
Selepas kepergian Shi Woon dan Shin Ho, Nyonya Young juga segera meninggalkan kamarnya. Nafasnya masih tak beraturan, langkah kakinya gontai menuju kamar sang suami.
Tok. Tok. Tok.
" Choi, aku ingin bicara. Buka pintunya." ucap Nyonya Young setengah berteriak sembari menggedor dengan kasar pintu kamar suaminya.
" Nyonya, Tuan Choi tidak ada dikamar."
Tak lama berdiri didepan pintu, terdengar suara pelayan wanita yang menyahut dibelakang Nyonya Young.
" Kemana dia?" tanya Nyonya Young dengan tak sabaran.
" Tuan besar pergi berenang." jawab sang pelayan dengan sopan.
" Apa? Berenang ditengah hari." amarah semakin tercetak jelas diwajah cantik Nyonya Young. "Jadi dia menghindar dariku?"
...🌸🌸🌸...
Rumah Sakit Universitas Choi Sun.
Tampak saat ini sicantik Oya yang baru tiba dirumah sakit. Setelah menyelesaikan ujian pertamanya di kampus, ia tak membuang banyak waktu dan segera beralih kerumah sakit karena memang mulai hari ini jadwal tugasnya di rumah sakit sudah diganti siang sampai malam hari.
Rumor kencan adiknya? Tentu saja ia sudah tau. Bagaimana tidak, seluruh seoul saat ini hanya membahas tentang berita itu saja.
" Perawat Oya, kau sudah datang. Wah, bagaimana ujian pertamamu?" perawat cantik bernama Kim- Jeon, tampak antusias saat bertemu Oya.
" Semua berjalan lancar." jawab Oya seadanya.
" Tentu saja, kau kan pintar." sahut perawat lain yang bernama Na- Heol.
Mendengar itu, Oya hanya menampilkan senyum terbaiknya.
" Oya, apa kau sudah dengar kalau Dokter Woon berkencan dengan seorang gadis asing?" tanya Na- Heol sembari berjalan beriringan bersama Kim- Jeon dan Oya.
" Aku harus pergi. Aku harus mengecek pasien dikamar VIP 01." tambah Oya berjalan lebih dulu karena tak ingin jika kedua teman seprofesinya membahas kencan adiknya.
" Ada apa dengan dia. Aneh sekali." gerutu Na- Heol memicingkan mata indahnya.
" Entahlah, kau kembali saja bekerja." sahut Kim- Jeon meninggalkan temannya seorang diri.
****
Tak terasa waktu berlalu dan kini hari sudah malam. Tampak beberapa perawat yang baru menyelesaikan pekerjaannya dan kini akan meninggalkan rumah sakit. Karena hari ini adalah hari yang melelahkan, maka mereka memutuskan untuk bersenang-senang dikedai soju terdekat.
Sembari berjalan dipinggir trotoar, mereka juga berbincang-bincang dan terkadang akan ada tawa diselang pembicaraan mereka.
Sementara dibelakang mereka, ada Oya yang mengikut karena memang jalur pulang mereka sama. Oya yang memang menutup diri dari teman-temannya hanya berjalan santai dibelakang tanpa berniat tuk menyahut.
" Eh, Oya.. kau ada dibelakang kami ternyata." tegur seorang perawat cantik bernama Na‐ Heol yang baru menyadari akan kehadiran sosok Oya.
Sontak dua perawat lainnya ikut berbalik dan menatap pada Oya. Mereka adalah Kim- Jeon dan Jan- Seung.
Oya tak membalas dengan kata, namun ia hanya tersenyum pada teman seprofesinya.
" Ikutlah dengan kami, Oya." ajak Kim Jeon dengan ramah.
" Sepertinya aku tidak bisa." Oya menolak dengan senyuman diwajah cantik naturalnya.
" Aish, Oya. Kau itu keras sekali.. lagi pula kau akan meninggalkan kami beberapa bulan lagi. Apa salahnya bersenang-senang sekarang." sahut Jan Seung, mengingat bahwa Oya akan meninggalkan profesi sebagai perawat dan akan beralih sebagai dokter.
" Iya, ikutlah dengan kami." timpal Na Heol.
Mendapati ajakan mendesak dari ketiga temannya, Oya mau tak mau akhirnya ikut. Mereka berjalan beriringan hingga tak terasa tiba ditempat tujuan.