


Wanita dewasa itu kembali teringat pada pengakuan cinta Shin Ho, hingga jantungnya kembali berpacu dengan hebat.


" Oh itu.. hummm" Oya tampak berfikir keras, ia kikuk dihadapan sang adik.


" Ah, kakak tadi cuman mengecek saja apa kau dikamar atau tidak." ucapnya dengan cepat, menutupi rasa gugupnya yang mendera.


" Oh, baiklah." Emily terlihat santai, dan kembali melakukan kegiatannya sedangkan Oya, ia segera keluar dari kamar adiknya.


...🌸🌸🌸...


Bandar Udara Internasional Incheon, Korea Selatan.


Tak seperti yang diharapkan Oya, ia berfikir akan mengantar sang adik ke bandara dipagi hari yang cerah. Namun kini justru adiknya meminta diantar dipagi buta, membuat Oya masih setengah sadar hingga kini duduk bangku tunggu dengan mata yang sayu.


" Emily.. sebenarnya kau ini ada apa? Apa kau mencuri sesuatu dari rumah Shi Woon sampai-sampai pergi diam-diam seperti ini?" suara serak Oya terdengar pelan, kesadarannya masih belum menyatu sebab kantuk sejak tadi menyerang.


Mendengar ucapan kakaknya, Emily tak merespon. Ia hanya diam saja, tanpa berniat menjelaskan perkara sebenarnya.


Tak lama menunggu terdengar suara dari.., mengatakan keberankatan Emily sudah tiba. Gadis cantik dengan jaket tebal itu segera beranjak, memegangi kopernya.


" Aku pergi dulu." ucap Emily memandangi sang kakak.


" Yakk, sering-seringlah berkabar." cerocos Oya terlihat santai walau sebenarnya ia merasa sedih karena Emily pergi begitu tiba-tiba.


Emily tersenyum, ia lalu segera pergi dengan sebelumnya tak lupa memeluk sang kakak.


•


•


Hunian Myeongdong, Seoul.


Perjalanan yang macet setelah mengantar Emily ke bandara membuat Oya terlambat sampai dirumah.


" Pagi Dokter Woon." sapa Oya seadanya, dan hendak berlalu ke unitnya.


" Dimana Emily?" tanya Shi Woon dengan wajah datarnya. Tak ada senyuman yang terukir diwajah tampannya.


" Oh, dia sudah pulang." jawab Oya dengan spontan, tanpa ada yang ditutupinya.


Shi Woon mengernyit. "Maksudmu?"


" Dia pulang ke negara kami dulu." jawab Oya lagi.


Sontak Shi Woon terkejut. Dan tanpa berbicara sepatah katapun, ia segera berlalu menuruni tangga hingga membuat Oya keherangan.


****


Disatu sisi tampak Emily yang kini sudah berada didalam pesawat. Ia termenung, teringat pada sosok mantan kekasihnya. Shi Woon, pria yang dengan seiring waktu kini sangat dicintainya. Sejujurnya, ada rasa sakit dihati saat terbayang bagaimana dirinya memutuskan hubungan dengan Shi Woon.


Rasa sakit dan sesal bermunculan, namun rasa sadar diri jauh lebih besar lagi. Ia sebenarnya tak ingin menjauh dari Shi Woon, tapi karena permintaan Tuan Choi beberapa waktu lalu, mau tak mau ia harus menurut.


Flassback.


Sepeninggalan Shin Ho dan Shi Woon, tak lama Emily sadar. Jemari lentiknya bergerak pelan, dan kelopak matanya pun perlahan terbuka. Penglihatannya buram, ia mengedarkan pandangan namun tak mendapati siapapun.


Ceklek.


Selang beberapa detik, pintu kamar rawat Emily terbuka dan terlihat dua pria paruh baya yang berdiri diambang pintu. Keduanya pria itu mendekat pada Emily.


" Siapa kalian?" tanya Emily saat melihat dua pria paruh baya disisinya.


" Shi Woon akan bertunangan ditahun baru nanti. Kuharap kau bisa menjaga jarak darinya karena keberadaanmu tidaklah baik untuknya."


Suara tegas dari salah satu pria itu, dia adalah Tuan Choi dengan tampang wajah datarnya.


Emily diam menyimak, ia belum mengerti apa yang terjadi. "Maaf, aku tidak bisa." ucapnya kemudian setelah terdiam beberapa saat.


" Kau hanya akan merusak kehidupan Shi Woon. Mereka akan mengoloknya karena menikahi gadis asing sepertimu. Bukankah kau sudah paham setelah berita kemarin hari menyebar?" sentak Tuan Choi.


" Apa kau yang melakukannya? Kau yang membuat berita di media sosial?" tanpa sadar suara Emily meninggi. Ia tak tau dengan siapa dirinya berhadapan, namun ada kekesalan dihati yang membuatnya berani berbicara kasar.


" Sebaiknya jangan terlalu banyak tau jika kau tidak ingin terluka." Tuan Choi tak ingin berdebat, ia menekankan setiap katanya dan segera berlalu begitu saja.


Flassback Off.