Hidden The Love

Hidden The Love
Episode. 55



Disatu tempat, disebuah apartemen terbaik. Hunian elit di ibukota yakni Seoul. Tampak sosok pria tampan Shin Ho yang tengah duduk didepan jendela kaca besar. Sembari menyeruput segelas teh camomile hangat, Shin Ho juga tengah menikmati suasana saat ini yang begitu tenang tanpa adanya suara kendaraan yang mengganggu.


Unit apartemen Shin Ho yang berada dilantai teratas membuatnya merasa nyaman karena selain tak ada gangguan, ia memang menyukai tempat ketenangan. Tak jarang ia akan dijuluki introvert oleh orang-orang terdekatnya.


Disaat pria matang itu menyendiri, kenangan tentang Ayahnya pun bermunculan dibenaknya. Sang Ayah yang pamit bekerja dua puluh empat tahun lalu, tapi sampai sekarang belum juga kembali. Hanya mengirim surat disetiap bulan untuk memastikan kondisi Shin Ho baik-baik saja.


Tersenyum simpul, Shin Ho memilih bersandar disofa seraya mengenang perbincangannya dengan sang Ayah saat dirinya masih kecil.


Flassback.


Disebuah bangunan kumuh, dengan tembok yang belum diberi sentuhan warna. Bangunan tiga tingkat, dan memiliki roof top.


Rumah atap memiliki harga terjangkau di Korea, itu sebabnya sebuah keluarga kecil, tampak seorang Ayah dan anak lelaki yang menghuni roof top itu. Ia adalah Tuan Ah Hyun Joon— Ayah anak itu yang bernama Ah Shin Hoo.


Shin Hoo kecil memang dikenal senagai anak yang rajin belajar hingga selalu mendapat nilai terbaik dikelasnya. Kini Shin Hoo tengah belajar diruang tengah, dimana ruangan itu terhubung dengan dapur dan kamar tidurnya dan juga Ayahnya.


Meski keluarganya tergolong tak mampu, namun Ayah Hyun Joon selalu mencukupi kebutuhan sang anak. Pria dewasa itu akan melakukan segalanya, dan bahkan dirinya dikenal pekerja keras demi anaknya semata wayang.


" Shin Hoo, lihatlah.. Ayah membawa ayam goreng dan ada juga daging." ucap Ayah Hyun Joon dengan senyum lebarnya, menunjukkan tentengan yang dibawanya pada sang putra.


Shin Hoo menoleh, menatap Ayahnya. Dia terdiam sejenak, belum berkomentar apapun.


" Dari mana Ayah mendapatkannya? Bukankah ayam dan daging sangat mahal? Apa gaji Ayah hari ini cukup untuk membelinya?" serentetan tanya dilontarkan Shin Hoo kecil.


Ia bertanya bukan tanpa alasan karena dari yang diketahuinya adalah gaji sang Ayah setiap hari tak mencukupi untuk membeli ayam ataupun daging.


Ayah Hyun Joon hanya pramusaji disebuah kedai kecilan. Ia bekerja dari pagi hingga malam, namun upah yang didapatkan pun tak seberapa. Hanya cukup untuk membeli susu dan juga roti. Dan kini pria matang itu sanggup membeli ayam dan daging, tentu saja Shin Hoo mempertanyakannya.


Sejujurnya, Lee Shin Ah— mendiang ibu Shi Woon, seringkali menawarkan bantuan karena keduanya memang adalah sahabat. Namun Ayah Hyun Joon menolak karena ia merasa tak enak bila sering menerima bantuan dari sahabatnya. Terlebih lagi kini sahabatnya itupun sudah tiada setelah melahirkan putra pertama— Choi Shi Woon. Ia juga mengingat bahwa dulu saat ibu Shin Hoo hidup, maka yang sering membantu hanyalah Lee Shin Ah hingga bahkan biaya pengobatan mendiang ibu Shin Hoo semua dibayar oleh Lee Shin Ah juga.


****


" Ayah mendapatkannya dari Paman Choi. Ayo, kita makan bersama." ajak Ayah Hyun Joon dengan sangat antusias.